Selasa, 10 Des 2019
  • Home
  • Hiburan
  • PS Manificat Suguhkan Operette Kolosal Seabad St Antonius dari Padua di Medan

PS Manificat Suguhkan Operette Kolosal Seabad St Antonius dari Padua di Medan

Sabtu, 14 November 2015 11:29 WIB
Medan (SIB)- Malam ini, Sabtu (14/11), dimulai pukul 19.00 WIB di Hermes Convention Hall Jalan Mongonsidi Medan, Paduan Suara (PS) Manificat menyuguhkan operette kolosal Malam Kenangan Seabad Gereja Santo Antonius dari Padua. Drama musikal di bawah asuhan Pastor Redemptus Simamora OFMCap itu melibatkan ratusan penari, termasuk dari Malaysia. “Kegiatan adalah rangkaian dari Pesta Jubelium 100 Tahun Gereja Katolik Paroki St Antonius dari Padua. Klimaks dari seluruh rangkaian adalah Perayaan Ekaristi & Pesta Penutupan Perayaan Jubelium yang dipusatkan di TD Pardede Hall Jalan Syailendra Medan pada Minggu, (15/11),” ujar  Wakil Ketua Panitia Drs Hendrik H Sitompul MM di Komplek Gereja Katolik Paroki St Antonius dari Padua Jalan Hayam Wuruk Medan, Jumat (13/11).

Menurut pria yang anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Demokrat tersebut, pada klimaks kegiatan, Uskup Agung Medan Mgr Dr AB Sinaga OFMCap diagendakan memimpin perayaan. “Saat Operette Kolosal Seabad St Antonius dari Padua, kemungkinan Uskup Agung Medan hadir,” paparnya.

Hendrik Sitompul bilang, operette berskala kolosal tak semata dari jumlah pelakon dengan latar belakang beragam, tapi suguhan yang ditampilkan. Bahkan, lanjutnya, cerita berawal jauh sebelum seabad lalu. “Dari sisi gerejawi, seabad St Antonius dari Padua dimulai dari 1915 tapi dari pengembalaan sejak tahun 1873,” urainya.

Secara umum, operette dimulai tahun 1987 diawali gereja Katolik di Medan dengan kehadiran para Pastor dari Ordo Jesuit yang merintis pengembalaan. Tahun 1912 masuklah Pastor Kapusin Belanda yakni P Camillus Bull OFMCap. Tahun 1914 Pastor van Loon memulai karyanya di Kampung Kristen, untuk orang-orang India Tamil. Tahun 1933 para Suster KSSY tiba di Jalan Hayam Wuruk. Pastor van Dam, yang dikenal dengan pekerjaan bototnya, mulai berkarya pada tahun 1958 dan berdirilah Karya Kasih.

Warga Tamil India menjadi perhatian gereja dan Pastor James SJ yang orang Tamil India mulai bertugas di Paroki St Antonius Jalan Hayam Wuruk tahun 1972. Satu gereja pada mulanya dan kini berkembang hingga menjadi empat stasi.

Hendrik Sitompul mengatakan, perjalanan tersebut ditampilkan dalam operette kolosal dengan para pelaku dari personel PS Magnificat, pemain drama dan penari dari seluruh stasi hingga menjadi kolosal. “Pastor Redemptus Simamora OFMCap memang punya perjalanan teater dan seni yang memikat. Selain mengarahkan seluruh personel, dalam operette mengemuka dialog segar dan membumi, diiringi lagu dan tari tanda kebhinekaan,” jelasnya sambil mengatakan kegiatan terbuka untuk umum. (R9/f)


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments