Rabu, 23 Sep 2020
  • Home
  • Headlines
  • Wabah Virus Corona, Masker dan Pembersih Tangan Jadi Barang Langka

Wabah Virus Corona, Masker dan Pembersih Tangan Jadi Barang Langka

Senin, 27 Januari 2020 22:29 WIB
kabar24.bisnis.com

Stok masker dan hand sanitizer mengalami kelangkaan di sebagian negara di Asia di tengah penyebaran virus corona, karena orang-orang memborong barang tersebut guna mencegah penularan.

Jakarta (SIB)
Stok masker dan hand sanitizer mengalami kelangkaan di sebagian negara di Asia di tengah penyebaran virus corona, karena orang-orang memborong barang tersebut guna mencegah penularan.

Apotik di seluruh Hong Kong kehabisan stok masker. Hal ini memaksa pihak berwenang mendatangkan lebih banyak lagi pasokan pekan depan. Sementara itu, Taiwan melarang ekspor masker untuk bulan mendatang guna memastikan tercukupinya pasokan domestik.

Di Makau, pihak berwenang mengatakan penjualan akan dibatasi hingga 10 masker per penduduk atau pekerja resmi yang dapat menunjukkan kartu identitas yang berlaku.

Mencuci tangan secara rutin, menutupi wajah, dan menghindari keramaian menjadi garis pertahanan utama untuk menghindari penularan virus corona.

Seorang karyawan di apotek Cheung Tai di distrik keuangan Hong Kong mengatakan persediaan masker dan pembersih habis dua hari lalu, sedangkan sarung tangan medis laris terjual. Pabrik-pabrik yang membuat produk ditutup untuk liburan Tahun Baru Imlek, yang berarti mereka tidak akan dapat mengisi kembali pasokan untuk setidaknya satu pekan ke depan.

“Kami sadar ada panic buying di pasar. Beberapa pasokan masker baru akan tiba minggu depan,” ungkap Matthew Cheung, pejabat tertinggi kedua Hong Kong, dalam konferensi pers, Kamis (23/1), seperti dikutip Reuters.

Dewan Konsumen Hong Kong mendesak para pedagang untuk tidak menaikkan harga masker dengan tak wajar.
Sementara itu, juru bicara 3M Co. yang berbasis di AS mengatakan pihaknya berupaya menggenjot output dan bekerja dengan distributor untuk memastikan persediaan yang cukup untuk memenuhi permintaan dan memasok pelanggan yang ada.
Raksasa e-commerce Alibaba Group Holding menjual 80 juta masker di situs Taobao pada hari Senin dan Selasa.

Di Jepang, Li Xing (28 tahun) dan Lei Xiaoqiang (31 tahun) menghabiskan lebih dari 6.000 yen di Welcia, sebuah toko obat di Tokyo, untuk membeli tujuh kotak masker dan paket lainnya untuk pemakaian pribadi dan keluarga mereka.

“Di negara saya, mereka tidak bisa membeli masker karena sudah terjual habis. Pemerintah telah mengatakan kepada semua orang untuk memakainya,” ungkap Lei. (Bisnis/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments