Jumat, 13 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • WAKIL JAKSA AGUNG BAHAS TENAGA KERJA ASAL INDONESIA

HADIRI PERTEMUAN KONFERENSI JAKSA AGUNG SEASEAN-CHINA

WAKIL JAKSA AGUNG BAHAS TENAGA KERJA ASAL INDONESIA

redaksi Senin, 11 November 2019 23:28 WIB
Foto : SIB/Baren Siagian
Jakarta (SIB)
Pemerintah Indonesia melalui Wakil Jaksa Agung Dr Arminsyah menyoroti tingginya tenaga kerja asal Indonesia yang bekerja di luar negeri menjadi perhatian pemerintah. Besarnya minat masyarakat yang mencari nafkah di negara tetangga, seringkali disalahgunakan pihak yang tidak bertanggungjawab. Pemerintah mencatat, hingga saat ini, sudah mencapai 3,539 juta orang yang bekerja di negara-negara Asia Tenggara.

"Pemerintah Indonesia telah meresponnya dengan selalu berupaya meningkatkan kualitas serta produktivitas tenaga kerja Indonesia agar memiliki daya saing yang mumpuni. Namun pada sisi yang lain, yang juga turut menyita keprihatinan kita bersama adalah masih bermunculannya tenaga kerja yang berasal dari prosedur perekrutan yang ilegal, sehingga mereka selalu menjadi korban dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab demi mendapatkan keuntungan semata," kata Arminsyah pada Konferensi yang berlangsung pada 6-7 Nopember 2019 membahas " The Role of Prosecutors in Regionally Combating Human Trafficking yang diikuti oleh Jaksa Agung se-ASEAN dan China yang diselenggarakan di Sokha Siem Reap Resort & Convention Center, Kamboja pada tanggal 6-7 November 2019, Rabu (6/11).

Arminsyah menilai keprihatinan tersebut sangat beralasan, terlebih ketika The United Nations Office on Drug and Crime (UNODC) melansir laporan yang berjudul Transnational Organised Crime in South East Asia: Evolution, Growth and Impact yang menggambarkan bahwa hampir tujuh puluh persen korban perdagangan manusia khususnya di kawasan Asia Tenggara adalah anak-anak dibawah umur.

"Kejahatan ini tentu saja memiliki dampak fisik maupun psikis dan meninggalkan pengaruh yang buruk dalam kehidupan korban," tegas Arminsyah.
Atas dasar fenomena tersebut, Arminsyah memandang perlunya langkah nyata nyata dari seluruh negara-negara anggota Asean dan China untuk memberantas setiap macam bentuk perdagangan manusia sampai keakar-akarnya dan menjadikannya sebagai musuh bersama.

"Tindak pidana perdagangan orang ibarat fenomena gunung es dimana di bawahnya terdapat beragam persoalan yang belum sepenuhnya tuntas, seperti kemiskinan, terbatasnya lapangan kerja, rendahnya kualitas pendidikan dan keterampilan yang dimiliki sehingga dalam realitasnya selalu mendorong orang-orang untuk mencari sumber penghidupan yang layak bahkan sampai harus ke luar negeri, dimana pada akhirnya tidak sedikit di antara mereka justru terjebak ke dalam bentuk-bentuk perdagangan manusia, seperti perbudakan, penyelundupan, termasuk eksploitasi secara seksual," ujar Arminsyah.

Wakil Jaksa Agung menyerukan kembali komitmen bersama para Jaksa Agung di kawasan ASEAN-China untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama hukum guna mewujudkan kawasan Asia Tenggara dan China yang bersih dari tindak kejahatan perdagangan manusia maupun kejahatan lintas negara lain.

Konferensi yang berlangsung pada 6-7 Nopember 2019 membahas "The Role of Prosecutors in Regionally Combating Human Trafficking yang diikuti oleh Jaksa Agung se-ASEAN dan China. Turut mendampingi Arminsyah pada acara tersebut itu adalah Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi, Asisten Umum Jaksa Agung, Asisten Khusus Jaksa Agung. (J02/t)


T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments