Jumat, 24 Jan 2020

UEA Siapkan Rp 319 T Investasi di Indonesia

* Indonesia - UEA Kerja Sama Kontra Terorisme
redaksi Selasa, 14 Januari 2020 09:12 WIB
Biro Pers Sekretariat Presiden
BERTEMU : Presiden Jokowi didampingi Luhut B Pandjaitan bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA Mohamed bin Zayed di Istana kepresidenan Qasr Al Watan di Abu Dhabi,UEA,pada Minggu (12/1).
Jakarta (SIB)
Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) siap menggelontorkan investasi sebesar US$ 22,8 miliar atau setara dengan Rp 319,2 triliun (kurs Rp 14.000) di Indonesia, melalui Sovereign Welth Fund, bersama dengan Masayoshi dari Softbank (Jepang), dan juga dari International Development Finance Corporatio (IDFC) Amerika Serikat.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan UEA ingin berkontribusi bagi negara Indonesia karena memiliki penduduk Islam terbanyak.

"Tadi dibicarakan dari Presiden mengenai Sovereign wealth fund waktu tete a tete (pertemuan empat mata) kebetulan saya ada, bahwa Crowned Prince berulang kali mengatakan bahwa Indonesia adalah sahabat kami yang sangat dekat. Berulang kali beliau mengingatkan bahwa Indonesia penduduk Islam terbanyak. Jadi, mereka ingin berkontribusi bagi negara Indonesia," kata Luhut dikutip dari laman Sekretariat Kabinet RI, Senin (13/1).

Luhut menilai, persetujuan investasi yang disampaikan Putra Mahkota UEA, Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed adalah kesepakatan investasi terbesar dalam sejarah Indonesia di negara Timur Tengah.

Jadi Dewan Pengarah
Topik pembangunan ibu kota negara (IKN) yang baru di Kalimantan Timur juga dibahas dalam pertemuan antara Jokowi dengan Mohammed bin Zayed (MBZ). MBZ diminta menjadi Dewan Pengarah pembangunan IKN yang baru.

"Presiden meminta crown prince sebagai dewan pengarah di pembangunan ibu kota dan saya pikir menjawab pertanyaan orang, nanti Indonesia ke sana atau tidak. Jadi sesama brother, mungkin sekali, bukan mungkin, istilah titlenya saja seperti apa, tapi ketuanya crown prince Mohammed bin Zayed, dan anggotanya ada beberapa nama terkenal lainnya," Luhut Pandjaitan.

Luhut mengatakan, posisi ini bisa diisi nama-nama beken, termasuk investor dari China. Namun ditegaskannya, klaster pemerintah tetap digarap pemerintah pusat dengan menggunakan APBN.

"Siapa saja yang tempati, mau dari Tiongkok, dari mana saja. Tapi Presiden menyampaikan pembangunan kantor pemerintah itu dari APBN, jadi yang tidak APBN itu yang non (klaster) pemerintah," ujar Luhut.

Pemerintah memang tengah merayu sejumlah pihak untuk ikut menggarap IKN di Kaltim. Pemerintah mengajak Softbank dan IDFC First Bank ikut terlibat berinvestasi.

"Jadi secara khusus juga dibicarakan mengenai pembangunan ibu kota baru. Jadi dengan ini crown prince memberikan komitmen akan masuk ke dalamnya tadi juga sempat terucapkan nilainya akan terbesar di antaranya IDFC maupun Softbank, dan lain-lain," ujar Luhut.

Rumah Kedua
Sebelumnya, Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan masyarakat Indonesia selalu menganggap UEA sebagai rumah kedua. "Selamat datang di rumah kedua," kata Putra Mahkota Mohamed bin Zayed (MBZ) saat menyambut Jokowi pada Minggu (12/1) malam.

Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Qasr Al Watan, Abu Dhabi, Putra Mahkota Mohamed bin Zayed, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden dan seluruh delegasi Indonesia.

Ia bahkan terlihat menarikkan kursi untuk Presiden Jokowi saat akan duduk untuk menandatangani buku tamu kepresidenan. MBZ terlihat beberapa kali memegang dan menjabat tangan Presiden Jokowi dengan erat dan tersenyum penuh rasa keakraban.

Mereka terlihat bercakap penuh kehangatan bahkan saat kedatangan Presiden Jokowi di Istana Qasr Al Watan. Selama kunjungannya di Indonesia beberapa waktu lalu, Putra Mahkota Mohamed bin Zayed mengakui merasa terkesan dengan penyambutan di Indonesia.

"Kami meniru apa yang dilakukan di Indonesia. Di sini juga kita bertemu dengan anak-anak yang membawa bendera UEA dan Indonesia," kata Putra Mahkota Mohamed bin Zayed.

Setelah pertemuan itu, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan ia bisa melihat hubungan pribadi antara Presiden dengan Putra Mahkota UEA sangat cair dan hangat.

"Dan lebih daripada itu (angka investasi yang disepakati) saya melihat tadi waktu makan malam hubungan pribadi Presiden dengan Crown Prince Mohamed Bin Zayed betul-betul sangat cair sekali. Crown Prince menghormati Jokowi sebagai big brother," kata Luhut.

Kerja Sama
Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan, dalam pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dengan Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed itu dihasilkan 16 kerja sama. Rinciannya 5 kerja sama sifatnya G to G, sementara 11 kerja sama yang lain sifatnya adalah business.

"Untuk G to G nya adalah di bidang pendidikan Islam, kemudian kesehatan, kemudian pendidikan itu sendiri, terus kemudian dari agriculture, dan untuk counter terrorism. Sedang yang 11 lainnya adalah sifatnya B to B (Business to Business)," jelas Menlu.
Indonesia dan UEA juga bekerja sama dalam menyebarkan toleransi. Retno mengatakan, UEA merupakan negara dengan tingkat toleransi tinggi.

"Dan juga kerja sama dalam mensyiarkan toleransi karena teman-teman ingat tahun lalu ingat bahwa di sini adalah the year of tolerance, tingkat toleransinya sangat tinggi. Mereka (UEA) adalah negara Islam, tetapi dengan toleransi sangat tinggi," kata Retno. (Republika/detikcom/T/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments