Kamis, 06 Agu 2020

Wali Kota Medan Kena OTT KPK Preseden Buruk

* Pembangunan di Medan Terhambat, Warga Ingin Pemerintahan Bersih dari KorupsiCabuli
bantors Kamis, 17 Oktober 2019 10:38 WIB
Ant/Dhemas Reviyanto
TERJARING OTT KPK: Wali Kota Medan Dzulmi Eldin (tengah) digiring petugas setibanya di gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/10). Dzulmi Eldin terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait dugaan suap dari dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Kota Medan
Medan (SIB) -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) operasi tangkap tangan (OTT) Wali Kota Medan Drs Dzulmi Eldin, Rabu (16/10) dini hari, setelah sebelumnya mengamankan Kadis PU Kota Medan Isya Ansari, ajudan Wali Kota Medan Aidil dan 4 orang lainnya disebut-sebut sebagai protokoler Wali Kota Medan dan pihak swasta sejak Selasa (15/10) malam.

Di bagian lain, warga Kota Medan, Andi, mengungkapkan penangkapan Eldin menjadi preseden buruk bagi Kota Medan.
"Seharusnya apa yang terjadi pada dua Wali Kota Medan sebelumnya jadi pelajaran. Kita kecewa, karena Pak Eldin menyalahgunakan wewenangnya," terang Andi.

Padahal, lanjutnya, selama ini Dzulmi Eldin kerap menyebut Medan Rumah Kita. "Kecewalah, Medan Rumah Kita yang sering disebut Pak Eldin itu berarti nggak diilhaminya," tandas Andi.

Hal serupa juga diutarakan oleh warga Kota Medan lainnya, Bobi Septian, yang merasa kecewa Wali Kota Medan terjaring OTT KPK.
"Kita sangat prihatin dengan kondisi Kota Medan saat ini. Permasalahan banjir dan lainnya belum tuntas, Wali Kota malah ditangkap KPK," ujar Bobi, Rabu (16/10).

Bobi ingin penyelenggaraan pemerintahan di Medan bebas dari korupsi. Dengan begitu, menurut Bobi, pembangunan di Medan tidak terhambat.

"KPK harus usut tuntas kasus ini. Jadi biar tidak ada lagi korupsi, sehingga dana yang harusnya untuk pembangunan Kota Medan tidak lagi masuk kantong," imbuhnya.

"Selain itu, pembangunan dan pembenahan Kota Medan tidak terhambat," sambung Bobi.

Sementara dari keterangan Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, dari pelaksanaan OTT itu pihaknya mengamankan uang tunai lebih dari Rp200 juta. Disebutkan, pihaknya masih mendalami lebih lanjut perihal dugaan tindak pidana korupsi berupa praktek setoran dari dinas-dinas yang diduga sudah berlangsung beberapa kali itu.

Disebutkan, pasca OTT itu, pihaknya langsung menerbangkan Wali Kota Medan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara, keenam orang lainnya dibawa ke Mapolrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan.

"Dalam waktu maksimal 24 jam, KPK akan tentukan status hukum perkara dan pihak yang diamankan," katanya.
Sementara seorang pria berinisial Andika, staf Protokoler Wali Kota Medan bahkan berusaha kabur dan nyaris menabrak petugas KPK saat akan mengamankan dirinya. Diceritakan, kejadian itu bermula saat petugas yang sedang melakukan OTT di rumah Kadis PU mendapati mobil Avanza warna silver yang diduga dikemudikan staf protokol Wali Kota Medan, Selasa (15/10) sekira pukul 21.25 WIB.

Diduga mengetahui mobil diikuti oleh petugas, pengemudi kemudian melaju dengan kecepatan tinggi di jalanan Kota Medan. Setelah selama beberapa saat diikuti kemudian berhasil diapit petugas, mobil tersebut berhenti, namun Andika tidak turun.

Selanjutnya, tim langsung menghampiri mobil tersebut dan menunjukkan identitas petugas KPK. Staf Protokoler Wali Kota Medan tersebut malah memundurkan mobilnya lalu melaju dengan kecepatan tinggi.

"Bukannya bersikap kooperatif, tiba-tiba dia memacu kecepatan mobilnya hingga hampir menabrak petugas. Dua anggota tim KPK berhasil selamat karena langsung meloncat untuk menghindari kecelakaan," sambungnya.

Pasca OTT yang dilakukan KPK, Pemko Medan diketahui menggelar rapat mendadak. Rapat itu terlihat dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Medan. "Kami akan konsolidasi dulu," ujar Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution, Rabu (16/10).

Akhyar memastikan, OTT KPK atas Dzulmi Eldin serta sejumlah unsur birokrasi di Pemko Medan dan swasta itu tak akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Dirinya belum bisa membuat langkah-langkah lebih lanjut, akunya, karena belum bisa komunikasi dengan wali kota.

"Yang penting seluruh pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik. Saya belum bisa buat langkah-langkah lebih lanjut, karena terakhir berkomunikasi dengan Dzulmi Eldin pada hari Selasa (15/10)," tambah Akhyar.

Pantauan SIB di Balai Kota Medan, sejumlah ruangan di Kantor Wali Kota Medan disegel KPK. Dua di antaranya diketahui merupakan ruang kerja Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan ruangan Kasubag Protokol. Sementara pantauan di Kantor Dinas PU Medan, terdapat tiga ruangan yang terlihat disegel KPK antara lain ruang kepala dinas, kabid drainase dan ruang stafnya. Menjawab wartawan, Akhyar belum mau berkomentar banyak terkait ruangan-ruangan yang disegel tersebut.

"Memang ada sebagian ruangan di kantor ini disegel KPK. Mengenai apa dan siapa kami belum dapat info dari KPK, hanya dari media. Mengenai siapa saja yang ditangkap KPK, kami juga belum tahu," jelasnya.

DIPERIKSA DI POLRESTABES
Sementara itu, Tim KPK sudah menuntaskan pemeriksaan awal terhadap enam orang yang turut diamankan dalam OTT terhadap Wali Kota Medan Dzulmi Eldin. Keenam orang itu keluar secara bertahap dari Polrestabes Medan.
Terlihat salah satu pihak yang diamankan KPK dalam OTT dini hari kemarin keluar dari Polrestabes Medan sekitar pukul 14.05 WIB, Rabu (16/10).

Tampak pihak yang turut diamankan KPK tersebut dibawa masuk petugas KPK ke salah satu mobil yang sudah disiapkan. Tak ada keterangan terkait pemeriksaan yang telah dilakukan tersebut.

Selain itu, tim KPK tampak membawa dua tas ke dalam mobil. Mereka langsung meninggalkan Polrestabes Medan.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto menyatakan pemeriksaan para pihak yang diamankan sudah rampung. Para pihak yang sempat diamankan itu sudah meninggalkan Polrestabes Medan. (M15/Detikcom/q)
T#gs OTT KPKWali Kota Medan
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments