Minggu, 19 Jan 2020

Teroris Berencana Ledakkan Bom di KPU

Pemerintah Tindak Tegas Siapa pun Perusuh 22 Mei, Banser Siapkan 5 Juta Kader Bantu Aparat
admin Minggu, 19 Mei 2019 09:45 WIB
Ant/Arif Firmansyah
OLAH TKP : Polisi berjaga saat olah TKP pascapenangkapan terduga teroris di wilayah RT 10/10 Nanggewer Mekar, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/5). Densus 88 Antiteror Polri bersama Polres Bogor melakukan penindakan, penangkapan dan penggeledahan di rumah tersangka teroris. Petugas menemukan sejumlah bahan dasar kimia untuk merakit bom, berbagai jenis senjata tajam, rangkaian detonator, buku cara merakit bom dan buku jihadis pada Jumat (17/5)
Bogor (SIB) -Endang alias Abu Rafi alias Pak Jenggot, terduga teroris yang diamankan Densus 88 Antiteror di Cibinong, Kabupaten Bogor, termasuk teroris yang berencana melakukan aksi teror pada 22 Mei 2019. Polisi pun menjelaskan alasan kelompok-kelompok teroris menyasar tanggal tersebut untuk melakukan serangan.

"Sasaran mereka (jaringan teroris Pak Jenggot) tetap sama, yang pertama adalah toghut, artinya mereka akan menyasar aparat kepolisian yang sedang melaksanakan tugas. Yang kedua sama dengan sasaran JAD yang kita tangkap terdahulu, baik dia JAD Lampung kemudian JAD Bekasi, maupun JAD Jawa Tengah, mereka akan menyiasati ketika terjadi kerumunan massa di tanggal 22 Mei yang akan datang di depan KPU," jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Pernyataan itu disampaikan Brigjen Dedi saat meninjau rumah Pak Jenggot yang menjadi tempat penyimpanan bom panci, bom pipa dan bahan peledak lainnya di Nanggewer, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/5).

Dedi menerangkan bukan tanpa alasan kelompok-kelompok teroris ini menargetkan beraksi di 22 Mei, karena mereka mengikut dinamika politik yang terjadi dan melihat tanggal tersebut sebagai momen yang pas untuk menunjukan eksistensi teroris di Tanah Air.

"Mereka mengikuti dinamika perkembangan masyarakat saat ini. Dengan mereka akan melakukan serangan terorisme, aksi terorisme bom baik itu suicide bomber, kemudian bom yang diletakkan, maupun serangan-serangan terorisme yang lainnya di tanggal 22 ini, mereka memberikan pesan kepada jaringan internasionalnya Firki Abu Hamzah," terangnya.

"Bahwa kelompok ini masih eksis dan bisa melakukan serangan terhadap kegiatan-kegiatan masyarakat yang menjadi konsentrasi mereka juga," lanjut dia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik Densus 88 Antiteror terhadap para teroris yang ditangkap, lanjut Dedi, Bulan Ramadan dinilai sebagai momentum bagi mereka berjihad.

"Bulan puasa ini merupakan suatu momentum bagi mereka untuk melakukan jihadnya, melakukan amaliahnya. Pas kebetulan di bulan puasa ini ada momentum besar yaitu momentum nasional, 22 Mei akan diumumkan secara nasional hasil penghitungan suara baik pemilihan presiden," ungkap Dedi.

Polisi Ledakkan 6 Bom
Sebelumnya, polisi telah menghancurkan atau mendisposal bom panci milik terduga teroris Endang alias Abu Rafi alias Pak Jenggot. Ada enam bom yang diledakkan.

Berdasarkan pantauan, bom didisposal di tanah lapang dekat Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/5). Bom tersebut diletakkan sekitar 100 meter dari bibir jalan raya.

"Bagi warga, bila ada warga yang berada di sekitar, tolong menjauh, harap mencari tempat berlindung. Jangan mendekati lokasi yang saat ini ada anggota kami," kata seorang polisi menggunakan pengeras suara di lokasi.

"Sudah siap komandan, clear," teriak salah satu anggota tim penjinak bom (jibom) Densus 88 Antiteror dari tanah lapang tersebut.
Polisi yang memegang pengeras suara kemudian menghitung mundur mulai hitungan detik kelima. Setelah selesai menghitung, terdengar ledakan satu kali dari bagian tengah tanah lapang.

"Duar...!"

Ledakan tersebut menyisakan kepulan asap dan sedikit membuat trotoar di bahu jalan raya bergetar.

"Parimeter yang menentukan dari tim jibom, sekitar 100 meter. Jadi diurai, dihancurkan dengan cara diledakkan. Ini kalau ditaruh di panci, diisi dengan paku, gotri dan sebagainya lalu ditutup, saat diledakkan kan daya dorongnya, ini yang berbahaya. Paku dan gotri tersebut akan menyebar dan mengenai objek di sekelilingnya," jelas Kapolres Bogor AKBP AM Dicky selaku yang memimpin disposal bom.

Istri Terduga Teroris
Polisi juga turut mengamankan istri terduga teroris Endang alias Abu Rafi alias Pak Jenggot. Polisi menyebut Pak Jenggot terpapar paham radikal dari istrinya.

"Dari istrinya, paparan dari istrinya. Makanya istrinya juga lagi kita dalami. Ikut diamankan," kata Dedi Prasetyo di lokasi rumah Pak Jenggot.

Dedi menuturkan, tersangka Pak Jenggot beserta istrinya berada di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Densus 88 sedang melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pasangan suami istri tersebut.

"Sedang diperiksa di Mako Brimob," ucap dia.

Dedi menuturkan kasus terorisme Pak Jenggot dan istrinya hampir sama dengan kasus terorisme JAD Sibolga dengan tersangka Abu Hamzah.

"Maka sedang dilakukan pendalaman, apakah istrinya janda dari seorang teroris sebelumnya lalu dinikahi tersangka, masih didalami oleh Densus," terang Dedi.

Polisi mengamankan Pak Jenggot di sekitar rumahnya pada Jumat (17/5) pukul 15.30 WIB. Dia diduga terafiliasi dengan jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Di rumah tersangka, ditemukan sejumlah barang bukti dari bom jenis TATP atau dikenal juga dengan istilah mother of satan, hingga buku-buku jihad.

Warga mengenal Pak Jenggot sebagai warga asli setempat. Sehari-hari Pak Jenggot bekerja sebagai juru parkir di Jalan Raya Bogor, tepatnya di depan sebuah pabrik. Pak Jenggot dikenal pendiam.

Tindak Tegas
Sementara itu, Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Indonesia merilis peringatan untuk warganya supaya memperhatikan keamanan pada 22 Mei 2019 atau hari pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu 2019. Menanggapi hal tersebut, pihak Istana Kepresidenan menegaskan Indonesia dalam kondisi aman.

"Kondisi Indonesia tanggal 22 Mei saat pengumuman hasil Pemilu 2019 diprediksi aman," kata Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP), Jaleswari Pramodhawardhani, kepada wartawan, Sabtu (18/5).

Dani, begitu dia disapa, merupakan Deputi KSP yang membidangi Kajian Politik dan Pengelolaan Isu-isu Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan HAM. Jaminan keamanan Indonesia pada 22 Mei didasarkan Dani pada keterangan TNI dan Polri.

"Jika pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan agar warga negaranya berhati-hati pada tanggal tersebut, normal saja, mengingat pemberitaan media tentang aksi people power yang marak akhir-akhir ini. Kehati-hatian tetap perlu untuk semua warga, bukan hanya warga Amerika Serikat saja," kata Dani.

Dikatakannya, pemerintah menjamin akan menindak tegas siapapun yang bikin kerusuhan dan melanggar aturan. Ini bukan pengekangan terhadap kebebasan berekspresi, melainkan merupakan aturan yang harus dipatuhi.

"Pemerintah menjamin akan menindak tegas, siapa pun yang akan membuat kerusuhan dan bergerak di luar koridor hukum. Harus bisa dibedakan antara kebebasan berekspresi yg dijamin konstitusi yang juga memiliki batasan tertentu, yaitu tetap menghargai hak asasi manusia (HAM) dan memperhatikan persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.

Siagakan 5 Juta Kader
Di bagian lain Ketua Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyatakan telah memberi instruksi kepada seluruh kader agar bersiaga untuk membantu aparat keamanan pada 22 Mei mendatang jika dibutuhkan. Instruksi diberikan kepada seluruh kader Ansor dan Bantuan Ansor Serbaguna (Banser).

"Siaga jika dalam situasi tertentu dibutuhkan tenaganya untuk membantu aparat keamanan," tutur Yaqut saat dihubungi, Jumat (17/5).

Yaqut mengaku tahu tentang rencana sejumlah pihak yang ingin menggelar aksi pada 22 Mei mendatang atau setelah KPU selesai melakukan penghitungan suara. Rencana aksi itu juga dilakukan di berbagai daerah.

Melihat kondisi demikian, Yaqut mengatakan instruksi telah diberikan kepada kader Ansor dan Banser seluruh Indonesia. Tidak hanya di Jakarta.

"Kami punya hampir 5 juta yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka semua kita siagakan," ucap Yaqut.

Yaqut juga mengaku telah menginstruksikan agar kader Ansor dan Banser tidak ikut dalam aksi terkait hasil pemilu. Tidak hanya di Jakarta, tetapi juga daerah lain.

"Kita sudah instruksikan seluruh kader Banser dan Ansor untuk tidak ikut aksi dalam bentuk apapun," ucapnya lagi.

Selain itu, para kader juga diminta aktif memberikan penjelasan kepada masyarakat agar tidak ikut dalam aksi massa. Yaqut mengatakan instruksi tersebut pun telah diberikan kepada kader di seluruh Indonesia.

"Percayakan saja penghitungannya kepada KPU dan kita terima apapun hasilnya," ujarnya. (detikcom/d)
T#gs KPUTeroris
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments