Kamis, 13 Agu 2020
  • Home
  • Headlines
  • Usai Melahirkan, Ratna Harus Bayar Rp32 Juta ke RS Adam Malik Baru Diizinkan Pulang

Usai Melahirkan, Ratna Harus Bayar Rp32 Juta ke RS Adam Malik Baru Diizinkan Pulang

admin Minggu, 17 Februari 2019 10:40 WIB
SIB/Dok
DITEMUI: Ratna Astuti diabadikan saat ditemui Zulkifli Barus didampingi Iwan Nugroho di RS Adam Malik Medan, Sabtu (16/2).
Deliserdang (SIB)-Ratna Astuti warga Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang usai melahirkan anaknya tidak diperbolehkan manajemen Rumah Sakit (RS) Adam Malik Medan pulang sebelum membayar biaya perawatan sebesar Rp32 juta.

Hingga kini, Ratna sudah 12 hari tertahan di RS itu akibat ketiadaan biaya. Mendengar informasi itu, Ketua DPRD Sumut H Wagirin Arman mengutus H Zulkifli Barus untuk melakukan pengecekan sekaligus membantu Ratna Astuti agar dapat keluar dari RS Adam Malik.

Ratna ketika ditemui Zulkifli mengungkapkan, dia satu bulan lalu dirujuk dari RS Bersalin Yoshua Lubukpakam ke Adam Malik. Disebut, Ratna kesulitan melahirkan karena bayinya terminum air ketuban hingga perlu penanganan yang lebih.

"Setelah melahirkan, bayinya dirawat dua minggu, kemudian dinyatakan sudah bisa pulang. Namun betapa terkejut dan sedih dia karena biaya yang dibebankan sebesar Rp32 juta.

Sementara dananya hanya Rp2,5 juta. Sedangkan BPJS Kesehatan miliknya dinyatakan tidak berlaku. Karena tidak ada biaya maka Ratna pun sampai saat ini ditahan di gedung Vapiliun lantai 3 RS Adam Malik," kata Zulkifli melaui telepon selulernya kepada SIB, Sabtu (16/2).

Menganggapi hal tersebut, Kasubag Humas RSUP H Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak SSos MIkom mengatakan bayi Ratna Astuti tidak lahir di rumah sakit tipe A ini.

Pasien tersebut lahir tanggal 12 Januari 2019 di RS Yoshua Lubukpakam, dirujuk ke RS Adam Malik tanggal 13 Januari 2019 dengan kondisi kejang. Sampai saat ini kondisi bayi masih memerlukan perawatan khusus di unit perinatologi. "Belum ada indikasi pulang," tegasnya kepada wartawan saat dikonfirmasi, malam hari.

Terkait masalah jaminan, memang jaminan pasien sampai saat ini umum. Karena orangtuanya baru bisa menunjukkan kartu BPJS Kesehatan pasien pada tanggal 22 Januari 2019, atau tepatnya sembilan hari setelah pasien dirawat. Sementara, peraturan BPJS Kesehatan menyatakan pengurusan administrasi waktunya adalah 3x24 jam.

"Jadi kami membantah bahwa kami menahan pasien karena masalah biaya. Pasien sampai saat ini ditangani dengan baik dan sama sekali belum ada indikasi pulang dari dokter," jelas Rosa. (C06/A17/h)


T#gs Ratna Harus Bayar Rp32 Juta ke RS Adam Malik Baru Diizinkan PulangUsai Melahirkan
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments