Senin, 14 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Tersangka Kasus Rusunawa Sibolga Serahkan Diri Ke KPK

Tersangka Kasus Rusunawa Sibolga Serahkan Diri Ke KPK

Selasa, 21 Januari 2014 22:47 WIB
SIB/int
Walikota Sibolga Syafri Hutauruk
Jakarta(SIB) -Tersangka kasus mark up pengadaan lahan Rusunawa Sibolga,  Januar Efendi Siregar, serahkan dirinya dan bukti-bukti ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta  Selasa (21/1).

Januar Efendi Siregar didampingi Kuasa Hukumnya, Raja Induk Sitoempultiba digedung KPK, sekitar Pukul 14.00 wib.

"Saya hanya dijadikan tumbal oleh Walikota Sibolga Sarfi Hutauruk. Dia yang memerintahkan saya melakukan pembayaran tanah itu, tapi tidak dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara,"kata Januar saat tiba digedung KPK untuk menyerahkan diri kepada Pimpinan KPK, Selasa (21/01)

Ditegaskan Januar, dirinya lebih percaya dalam penanganan kasus korupsi ini, ditanggani secara langsung oleh KPK. Alasannya, KPK lebih obyektif dalam mengangani suatu kasus korupsi, sehingga dia meminta kasus yang melilitnya diusut KPK.

"Kalau saya dijadikan tersangka, Sarfi juga harus tersangka biar penergakan hukum itu tidak tebang pilih. Saya bawa bukti keterlibatan dia (Sarfi-red) dan akan saya serahkan ke KPK," tegasnya

Januar mengakui dirinya telah melakukan pembayaran tanah Rusunawa sebanyak dua kali, atas perintah Sarfi selaku Walikota Sibolga.

Sementara itu, Kuasa Hukum Januar Raja Induk Sitoempul menegaskan dirinya heran kliennya ini dijadikan tersangka. Padahal Januar hanya menjalankan tugas sebagai pelaksana saja dan bukan pengambil keputusan.

"Sebelumnya kami pernah mendatangi Kejati Sumut, agar kasus yang dialami oleh kliennya ini untuk segera ditindaklanjuti secepatnya.

Namun, kami mendesak apabila, dalam proses penyelidikanya, Walikota Sibolga terbukti terlibat, Kejati harus juga menjadikannya sebagai tersangka. Tetapi itu semua kewenangan pihak Jaksa," kata Radja Saat dihubungi melalui telepon.

Dia juga berkeyaninan, dari fakta dan bukti-bukti yang dia pelajari, kliennya tersebut sangat janggal untuk ditetapkan sebagai tersangka

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menetapkan mantan Kadis PKAD Sibolga Januar Efendi Siregar sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Rusunawa senilai Rp5,3 miliar tahun anggaran 2012 itu. Bersamanya, Adely Lis alias Juli selaku pemilik lahan juga ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam proses penyidikannya, Wali Kota Syarfi Hutauruk telah diperiksa sebagai saksi. Turut juga diperiksa Muhammad Sugeng selaku Sekertaris Daerah (Sekda) Pemko Sibolga, Ir Basar Sibarani selaku Asisten I Pemko Sibolga yang juga wakil ketua tim penilai harga tanah, Ir Tumbur Harahap selaku Kepala Dinas Kebersihan Penataan Ruang dan Pertamanan yang juga anggota tim penilai harga tanah, juga pernah diperiksa.

Kejati Sumut menemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp5,1 miliar lebih. Naiknya perkara ini pada tanggal 14 Mei 2013, dalam perkara tipikor mark up belanja modal pengadaan tanah sarana perumahan dan perkantoran seluas kurang lebih 7.171 M2 di Jalan Merpati-Jalan Mojopahit, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan pada Pemko Sibolga TA 2012 sebesar Rp5,312 miliar.

Terjadinya dugaan korupsi ini, bermula adanya  mark up harga nilai pembelian lahan dari warga pemilik tanah sehingga merugikan keuangan negara.

Untuk pengadaan tanahnya sudah ada ketentuan yang baru tahun 2012, namun belum ada peraturan pelaksananya. Awalnya tanah itu dibeli dengan harga Rp1,5 miliar kemudian berikutnya Rp5,3 miliar, sehingga total dana yang dibayarkan sebesar Rp6,8 miliar dari APBD 2012 (BAS)
T#gs KPK
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments