Minggu, 20 Sep 2020
  • Home
  • Headlines
  • Warga Heboh, Nelayan Temukan Ikan Pemangsa di Danau Toba

Warga Heboh, Nelayan Temukan Ikan Pemangsa di Danau Toba

redaksisib Senin, 20 Januari 2020 09:47 WIB
SIB/Dok
HEBOH : Warga Nagori Sibaganding Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun,Selasa(14/1) heboh akibat penemuan ikan diduga Red Devil seberta 10 kilogram hasil pancingan nelayan dari perairan Danau Toba.
Parapat (SIB)
Sejumlah warga pinggiran Danau Toba Nagori Sibaganding dihebohkan dengan seekor ikan Red Devil (carnivora) ukuran 10 kilogram oleh nelayan B Sirait dan J Sidabutar warga Nagori (desa) Sibaganding Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun ketika memancing di Danau Toba beberapa hari lalu.

"Kita heran karena mendapat hasil pancingan jenis Ikan Red Devil berukuran 10 kilogram lebih pada Selasa (14/1) lalu berwarna kemerah-merahan dari perairan Danau Toba," ucap Ketua Nelayan K Sitanggang didampingi B Sirait dan J Sidabutar di Dusun Panahatan Nagori Sibaganding Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun kepada SIB, Sabtu (18/1).

Sitanggang menyampaikan, adanya ikan predator (carnivora), diduga penyebab punahnya berbagai jenis ikan dari perairan Danau Toba, karena tidak dapat berkembang biak lagi akibat telur dan ikan kecil yang hidup di perairan Danau Toba dimangsa Red Devil.

Dikatakannya, semenjak tahun 2016 berbagai instansi pemerintahan dan swasta gencar melakukan penaburan berbagai jenis bibit ikan di Danau Toba. "Mungkin kurang pengawasan, sehingga bibit ikan carnivora ikut masuk ke Danau Toba sehingga berkembang biak dan memangsa ikan lain," ungkapnya.

Sitanggang berharap kepada instansi terkait, agar menindak lanjuti temuan ikan red devil di Danau Toba dan berharap ke depan pengawasan dari instansi terkait ketika melakukan aktivitas penaburan benih ikan di Danau Toba diperketat.

Sementara nelayan Danau Toba B Sirait mengakui, ikan pora-pora dan ikan lainnya sudah punah dua tahun terakhir, sehingga hasil tangkapan nelayan saat ini semakin berkurang diduga akibat kehadiran ikan carnivora ini.

Bawal Air Tawar
Menanggapi penemuan ikan pemangsa itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara Mulyadi Simatupang, Minggu (19/1) melalui selulernya mengatakan, akan segera menindaklanjuti penemuan ikan carnivora dari Danau Toba.

"Keberadaan ikan yang diduga predator di perairan Danau Toba sangat disesalkan, karena akan mengancam populasi ikan endemik Danau Toba, atau ikan asli Danau Toba,

Mulyadi Simatupang juga menjelaskan, terkait penemuan ikan seberat 10 kg oleh salah seorang nelayan yang sempat viral "di berbagai media" itu merupakan ikan bawal air tawar, biasanya ikan ini di kolam dan bisa mencapai 20 kg/ekor bersifat carnivora (pemakan daging), pertumbuhannya juga sangat cepat, diduga ada oknum yang tidak bertanggungjawab sengaja melepasnya di kawasan Danau Toba,

"Mulai tahun 2020 ini pengawasan akan kita tingkatkan, agar tidak terulang hal yang sama dan tidak boleh lagi menebar ikan tanpa ada persetujuan dari pihak terkait," ungkapnya.

Mulyadi juga mengimbau masyarakat maupun perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan penaburan ikan di perairan Danau Toba, agar terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak terkait demi menjaga kelestarian ikan asli Danau Toba. (S12/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments