Kamis, 02 Jul 2020
PalasBappeda

Terkait Kasus Dugaan Korupsi Rp1,7 M

Tim Pidsus Kejari Tobasa Geledah Kantor Disnaker

admin Selasa, 17 September 2019 12:00 WIB
SIB/Antoni Marpaung
PERIKSA DOKUMEN : Kasie Pidsus Kejari Tobasa Hiras (kanan), saat menggeledah dan memeriksa dokumen, di ruang kerja Kadisnaker Tobasa, Senin (16/9).
Tobasa (SIB) -Tim Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Pidsus Kejari) Tobasa menggeledah Kantor Disnaker Tobasa terkait kasus dugaan korupsi proyek padat karya tahun anggaran 2018 senilai Rp 1,8 miliar, Senin (16/9).

Jaksa Hiras selaku ketua tim bersama delapan anggotanya melakukan penggeledahan dan meneliti seluruh dokumen di ruang kantor dinas tersebut, termasuk ruang kerja Kadisnaker Tobasa yang dijabat Tumpal Sianturi.

Penggeledahan ini dimulai sejak pukul 14.30 WIB dan hingga berita ini dikirim ke redaksi masih dalam pemeriksaan dokumen di kantor dinas tersebut. Ketua Tim Pidus yang juga menjabat Kasie Pidsus Kejari Tobasa tampak serius melakukan pemeriksaan di ruang kerja Kadisnaker Tobasa, sementara para anggota lainnya melakukan penggelahan di ruang lain termasuk pemeriksaan komputer.

Kajari Balige Jefry Maukar melalui Kasie Pidsus kepada wartawan di sela penggeledahan itu mengatakan, tim Pidsus saat ini telah melakukan tahapan penyidikan atas kasus dugaan korupsi yang seluruhnya berjumlah Rp 1,7 miliar yang sumber dananya berasal dari APBD Tobasa 2018.

Dikatakan, penyidikan berawal dari laporan masyarakat atas dugaan korupsi kegiatan proyek di Desa Pagar Batu dan Desa Sibuntuon dengan masing-masing kegiatan bernilai Rp 100 juta. Kemudian pemeriksaan berkembang ke 15 desa lainnya sehingga total ada 17 desa dengan total nilai proyek Rp 1,7 miliar. Hingga saat ini masih empat orang yang telah diperiksa tim penyidik Kejari Tobasa dan akan menyusul beberapa orang lainnya.

Menurut Hisar, hingga saat ini belum ada yang ditetapkan menjadi tersangka menunggu hasil ekspos dalam waktu dekat. "Segera dalam waktu dekat akan kita gelar ekspos, kemudian kita tetapkan tersangkanya," katanya.

Kadisnaker Tobasa, Tumpal Sianturi kepada wartawan mengatakan, dirinya sudah dimintai keterangan oleh kejaksaan termasuk pengawas, penerima barang dan bendahara. "Mungkin menyusul para kepala desa," ujarnya seraya menambahkan kegiatan proyek tersebut sudah terlaksana seluruhnya dan tidak ada yang fiktif. (H02/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments