Kamis, 12 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Terkait Hog Cholera, Masyarakat Sergai Diimbau Jangan Takut Konsumsi Ikan

Terkait Hog Cholera, Masyarakat Sergai Diimbau Jangan Takut Konsumsi Ikan

redaksi Rabu, 20 November 2019 11:02 WIB
Sib/Doc
MAKAN IKAN BERSAMA: Asisten Ekbangsos Sergai, Ir H Kaharuddin bersama Kadis Kominfo Drs Akmal MSi dan jajaran kepala OPD makan ikan bersama sebagai simbol ikan yang ditangkap nelayan aman untuk kesehatan, sekaligus menepis kabar bohong perihal virus hog cholera terkontaminasi dengan ikan yang dipasarkan ke masyarakat, Senin (18/11).

Sergai (SIB)
Wabah yang menyerang ternak babi menggulirkan isu liar yang menyebut ikan laut tercemar dan tak aman dikonsumsi. Padahal, kabar tersebut hanya info sesat yang dihembuskan oknum tak bertanggungjawab.


Demikian disampaikan kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Serdangbedagai (Sergai) Drs H Akmal AP MSi, bersama Asisten Ekbangsos Ir H Kaharuddin, Kadis Kelautan Perikanan Sri Wahyuni Pancasilawati SP MSi, Kadis Lingkungan Hidup Panisean Tambunan, Kadis Ketapang M Aliuddin SP MP, Kepala BPBD Henri Suharto, drh Yusranaria Panjaitan dan Rustiati Harahap perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumut, saat meninjau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kecamatan Tanjungberingin dan melaksanakan penyisiran bangkai babi di Sungai Bedagai, Senin (18/11).


Dikatakan Akmal, kegiatan atas inisiatif Asisten Ekbangsos ini, bertujuan sebagai bentuk sosialisasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa tidak ada korelasi kesehatan antara virus hog cholera yang menyerang ternak babi dengan mengonsumsi ikan, pasca maraknya pembuangan bangkai babi ke aliran sungai.


"Dalam kegiatan ini, juga dilaksanakan "makan ikan" bersama yang diikuti jajaran kepala OPD, sebagai simbol jika ikan yang ditangkap nelayan aman untuk kesehatan, sekaligus menepis kabar bohong perihal terjangkitnya virus kolera babi terkontaminasi dengan ikan yang dipasarkan ke masyarakat," jelas Akmal.


Sementara Kadis Perikanan dan Kelautan, Sri Wahyuni Pancasilawati SP MSi mengatakan, tidak ada korelasi kesehatan antara virus kolera babi dengan konsumsi ikan. Hal ini menurutnya disebabkan, selain karena virus tidak bisa menjangkiti spesies lain, ikan yang dikonsumsi masyarakat juga ditangkap jauh dari bibir pantai, yaitu sekitar 1-5 mil. Sedangkan bangkai babi yang dibuang, seluruhnya tertahan di sungai berkat tindak cepat pihak terkait dalam memeriksa kondisi sungai yang disinyalir kerap dijadikan lokasi pembuangan bangkai babi.


Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh hoax perihal virus yang dapat menjangkiti ikan. "Konsumsi ikan penting bagi masyarakat, apalagi bagi kebutuhan gizi utama tubuh. Jangan karena kabar yang tidak benar, masyarakat menjadi takut untuk mengkonsumsi ikan. Ditambah lagi terdampaknya ekonomi nelayan dan penjual ikan, karena penurunan pembeli," imbaunya.
Imbauan yang sama juga disampaikan Asisten Ekbangsos, Ir H Kaharuddiin bahwa mengkonsumsi ikan masih aman, karena penularan virus hog cholera tidak bisa terjadi pada manusia atau kepada hewan beda jenis. "Untuk itu, tak perlu mengurangi selera dalam mengkonsumsi ikan. Nutrisi dan gizi yang bersumber dari ikan, masih sangat diperlukan," jelasnya.


Usai makan ikan bersama, rombongan OPD bersama-sama melakukan monitoring ke Sungai Bedagai untuk memantau, mengamankan dan mengubur bangkai babi yang terapung di aliran sungai tersebut. (T06/c)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments