Kamis, 21 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Terkait Penusukan Wiranto, Kapoldasu: Pelaku Pernah Tinggal di Medan

Terkait Penusukan Wiranto, Kapoldasu: Pelaku Pernah Tinggal di Medan

* Alumnus USU, Pernah Dipenjara dan Gemar Mabuk
bantors Jumat, 11 Oktober 2019 11:41 WIB
SIB/Pally S
TUNJUKKAN : Kepling 5, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Rizaldi, menunjukkan bekas rumah SA alias Abu Rara yang sudah dibongkar terkena pembangunan jalan tol, Kamis (10/10).
Medan (SIB) -Peristiwa penikaman Menko Polhukam Wiranto menjadi sorotan publik, tak terkecuali warga Sumatera Utara.

Pasca kejadian itu, polisi mengamankan 2 terduga pelaku yakni seorang wanita berinisial F, (21) warga Desa Sitanggai Kecamatan Karangan Kabupaten Brebes yang mengontrak di Kampung Sawah, Menes Kabupaten Pandeglang, Banten, serta seorang pria berinisial SA (31) disebut-sebut warga Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan.

Terkait hal itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto yang dikonfirmasi mengenai salah satu pelaku merupakan warga Medan, mengaku pihak Polda Sumut akan menindaklanjutinya. "Ya lah Bang," ucap Kapolda Sumut singkat melalui pesan Whatsapp kepada wartawan.

Mantan Wakapolda Sumut ini juga mengatakan, pelaku pernah tinggal di Jalan Syahrial Medan Deli, namun telah pindah sejak 2017 ( 2 tahun lalu) karena terdampak penggusuran pembangunan jalan tol.

"Sudah pindah, karena rumahnya terkena pembangunan jalan tol," jelasnya.

Ditanya lebih jauh soal langkah-langkah yang akan dilakukan Polda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, masih enggan untuk memberikan jawaban.

Lahir dan Besar di Medan Deli
Sejumlah warga, terutama para ibu rumah tangga, khususnya yang berdomisili di sekitar Jalan Syahrial 6, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, sangat mengenal sosok SA alias Abu Rara.

Menurut warga, SA alias Abu Rara, yang merupakan anak ke delapan dari 9 bersaudara itu, lahir dan dibesarkan oleh kedua orang tuanya di Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli.

"Dulu, puluhan tahun lalu, waktu masih ada angkutan bemo, ayahnya membuka bengkel di sini, kalau tidak salah, si Alam pernah kuliah hukum, namun beberapa tahun lalu di pergi merantau entah kemana, dia pergi sebelum rumah mereka dibongkar terkena pembangunan jalan tol, dia lahir dan besar di sini," ujar salah seorang ibu rumah tangga yang ditanyai wartawan, Kamis sore.

Disebutkan, sejumlah saudara SA sudah ada yang meninggal dunia, sedangkan anggota keluarga lainnya, kurang diketahui di mana tempat tinggalnya.

Warga juga mengatakan, mereka sangat terkejut mendengar kabar, SA alias Abu Rara melakukan penikaman terhadap Menkopolhukam pada Kamis siang (10/10) di Pandeglang.

Sementara itu, Kepling 5, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli, Rizaldi membenarkan SA alias Abu Rara, merupakan warga Jalan Syahrial 6, Nomor 104, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli.

Namun menurutnya, sejak beberapa tahun lalu, SA tidak lagi bertempat tinggal sesuai dengan identitasnya, karena rumah yang selama ini ditempatinya sudah dibongkar, terkena pembangunan jalan tol, dan sejak saat itu, SA merantau entah kemana.

Kepling 5 Tanjung Mulia Hilir juga mengatakan, sepengetahuannya, SA alias Abu Rara, sudah pernah menikah dengan seorang wanita dan memiliki dua anak, kemudian karena sesuatu hal mereka berpisah.

Pernah Dipenjara
Sementara itu, Dian Susanto (48), teman semasa kecil Syahrial, menuturkan Syahrial menamatkan pendidikan menengah atas pada 1987 di SMA Negeri 3 Medan. Sebelumnya, ia bersekolah di SMP Negeri 9.

Setelah tamat SMA. ia berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Nusantara (SPMBN). Syahrial yang dipanggil Pal itu kemudian mampu meraih gelar kesarjanaan pada 1995.

Selain teman lama, Dian juga alumni SMP Negeri 9 dan SMA Negeri 3. Pria yang tinggal persis di depan rumah Syahrial dulu itu juga mengungkapkan, Syahrial pernah pernah mendekam di balik jeruji besi.

Itu terjadi pada pernikahan keduanya. Pihak keluarga dari istri keduanya yang disebut-sebut bernama Yuni, tidak setuju Yuni menikah dengan Syahrial. Karena itu, setelah mereka 'kawin lari' pihak keluarga Yuni melaporkan Syahrial ke polisi dan ia mendekam di sel Mapolrestabes Medan sekitar dua bulan.

"Kasus ditutup setelah pihak keluarga perempuam mencabut laporannya. Tidak sampai ke pengadilan," kata Dian, Kamis sore.

Persoalan tersebut terjadi sekitar 15 tahun lalu. Seingat Dian, setelah keluar penjara Syahrial sehari-hari bersikap biasa saja. Kembali melanjutkan usahanya membuka penyewaan gim Playstation.

Syahrial juga pernah berperilaku gemar mabuk-mabukan. Itu berlangsung setelah Syahrial ditinggalkan istri pertamanya yamg bernama Neta. Usia pernikahan mereka tak lebih tiga bulan.

Dian yakin ketika itu Syahrial mengalami depresi karena ditinggal sang istri sehingga memilih mabuk-mabukan. Bahkan Dian yakin saat itu, 2000 awal, Syahrial pernah menggunakan narkoba.

"Saya paham lah, mana mabuk karena minum dengan mabuk karena narkoba," ujarnya.

Pada 1995, Syahrial yang juga anak veteran itu juga pernah menekuni pekerjaan sebagai sopir angkot. Namun pekerjaan itu dihentikannya sekitar lima tahun kemudian. Setelah itu, ia membuka usaha penyewaan permainan Playstation sampai sekitar 2008 dan kemudian menjalankan usaha dan pekerjaan lain secara serabutan.

Dari rekaman video yang beredar di tengah publik, Syahrial Alamsyah menjadi pelaku percobaan penikaman terhadap Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Alun-Alun Menes, Kabupaten Pandegelang, Banten, Kamis siang. (M19/M07/mediaindonesia/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments