Senin, 21 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Tol Tebingtinggi-Serbelawan dan P Siantar Dimulai, Rampung Akhir 2020

Tol Tebingtinggi-Serbelawan dan P Siantar Dimulai, Rampung Akhir 2020

admin Kamis, 25 Juli 2019 09:40 WIB
SIB/Bonny Sembiring
LIHAT MASTER PLAN: Perwakilan KSP, Febri Celvin Teletepa didampingi Direktur Operasi I PT Waskita Didit Umar Prihadi dan Direktur PT Hamawas Wikumukti melihat master plan pembangunan Tol Tebingtinggi-Serbelawan, Rabu (24/7).
Tebingtinggi (SIB) -PT Hutama Marga Waskita (Humawas) menggelar doa bersama dan syukuran atas dimulainya pekerjaan jalan tol ruas Tebingtinggi-Serbelawan SAT 0+000 hingga 30+300 (seksi 3), Rabu (24/7), di areal PTPN 3 Kebun Rambutan, tepatnya di Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

Direktur PT Hamawas, Wikumukti mengatakan, ruas tol yang akan dikerjakan sepanjang 143,5 kilometer tersebut meliputi tol Tebingtinggi, Kuala Tanjung dan Indrapura. Kemudian, tol seksi 30,3 kilometer (Tebingtinggi-Pematangsiantar) dan selanjutnya menuju Parapat (Danau Toba).

Untuk mencapai target percepatan pembangunan tol tersebut, sambungnya, butuh kerja keras dan sinergitas bersama seluruh pihak terkait, sehingga proyek Humawas bisa rampung akhir tahun 2020.

"Ini proyek kita bersama yang membutuhkan kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder)," ujar Wikumukti.
Menurutnya, dalam proses pembangunan tol tersebut, banyak kepala daerah yang memberikan dukungan terkait pembebasan lahan serta percepatan ganti rugi kepada masyarakat yang tanahnya terkena jalur tol.

"Kepada Direksi PTPN 3 (Persero), saya juga mengucapkan terimakasih karena sudah memberikan izin pembangunan jalan tol, meskipun belum dibayar," ucap Wikumukti

Sementara, Direktur Operasi I PT Waskita Karya Didit Umar Prihadi menyatakan, kegiatan tersebut bukan agenda peletakkan batu pertama (ground breaking), melainkan kumpul dan doa bersama atas pembangunan Jalan Tol Tebingtinggi-Serbelawan.

"Kita punya waktu 18 bulan untuk penyelesaian sepanjang 143,4 kilometer yang didukung segenap stakeholder. Saat ini pengerjaan ruas Jalan Tol Tebingtinggi-Pematangsiantar sepanjang 30 km dilakukan pada musim kering, karena terdapat 5 jembatan sungai.

Pekerjaan ini cukup berat dan tanggungjawab bersama yang harus kita kerjakan," katanya. Perwakilan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Febri Celvin Teletepa menegaskan, kegiatan itu memang bukan ground breaking.

"Kalau peletakkan batu pertama, Presiden RI atau Wakil Presiden yang hadir. Tapi kegiatan ini hanya syukuran dan doa bersama untuk proses pengerjaan proyek tol Kuala Tanjung-Tebingtinggi dan Tebingtinggi-Pematangsiantar. Tol ini harus segera dikerjakan sebagai wujud nyata program percepatan pembangunan Presiden Jokowi. Mengingat, setiap program-programnya memang untuk meningkatkan perekonomian daerah setempat. Jika tembus ke Pelabuhan Kuala Tanjung, maka akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang baik.

"Terimakasih PTPN 3 dan Kakanwil BPN setempat, karena cepat melakukan pembebasan lahan untuk proyek tol ini," ungkapnya.
Tampak hadir dalam kegiatan itu, unsur Forkompinda Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Serdangbedagai serta Forkopimda Tebingtinggi dan para pejabat lainnya. (T01/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments