Senin, 16 Sep 2019
  • Home
  • Headlines
  • Terpidana Tamin Sukardi Bayar Angsuran Uang Pengganti Rp12,972 M ke Kejari Deliserdang

Laksanakan Putusan MA

Terpidana Tamin Sukardi Bayar Angsuran Uang Pengganti Rp12,972 M ke Kejari Deliserdang

admin Sabtu, 24 Agustus 2019 10:29 WIB
SIB/Roni Hutahaean
TERIMA UANG PENGGANTI: Kajari Deliserdang Harli Siregar SH MHum melaksanakan penerimaan uang pengganti sebesar Rp 12.972 miliar sebagai cicilan I terkait salinan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1131 Tertanggal 27 Mei 2019 yang berkekuatan hukum tetap (inkrah) terhadap terpidana Tamin Sukardi dalam kasus penjualan lahan milik negara yang diterima pimpinan Bank BRI Cabang Pembantu Lubukpakam Kabupaten Deliserdang.
Lubukpakam (SIB) -Kejaksaan Negeri (Kejari) Deliserdang menerima uang pengganti sebesar Rp 12.972 miliar lebih sebagai cicilan I (pertama) sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1131 tertanggal 27 Mei 2019 terhadap terpidana Tamin Sukardi dalam kasus penjualan lahan milik negara, Jumat (23/8) sore.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Deliserdang Harli Siregar SH MHum membenarkan pihaknya telah menerima uang pengganti (UP) sebesar Rp 12.972 miliar lebih dari total uang pengganti kerugian negara yang harus dibayar Tamin sebesar Rp 103 miliar. Pembayaran itu dilakukan dalam tenggat waktu 24 bulan dengan cara 8 kali angsuran.

Pembayaran itu dilunasi PT Agung Cemara Reality dengan memberikan jaminan sertifikat hak milik nomor 222, dimana tanah dan bangunan kantor yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Medan seluas 1.430 meter, nilainya dianggap sama.

Kata Harli, sebelumnya pihak Kejari Deliserdang telah mengeksekusi dua lahan di Pasar 4 Desa Helvetia Kecamatan Labuhandeli Kabupaten Deliserdang yang sempat dikuasai terpidana Tamin Sukardi dan memasang spanduk di dua objek yang telah dieksekusi.

Lahan seluas 32 hektare yang dieksekusi itu hasil keputusan MA dikembalikan kepada Dewan Pengurus Al-Washliyah. Namun lahan seluas 74 hektar diserahkan kepada Mujianto selaku Direktur PT Agung Cemara Realty (ACR).

Dalam kasus ini, Mahkamah Agung telah menghukum Tamin Sukardi selaku mantan Direktur PT Erni Putra Terari dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Tamin Sukardi juga dihukum 6 tahun penjara dalam kasus penyuapan hakim PN Medan.

Tanah seluas 74 Ha yang awalnya dikuasai PT Erni Putra Terari dari seluas 126 Ha terletak di Pasar IV Desa Helvetia Kecamatan Labuhandeli Kabupaten Deliserdang, tetap berada dalam penguasaan hak PT ACR yang diwakili Mujianto selaku direktur.

Dengan kewajiban hukum, PT ACR harus membayar kekurangan pembayaran yang belum dilunasi kepada terpidana Tamin Sukardi bertindak selaku kuasa Direktur PT Erni Putra Terari untuk menerima uang pembayaran ganti rugi, untuk selanjutnya disetor ke kas negara sebagai pengganti kerugian negara.

Bahwa uang pengganti kerugian negara yang harus dibayar sebesar itu sebesar Rp. 103.781.802.258,- dan pembayaran dilakukan dengan tenggat waktu 24 bulan dengan cara 8 kali pembayaran. Angsuran pertama dibayarkan Rp. 12.972.725.282.25.

Uang pengganti itu lalu dititipkan Kejari Deliserdang di Bank BRI Cabang Pembantu Lubukpakam Kabupaten Deliserdang yang turut dihadiri Kasi Intel, Muhammad Iqbal SH MH, Kasi Pidsus, Afrijal SH MH, Kasipidum Olan Pasaribu SH MH, Kasidatun Lamro Simbolon SH. Serta perwakilan PT ACR dan pimpinan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank BRI Lubukpakam, "Pembayaran uang pengganti dengan jaminan, perkara tindak pidana korupsi terhadap terpidana Tamin Sukardi telah dilaksanakan dan berjalan dengan lancar" tegas Kajari Deliserdang Harli Siregar SH MHum. (T04/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments