Minggu, 27 Sep 2020
  • Home
  • Headlines
  • Tersangka Alkes RS Pringadi Medan Mangkir Dari Panggilan Penyidik Polresta

Tersangka Alkes RS Pringadi Medan Mangkir Dari Panggilan Penyidik Polresta

Senin, 27 Januari 2014 12:23 WIB
SIB/Int
Ilusrasi Alkes
Medan (SIB)- Kasus dugaan korupsi proyek Alat Kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Dr Pirngadi Medan, hingga kini masih diproses Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polresta Medan.

Empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka di antaranya Pengguna Anggaran (PA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Unit Pengadaan Layanan (UPL) dan rekanan.

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Jean Calvijn Simanjuntak ketika dikonfirmasi mengatakan, salah satu tersangka seharusnya menjalani pemeriksaan Jumat (24/1) kemarin.

Namun yang bersangkutan mangkir karena alasan sakit. "Kemarin sudah kita panggil, tapi yang bersangkutan tidak datang. Langkah selanjutnya, kita akan melayangkan surat panggilan kedua terhadap yang bersangkutan," ujarnya, Minggu (26/1).

Ditanya siapa nama tersangka yang dipanggil tersebut, Calvijn belum mau memberikan penjelasannya secara rinci. Namun dipastikannya, jika panggilan kedua tidak diindahkan, maka yang bersangkutan akan dijemput paksa sesuai prosedur hukum.

"Sah-sah saja dia (tersangka) membuat alasan (tidak hadir). Karena kita juga menghormati prosedur hukum. Tapi, jika panggilan selanjutnya tak juga diindahkan, maka akan kita jemput paksa," ujarnya.

Informasi diperoleh  menyebutkan bahwa tersangka yang akan dipanggil pihak penyidik adalah seorang wanita yang disebut-sebut merupakan staff di RSU Pirngadi Medan.

Disinggung mengenai hal itu, Kasat membenarkannya. Tapi ia tidak menjelaskan, apakah wanita dimaksud merupakan staff di RSU Pirngadi Medan.

"Nanti kalau sudah datang, baru akan kita informasikan," terangnya singkat. Sekedar diketahui, kasus dugaan korupsi Alkes RSU Pirngadi Medan ini bermula dari penyelidikan yang dilakukan pihak Dit Reskrimsus Polda Sumut.

Dalam penyelidikannya, proyek yang bersumber dari Direktorat Jendral (Dirjen) Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Tahun Anggaran (TA) 2012 yang ditaksir mencapai Rp2,5 miliar, diduga terdapat mark-up, dalam proses pengadaan alat-alat kesehatan tersebut. Setelah ditangani, pihak Polda Sumut kemudian melimpahkan kasus itu ke Polresta Medan pada Agustus 2013 lalu. (A12/f)

T#gs AlkesMedan
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments