Minggu, 17 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Yang Tahu Pemilu Serentak 17 April di Bawah 50 Persen

Yang Tahu Pemilu Serentak 17 April di Bawah 50 Persen

* Publik Fokus Pilpres Ketimbang Pileg, Mendagri: Jangan Salahkan Masyarakat
admin Senin, 25 Februari 2019 09:17 WIB
Jakarta (SIB) -Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Al Farabi menuturkan sebagian besar masyarakat belum tahu tanggal pemilu digelar. Berdasarkan survei LSI, warga yang tahu tanggal pencoblosan di bawah 50 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 se-Indonesia.

"Ini terkait kinerja KPU karena dalam beberapa survei dapil yang kita lakukan, hampir rata-rata di bawah 50 persen pemilih yang tahu pemilihan legislatif dan presiden dilaksanakan tanggal 17 April. Walaupun banyak yang tahu di bulan April ada pileg dan pilpres," kata Adjie dalam diskusi di restoran d'Consulate, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2).

Adjie menuturkan ketidaktahuan ini akan berdampak pada angka partisipasi masyarakat di Pemilu Serentak 2019. Dia menilai ini jadi peringatan untuk KPU.

"Ini warning bagi KPU. Partai politik dan tim capres harus mendorong betul karena ini terkait partisipasi," ujar Adjie.

Adjie menduga ketidaktahuan publik soal tanggal pencoblosan karena masalah sosialisasi. "Jadi ini ada problem dari sisi sosialisasi," imbuh dia.

Selain ketidaktahuan masyarakat soal tanggal pencoblosan, Adjie juga menyoroti masalah Pemilu Serentak 2019 yang dilematis bagi partai politik dan calon legislatif.

"Soal problem pilpres dan pileg serentak memang ini situasi yang cukup dilematis karena terpaan pilpres yang begitu dominan. Dan ini hal yang wajar kalau kita lihat dari sisi media komunikasi kita karena TV itu kan hampir 90 persen terpaannya ke pilpres," terang Adjie.

JANGAN SALAHKAN MASYARAKAT
Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo menanggapi, publik tak bisa disalahkan jika saat ini hanya fokus pada Pilpres 2019 ketimbang Pileg. Peran calon anggota caleg dalam sosialisasi pileg justru yang semestinya dioptimalkan.

"Jangan disalahkan masyarakatnya kalau hanya perhatikan pilpres. Caleg DPR, DRPD provinsi, kabupaten/kota yang mestinya ikut aktif sosialisasi," ujarnya di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/2).

Seperti diketahui, pileg dan pilpres akan berlangsung serentak pada 17 April 2019. Hal ini merupakan sejarah pertama demokrasi di Indonesia. Sebab sejak 2004 yaitu ketika Indonesia menerapkan demokrasi langsung, pileg digelar terlebih dahulu dari pilpres.

Menurut Tjahjo, para caleg yang diusung setiap parpol peserta pemilu memiliki tiga tugas. Pertama, sosialisasi partainya. Kedua, kampanyekan program caleg. Ketiga, terkait pasangan calon presiden dan wakil presiden. "Tugas caleg itu yakni sosialisasikan partai, lalu kampanyekan dirinya sendiri, terakhir ialah paslon yang didukung partainya, baik sendiri atau gabungan. Kalau hanya salah satu tugas yang dijalankan, itu bisa dianggap melanggar etika sebagai kader partai," ujar Tjahjo.

Tjahjo menambahkan, caleg-caleg setiap tingkatan sudah sepatutnya menyampaikan inovasi cerdas kepada pemilih. Tjahjo dapat memahami jika sejumlah caleg beralasan enggan untuk turun ke bawah terlalu dini. "Karena ada caleg berpikiran, masyarakat kita itu daya ingatnya terbatas. Sebulan. Jadi kalau baliho, kaos, iklan-iklan dipasang dan bagikan jauh hari, masyarakat bisa lupa. Kemungkinan akan masif pertengahan Maret nanti," imbuh Tjahjo.

Pada bagian lain, menurut Tjahjo, pemilih akan memakan waktu sekitar 10 menit untuk menggunakan hak suaranya. Hal ini sebagaimana simulasi yang pernah dicoba. Sejumlah pemilih memang tentu ada yang mempunyai pilihan caleg serta paslon pilpres.
"Simulasi kami, mereka yang usia 50 tahun ke atas, mulai ke TPS (tempat pemungutan suara), dipanggil, buka lima kertas suara sampai nyoblos, dan celup jari ke tinta, rata-rata di atas 10 menit. Kebanyakan itu, kalau enggak punya gambaran caleg asal coblos, atau coblos gambar partai, ada juga yang pilih Pilpres saja," ujar Tjahjo.

Tjahjo optimistis pileg dan pilpres berlangsung aman. Sebab, ada sinergi antara penyelenggara dan pengawas pemilu dengan aparat keamanan dalam hal ini TNI/Polri. Satuan Polisi Pamong Praja serta Satuan Perlindungan Masyarakat juga akan turut membantu. "Saya yakin aman," tegas Tjahjo. (detikcom/SP/h)
T#gs 17 April 2019 Capres-CawapresPemilu Serentak
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments