Selasa, 20 Agu 2019
  • Home
  • Headlines
  • Warga Nagori Togu Domu Nauli Minta Pemerintah Kaji Ulang Kualitas Air Danau Toba di Dusun Salbe

Warga Nagori Togu Domu Nauli Minta Pemerintah Kaji Ulang Kualitas Air Danau Toba di Dusun Salbe

* General Manajer PT Allegrindo: Kami Tidak Pernah Buang Limbah ke Danau Toba
admin Rabu, 14 Agustus 2019 12:18 WIB
SIB/Revado Marpaung
BERBUIH: Aliran Sungai Silali yang terletak di Dusun Salbe Nagori Togu Domu Nauli Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun berbuih dan berwarna kecoklatan langsung mengalir ke Danau Toba. Foto dipetik, Sabtu (10/8).
Simalungun (SIB) -Warga Nagori Togu Domu Nauli Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun meminta pemerintah mengkaji ulang kualitas air Danau Toba di Dusun Salbe. Pasalnya, aliran Sungai Silali yang terletak di Dusun Salbe Nagori Togu Domu Nauli berbui dan mengeluarkan aroma bau tak sedap diduga karena limbah dari perusahaan di daerah Nagori Urung Pane yang mengalir ke Danau Toba.

Pantauan SIB di lapangan, Sabtu(10/8), Sungai Silali yang terletak di Dusun Salbe Nagori Togu Domu Nauli Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun berbuih dan berwarna kecoklatan serta mengeluarkan aroma bau tak sedap yang langsung mengalir ke Danau Toba.

Djasiun Sitio (65) warga Huta Pagabangun Nagori Togu Domu Nauli Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun mengaku selama kurang lebih 20 tahun masyarakat setiap harinya mencium aroma bau tak sedap yang diduga berasal dari limbah kotoran ternak babi yang dibuang ke Sungai Silali.

Menurutnya, sudah sepantasnya pemerintah melakukan pengkajian ulang untuk menguji kualitas air Sungai Silali yang langsung mengalir ke Danau Toba. Mereka meminta adanya uji lab di lapangan, jangan dibawa airnya, kalau bisa langsung diuji di situ, biar jelas dan transparan, katanya.

Senada dikatakan Roswina Silalahi selaku pengamat kesehatan berharap agar pemerintah mengkaji ulang kualitas air Danau Toba khususnya di Dusun Salbe, pasalnya, apabila masyarakat menggunakan air tersebut, berpotensi menjadi gatal-gatal dan mengakibatkan penyakit diare.

Salah seorang mahasiswa KKN Universitas Riau di Salbe Dwi Murniati mengaku tidak nyaman karena mencium aroma bau tak sedap.

Sementara itu, warga sekitar radius 200 meter dari lokasi pembuangan limbah ketika ditanyai SIB, mereka enggan berkomentar.

Terpisah, General Manajer PT Allegrindo Budi Simbolon ketika diwawancarai SIB, Senin(12/8) di kantornya mengatakan, PT Allegrindo berada di Nagori Urung Pane Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun dengan luas lahan 46,18 hektare. Budi mengaku saat ini 23.000 sampai 27.000 ekor ternak babi dikembangbiakkan dengan hasil produksi berkisar 3.800 sampai 4.000 ekor ternak babi per bulannya. Karyawan 420 orang.

Ketika ditanya SIB, terkait pembuangan limbah melalui aliran Sungai Silali ke Danau Toba, Simbolon mengaku tidak membuang langsung. Kalau PT Allegrindo langsung by pass membuang limbah ke Danau Toba, ikan yang ada di keramba milik masyarakat di Salbe pasti mati semua. "Pembuktiannya ada keramba di bawah. Jadi kita pakai logika saja, itu saja yang menjadi barometer kita," katanya.

Ketika ditanya apakah Allegrindo mencemari Danau Toba, Simbolon menegaskan kalau Allegrindo tidak pernah membuang limbah ke Danau Toba.

"Kita dukung pemerintah, jangan gara-gara Allegrindo Danau Toba itu hancur, tetapi kita harus per, apakah Allegrindo yang membuat Danau Toba tercemar? Kalau memang Allegrindo saja yang membuat tercemar, silahkan pemerintah memutuskan. Kita menyerahkan itu semua kepada pemerintah, apakah Allegrindo harus dipindahkan supaya Danau Toba menjadi destinasi wisata unggulan, kita tidak akan menentang pemerintah, tetapi kita mendukung negara ini bagaimana supaya maju. Kalau memang salah, kita siap dibina, kita siap diperbaiki," tutupnya. (S13/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments