Kamis, 02 Apr 2020
  • Home
  • Headlines
  • Untuk Memudahkan Para Wajib Pajak, Ditjen Pajak akan Ganti EFIN dengan OTP

Untuk Memudahkan Para Wajib Pajak, Ditjen Pajak akan Ganti EFIN dengan OTP

Kamis, 13 Februari 2020 23:02 WIB
money.kompas.com

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak terus berupaya memudahkan para wajib pajak agar semakin mudah dalam melaporkan kewajiban perpajakannya.

Jakarta (SIB)
Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak terus berupaya memudahkan para wajib pajak agar semakin mudah dalam melaporkan kewajiban perpajakannya. Langkah terkini, Ditjen Pajak bakal mengganti Electronic Filing Identification Number (EFIN) dengan One-Time Password (OTP), sehingga wajib pajak tak perlu lagi ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk mengetahui EFIN-nya.

"EFIN menjajaki dengan OTP, semoga keburu (tahun ini). Bukan teknisnya, tapi MoU dengan beberapa operator dan kesiapan menyambung ke sistem kita," ujar Direktur Teknologi Informasi dan Komunikasi Ditjen Pajak Iwan Djuniardi di Jakarta, Selasa (11/2).

Sebagai informasi, EFIN adalah nomor identitas yang diterbitkan Ditjen Pajak kepada wajib pajak untuk melakukan transaksi elektronik atau e-Filing pajak. Selama ini, untuk bisa mendapatkan EFIN, wajib pajak perlu menyambangi KPP terdekat untuk mengajukan permohonan aktivasi EFIN. Setelah mendapatkan EFIN pajak dari petugas KPP, wajib pajak harus melakukan aktivasi melalui laman djponline dan mendapatkan email konfirmasi yang berisi password untuk bisa mengakses e-filing.

Namun, karena tidak semua WP merupakan pengguna aktif email, banyak dari WP ketika lupa EFIN dalam masa pelaporan SPT merasa kerepotan karena harus kembali KPP untuk bisa mendapatkan kode EFIN yang baru. Dengan menggunakan OTP diharapkan WP bisa lebih mudah dalam melaporkan Surat Pemberitahunan (SPT) Tahunannya. "Supaya teman-teman wajib pajak lebih mudah, karena enggak ribet, dari sisi pajak juga tidak perlu membuka email dan sebagainya," ujar Iwan.

OTP sendiri merupakan kode verifikasi atau kata sandi sekali pakai yang terdiri dari 6 digit karakter unik dan rahasia, yang umumnya dikirimkan melalui SMS atau email.

Iwan melanjutkan, nantinya wajib pajak akan diminta memberikan data secara valid sehingga seluruh data pajak juga akan terverifikasi dan terhubung dengan nomor. "Kita lihat, masyarakat masih banyak yang belum aktif menggunakan e-mail, meski data menunjukkan populasi penduduk dengan jumlah handphone lebih banyak jumlah handphone-nya. Kita yakini, tren orang Indonesia saat ini menggunakan OTP. Kita kejar ini bisa Maret, kalau tahun depan sudah pasti," ujar dia. (Kompas.com/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments