Rabu, 11 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Terkait Dugaan Makar, Enam Warga akan Jalani Pemeriksaan di Polda Sumut

Terkait Dugaan Makar, Enam Warga akan Jalani Pemeriksaan di Polda Sumut

admin Senin, 27 Mei 2019 08:56 WIB
SIB/Dok
Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja
Medan (SIB) -Penyidik Ditreskrimum Polda Sumatera Utara akan memanggil enam orang warga untuk dimintai keterangan dalam kasus dugaan makar.

Pada surat panggilan yang beredar pada grup-grup WhatsApp kalangan jurnalis, mereka yang dipanggil adalah Heriansyah warga Jalan Balaidesa Perumahan La Tahzan Desa Marindal II Kecamatan Patumbak, Angga Fahmi (mahasiswa UMSU), Fatra warga Jalan Sekretariat Masjid Raudhatul Islam Jalan Yos Sudarso Gang Peringatan Medan, Prabu Alam Syahputra warga Dusun III Desa Telagasari Kecamatan Tanjungmorawa, Indra Suheri (pengurus FUI Sumut) dan Rinaldi pengurus Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Mereka diadukan oleh seseorang aktivis bernama Suheri Prasetyo atas aksi dugaan makar yang terjadi pada Sabtu 4 Mei 2019 di Jalan Brigjen Katamso-MT Haryono-Jalan Sisingamangaraja Medan.

Pada surat panggilan itu disebutkan, status keenamnya yakni sebagai saksi untuk dimintai keterangannya oleh penyidik pada Unit II Subdit 1 Keamanan Negara, Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Sumatera Utara. Mereka akan dimintai keterangan terkait dugaan makar sebagaimana yang dimaksud pada pasal 107 KUHPidana dan atau pasal 110 KUHPidana yo pasal 87 yo pasal 88 KUHPidana atas kegiatan mereka pada Sabtu 4 Mei 2019 tersebut.

Heriansyah dipanggil untuk hadir pada Senin 27 Mei 2019. Kemudian Angga Fahmi, Prabu Alam Syahputra dan Indra Suheri dipanggil untuk hadir pada Selasa 28 Mei 2019. Sementara Fatra dan Rinaldi dipanggil untuk hadir pada Rabu 29 Mei 2019.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pemanggilan tersebut. "Ya benar, Polda Sumut ada melakukan pemanggilan terhadap beberapa warga," ucap dia.

Sayangnya MP Nainggolan tidak menjelaskan lebih mendalam terkait surat panggilan yang beredar di grup-grup WhatsApp tersebut. "Saya belum bisa menjelaskan lebih banyak," terang dia.

Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian ketika dikonfirmasi terkait kasus apa keenam orang itu dikenakan dugaan makar, enggan memberi penjelasan. Begitu juga ketika disinggung apakah pemanggilan keenam warga itu ada kaitannya dengan pemeriksaan Muhammad Syafi'i alias Romo dan Dewi Budiati beberapa hari yang lalu, terkait dugaan makar juga, ia justru menyuruh wartawan menanyakan hal itu kepada Bidang Humas Polda Sumut.

"Sudah saya arahkan ke Humas. Biar Humas nanti yang jawab ya," sebut dia lewat pesan WhatsApp.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja ketika dihubungi beberapa kali lewat telepon seluler tidak merespon. Begitu juga ketika dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp tidak membalas.

Heriansyah yang merupakan penasehat Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Sumut sempat mengaku kalau dirinya akan menjalani pemeriksaan, Senin (27/5) di Mapoldasu. Hal itu dikatakanya saat berorasi di depan Gedung DPRD Sumut pada Jumat (24/5) malam lalu.

"Hari Senin saya diperiksa di Polda Sumut. Siap kawal tidak. Karena kalau saya sendiri bersama pengacara, besar kemungkinan saya 'nyangkut' di sana. Mau kawal tidak, lebih besar dari sini," katanya di hadapan seribuan massa dari GNKR dan mahasiswa.
Diketahui, GNKR Sumut telah melakukan aksi beberapa kali di Kota Medan setelah keputusan final Pemilu 2019. Mereka menuntut agar Capres Jokowi diskualifikasi. (M18/h)
T#gs Makar PoldasuKombes Pol Tatan Dirsan Atmadja
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments