Selasa, 22 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Ungkap Dana Teroris, Densus 88 Koordinasi dengan Kedubes 6 Negara

Ungkap Dana Teroris, Densus 88 Koordinasi dengan Kedubes 6 Negara

* Kelompok MIT Punya Kaki Tangan Warga Kampung
admin Kamis, 25 Juli 2019 09:42 WIB
Brigjen Dedi Prasetyo
Jakarta (SIB) -Densus 88 Antiteror Polri berkoordinasi dengan Kedutaan Besar (kedubes) enam negara tentang adanya aliran dana terorisme ke Indonesia. Negara-negara itu antara lain Trinidad Tobago, Maladewa, Venezuela, Jerman, Malaysia, dan Filipina.

"Densus susah menyampaikan para perwakilan Kedubes yang ada di Indonesia. Masing-masing Kedubes ada liason officer-nya di bidang kemananan dan pertahanan. Diundang oleh Densus 88 untuk mengkomunikasikan sekaligus tukar menukar informasi terkait jaringan terorisme di Indonesia dan di beberapa negara," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/7).

Sebelumnya, Dedi menyampaikan Densus 88 Antiteror mendapati adanya aliran dana dari Trinidad Tobago, Maldives, Venezuela, Jerman dan Malaysia untuk kegiatan kelompok radikal di Indonesia, yaitu Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Dana dari luar negeri itu juga digunakan untuk memberangkatkan anggota teroris asal Indonesia ke Filipina Selatan dan Suriah.

"Info yang saya dapat dalam waktu dekat ini Densus mengundang para perwakilan Kedubes untuk saling tukar informasi, untuk mengungkap jaringan JAD yang di Indonesia maupun di beberapa negara," tutur Dedi.

Polri berharap masing-masing negara menindaklanjuti temuan ini. "Mereka juga bergerak, kita juga bergerak," imbuh Dedi.

Dana dari luar negeri itu dikirim oleh beberapa orang yang berada di lima negara kepada teroris Saefulah dan anggota JAD Sumatera Barat (Sumbar) Novendri. Polisi saat ini meyakini Saefulah telah berada di Khurasan (sebutan untuk sebagian Asia Tengah), sementara Novendri berhasil ditangkap Densus 88 Antiteror pada Kamis, 18 Juli kemarin, di Padang, Sumbar.

"Saefulah ini menerima beberapa kiriman dana seperti dari negara Trinidad Tobago sebanyak 6 kali, Maldives dua kali, Venezuela satu kali, Jerman dua kali dan Malaysia satu kali. Uangnya diteruskan Novendri untuk dialirkan ke kelompok JAD dan MIT," kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (23/7).

Tangan Warga Kampung
Sementara itu, kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora disebut menerima aliran dana dari jaringan teroris luar negeri. Meski berada di gunung, dana tersebut dapat diterima dengan bantuan dari warga-warga sekitar Parigi Moutong (Parimo) yang menjadi kaki tangan Ali Kalora.

"Kan ada kaki tangannya, di kampung-kampung," kata Dedi.

Dedi menuturkan saat ini kelompok Ali Kalora diduga mengalami kesulitan dalam menerima bantuan logistik dan dana. Hal itu dikarenakan Satgas Tinombala telah mengepung kampung-kampung di sekitar Parimo.

"Mereka akan kesulitan karena kelompok Ali Kalora sudah dikepung pasukan Tinombala gabungan TNI-Polri," ucap Dedi.
Dedi meyakini Ali Kalora dan kelompoknya dapat ditangkap Satgas Tinombala karena kelompok bentukan Abu Wardah alias Santoso itu saat ini terpojok.

"Tinggal menunggu waktu saja. Kalau dukungan mereka sudah habis, mereka akan semakin terpojok. Saya punya keyakinan Satgas Tinombala dapat melakukan upaya penangkapan terhadap Ali Kalora," tutur Dedi. (detikcom/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments