Kamis, 21 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Tim Polda Sumut, Pemko dan BKN Dikirim ke Belanda Cari "Blue Print" Pembangunan Kota Medan Masa Kolonial

Tim Polda Sumut, Pemko dan BKN Dikirim ke Belanda Cari "Blue Print" Pembangunan Kota Medan Masa Kolonial

admin Sabtu, 21 September 2019 09:23 WIB
SIB/Dok
BERSIHKAN GEDUNG: Usai membersihkan gedung bersejarah termasuk gedung Warenhuis di Jalan Hindu Medan, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto didampingi Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (20/9).
Medan (SIB) -Tim gabungan dari Polda Sumut, Pemko Medan dan Badan Kearsipan Nasional (BKN) dikirim ke Belanda untuk mencari data cetak biru (blue print) pembangunan Kota Medan pada masa pemerintahan kolonial.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, tim ini akan diberangkatkan, hari ini, Sabtu (21/9) untuk bertugas selama sepekan mencari semua data mengenai pembangunan di Kota Medan.

"Mereka berangkat ke sana, untuk menyelamatkan aset-aset, terutama bangunan milik Pemerintah Belanda yang tak kembali ke Pemerintah Indonesia, tetapi justru dikuasai masyarakat," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (20/9).

Bila data dari Belanda itu diperoleh, Agus berharap pihaknya dapat mengetahui dokumen asli penataan dan pembangunan Kota Medan. Sebab kata dia, selain bangunan bersejarah, ada juga terowongan bawah tanah yang dibangun, namun hingga kini belum diketahui letaknya.

"Sehingga dengan data-data yang kita peroleh, kita akan upayakan itu bisa kembali ke pemerintah. Kemudian diperbaiki dan dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menyumbang devisa negara," jelasnya.

Agus menyebutkan, pihaknya termasuk Pemko Medan menduga, hingga kini masih banyak bangunan bersejarah yang ada di Medan yang dikuasai oleh masyarakat tanpa hak. Salah satu upaya penyelamatan itu adalah dengan mengetahui lanskap penataan dan pembangunan kota dari data cetak biru yang diyakini berada di Belanda.

Selanjutnya, setelah data tersebut diperoleh dan bangunan bersejarah yang ada bisa dikuasai pemerintah, maka pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya pengelolaan bangunan tersebut kepada Pemko Medan. "Mau dijadikan apa gedung itu, terserah. Yang penting, nilai sejarah harus diselamatkan, kemudian masyarakat bisa sejahtera," pungkasnya.

Wali Kota Medan, T Dzulmi Eldin menambahkan, bangunan-bangunan bersejarah yang telah dan akan dikuasai pemerintah, akan digunakan untuk menggenjot wisatawan ke Medan. "Kami berharap, bangunan-bangunan ini akan menjadi ikon Kota Medan," katanya.

Di samping itu, terang Wali Kota, Pemko Medan juga berencana menjadikan kawasan Ahmad Yani sebagai ikon wisata sejarah Kota Medan. Sebab, di kawasan tersebut, hingga kini masih banyak berdiri bangunan bersejarah yang dulu membuat Medan dikenal sebagai Paris van Sumatera.

"Nanti akan kita buat pedestrian lebih baik lagi. Sehingga wisatawan bisa berjalan kaki dengan nyaman dan aman di wilayah ini," tandasnya.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto bersama jajarannya didampingi Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin mengunjungi sejumlah gedung bersejarah termasuk Gedung Warenhuis di Jalan Hindu, Medan, Jumat (20/9). Dalam kunjungannya itu, mereka juga ikut membersihkan sisa-sisa sampah yang masih berserak di beberapa sudut ruangan.

Seperti diketahui, Gedung Warenhuis ini sendiri merupakan gedung bersejarah yang berada di Jalan Ahmad Yani VII-Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat. Bangunan berlantai 2 ini dibangun pada 1916 dengan arsitek berkebangsaan Jerman.

Angka tahun pendirian bangunan ini tertulis pada bagian tembok bangunan. Selain itu, nama sang arsitek bangunan, G Bos juga tertulis di dinding tembok gedung tersebut. (M18/M15/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments