Senin, 16 Sep 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Pergelaran Simarsikkam Himapsi Diapresiasi Publik

Pergelaran Simarsikkam Himapsi Diapresiasi Publik

Sabtu, 18 Januari 2014 19:21 WIB
Simalungun (SIB)- Pergelaran komedi satire khas Simalungun Simarsikkam yang diadakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) Jumat, (11/1) di Griya Hapoltakam Raya Simalungun diapresiasi publik. Sama seperti kegiatan di Auditorium RRI Jl Jend Gatot Subroto Medan, dua bulan sebelumnya, massa terlibat aktif dalam pergelaran dipenuhi dialok kocak tersebut. Bahkan, saat pergelaran di Simalungun, faktor bahasa dengan dialog khas, mendapat apresiasi tersendiri.

Jumat (17/1), Ketua Umum DPP Himapsi Sarmuliadin Sinaga ST mengatakan, apresiasi tersebut mendorong pihaknya melakukan hal serupa di kemudian hari, khususnya menggali kearifan lokal dari khasanah yang sudah turun-temurun terjadi. “Pergelaran di Simalungun dikaitkan dengan kangen-kangenan plus syukuran Tahun Baru 2014,” tanda Sarmuliadin Sinaga ST didampingi Sekjen S Samrin Girsang SPd sambil menjelaskan tujuan dari kegiatan mencapai sasaran di mana menularkan semangat cinta etnik pada generasi muda, sampai. “Ada  makna filosofi dalam  pementasan tersebut dan sampai.”

Sarmuliadin Sinaga mengatakan, kebahagiaan pihaknya tak terukir dengan kata-kata karena semua elemen masyarakat mengapresiasi. “Bupati Simalungun diwakili Rizal Saragih juga mengapresiasi, menyaksikan mulai kegiatan hingga akhir termasuk sejumlah senioren, MPA, MPO dan pendiri Himapsi seperti seperti Budi End Sumbayak!”

Ketua Panitia Syukuran dan Pementasan Budaya Simalungun Boi M Saragih yang panitia di DPC Himapsi Medan menjelaskan, pementasan dengan massa di luar prediksi itu menjadi dorongan kuat pihaknya akan mengadakan hal serupa dengan menggali kekayaan humaniora lainnya. “Minimal dengan cara itu, kekayaan yang sudah ada, tidak hilang karena jarang sekali ditampilkan,” jelas Boi M Saragih sambil berterima kasih pada para pemain di antaranya Rani Purba, April Saragih yang berlakon sebagai Holongi dan Mulia Sipayung yang berperan sebagai Simarsikkam serta Triadil Saragih.

Pementasan Simarsikkam  bertutur soal remaja yang tinggal bersama pamannya karena tak punya kedua orangtua. Kehidupan yang sulit membuat si anak menjalankan perintah dengan kaku, yang dimaksudkannya sebagai kepatuhan. Karena ingin melakukan yang terbaik, si remaja berbuat sesuai perintah dengan kaku, yang justru membuatnya konyol. “Cerita itu penuh falsafah tentang kebijakan dan kearifan yang diemban warga Simalungun,” ujar Sarmuliadin Sinaga. (r9/f)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments