Selasa, 20 Agu 2019
  • Home
  • Headlines
  • Usut Korupsi Pemberian Kredit, Kejagung Periksa 3 Pejabat Bank Mandiri

Usut Korupsi Pemberian Kredit, Kejagung Periksa 3 Pejabat Bank Mandiri

admin Selasa, 13 Agustus 2019 10:47 WIB
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Tim jaksa pidana khusus Kejaksaan Agung kembali melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang tersangka sebagai saksi terkait perkembangan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit dari PT. Bank Mandiri (Tbk) kepada PT. Central Stell Indonesia.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Dr Mukri, ketiga tersangka yang digarap sebagai saksi adalah MSHM selaku PKMK-RRM VII Semarang-Floor Solo, SBR menjabat sebagai GH-Regional Commercial Sales 2 dan mantan Senior Credit Risk Manager RRM VII Semarang-Floor Solo, HA.

"Pada Senin, 12 Agustus 2019, Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung telah melakukan pemeriksaan terhadap MSHM, SBR dan HA sebagai saksi untuk tersangka mantan Team Leader Bank Mandiri CBC Solo, MAEF," beber Mukri saat ditemui di kantornya, Jl Sultan Hasanudin, Jakarta Selatan, Senin (12/8).

Mantan wakil kepala Kejati Yogyakarta ini menambahkan para saksi diperiksa terkait kasus yang menjeratnya sebagai tersangka yang menyebabkan negara mengalami kerugian Rp201.176.328.414.

Sebelumnya dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut, Kejagung telah menetapkan 7 orang tersangka inisial AP, MAEP, HA, ED, MSHM, SBR, MSP dan Korporasi PT. Central Stell Indonesia.

Mukri menegaskan kasus ini merupakan pengembangan dari pengungkapan kasus tindak pidana korupsi yang sama, dimana penyidik telah menetapkan 2 orang tersangka yakni Mulyadi Supardi alias Hua Ping atau Aping (karyawan swasta) dan Erika Widiyanti Liong (Direktur Utama PT. Central Stell Indonesia).

"Keduanya telah disidangkan dan diputus di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," pungkasnya. (J02/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments