Senin, 10 Agu 2020
  • Home
  • Headlines
  • WHO Akui Adanya Kemungkinan Bukti Penularan Corona Lewat Udara

WHO Akui Adanya Kemungkinan Bukti Penularan Corona Lewat Udara

Kamis, 09 Juli 2020 11:01 WIB
BBC World/detikHealth.com

WHO akui adanya kemungkinan bukti penularan Corona lewat udara (Foto Ilustrasi).

Jakarta (SIB)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (7/7) mengakui "bukti yang muncul" dari penyebaran virus Corona Covid-19 lewat udara, setelah sekelompok ilmuwan mendesak WHO untuk memperbarui panduannya tentang bagaimana penyakit pernapasan bisa menular.

"Kami telah berbicara tentang kemungkinan transmisi udara dan transmisi aerosol sebagai salah satu mode transmisi Covid-19," ujar Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis pada pandemi Covid-19 di WHO, mengatakan pada konferensi pers dikutip dari laman South China Morning Post.

Sebelumnya WHO mengatakan bahwa virus Corona menyebar melalui droplet orang yang terinfeksi.
Dalam surat terbuka yang ditujukan kepada WHO yang diterbitkan pada Senin (6/7) dalam jurnal Clinical Infectious Diseases, sebanyak 239 ilmuwan dari 32 negara menyatakan virus corona SARS-CoV-2 menular tidak hanya melalui percikan liur atau droplet.

Mereka mengatakan, virus yang menyebabkan penyakit Covid-19 itu juga bisa menular lewat udara.

Dengan kata lain virus Corona terdapat di dalam partikel yang jauh lebih kecil dari droplet yang bertahan selama berjam-jam di udara setelah orang berbicara atau bernapas.

"Kami ingin mereka mengakui bukti," kata Jose Jimenez, seorang ahli kimia di University of Colorado yang menanda-tangani surat terbuka.

Benedetta Allegranzi, pimpinan teknis WHO untuk pencegahan dan pengendalian infeksi, mengatakan, ada bukti yang muncul dari penularan virus Corona melalui udara, tetapi itu tidak pasti.

"Kemungkinan penularan melalui udara dalam pengaturan publik - terutama dalam kondisi yang sangat spesifik, padat, tertutup, pengaturan ventilasi buruk yang telah dijelaskan, tidak dapat dikesampingkan," pungkasnya. (detikhealth/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments