Selasa, 17 Sep 2019
  • Home
  • Headlines
  • Waspada Peredaran Uang Palsu di Money Changer Ilegal

Waspada Peredaran Uang Palsu di Money Changer Ilegal

admin Sabtu, 14 September 2019 11:14 WIB
Uang
Jakarta (SIB) -Bank Indonesia (BI) turut terlibat dalam anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU-PPT) dengan memburu money changer ilegal. Sejak tahun 2017 bank sentral sudah menumpas money changer ilegal dan masih berlanjut hingga sekarang.

Assistant Director Bank Indonesia (BI), Ronggo Gundala, berkata money changer ilegal bisa merugikan masyarakat, sebab jika uangnya palsu atau salah hitung, maka masyarakat jadi tak dapat mengadukan ke Bank Indonesia. Salah satu inovasi yang dilakukan BI adalah membuat QR code khusus pada logo money changer.

"Kita melakukan pembuatan QR code yang ada di KUPVA BB (kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank) maupun PTD BB (Penyedia Transfer Dana Bukan Bank). Jadi masyarakat dapat menscan QR yang ada di depan kurva BB untuk memastikan mereka memang berizin," ujar Ronggo pada Kamis (12/9) di Gedung Pusdiklat APU-PPT PPATK di Tapos, Depok.

Ronggo berkata tindakan pencegahan BI berhasil secara signifikan. Jika pada 2017 ada 751 KUPVA BB yang ketahuan tidak berizin, pada tahun 2018 jumlahnya merosot menjadi 23 KUPVA BB ilegal saja.

"Sejak 2017 kita lakukan secara masif sudah ada sekitar 751 Penyekenggara Kurva BB tak berizin yang kita tutup. Dilanjutkan kembali tahun 2018 angkanya sudah jauh menurun dan di 2019 kita terus melakukan," ucap Ronggo.

BI juga terus berusaha meningkatkan awareness masyarakat agar ikut mengecek money changer ilegal melalui QR code, kemudian melapor jika penyelenggara penukaran uang itu tidak berizin. BI pun berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menumpas money changer ilegal.

Selain itu, dalam upaya melawan pencucian uang, BI bekerja sama dengan bank sentral negara tetangga untuk bertukar informasi dengan seperti Filipina, Thailand, dan Malaysia yang memiliki aliran transaksi remintansi keluar-masuk tinggi ke Indonesia. Ke depannya, BI akan memperluas kerja sama tersebut. (Liputan6/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments