Senin, 21 Okt 2019

Terima Suap, Bupati Madina Dibui 5,5 Tahun

Kamis, 23 Januari 2014 10:34 WIB
SIB/int
Bupati Madina nonaktif, Muhammad Hidayat Batubara
Medan (SIB)- Bupati Mandailing Natal (Madina) nonaktif, Muhammad Hidayat Batubara dijatuhi hukuman 5 tahun 6 bulan (5,5 tahun) penjara. Dia dinyatakan terbukti menerima suap Rp1 miliar terkait rencana pembangunan RSUD Panyabungan di Kabupaten Madina.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan yang diketuai Agus Setiawan, Rabu (22/1), menyatakan Hidayat terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 12 huruf a UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Menyatakan terdakwa Muhammad Hidayat Batubara terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan dan denda Rp 300 juta subsider 5 bulan kurungan,"kata Agus Setiawan.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). JPU sebelumnya meminta agar Hidayat dijatuhi hukuman 8 tahun penjara dan  denda Rp 300 juta subsider 5 bulan kurungan.

Menyikapi vonis majelis hakim, Hidayat yang terlebih dulu berkonsultasi dengan penasihat hukumnya, menyatakan pikir-pikir. Sikap yang sama disampaikan jaksa.

Dalam persidangan perkara ini, Hidayat sudah mengakui menerima suap dari pengusaha Surung Panjaitan. Uang Rp 1 miliar itu  terkait rencana pekerjaan proyek pembangunan RSUD Panyabungan di Kabupaten Madina yang bersumber dari dana Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Pemprov Sumut pada 2013. Pengakuannya ini menjadi salah satu hal yang meringankan.

Pada sidang terpisah, majelis hakim menghukum Plt Kadis PU Madina Khairul Anwar Daulay 4 tahun 6 bulan (4,5 tahun) penjara dan denda Rp 300 juta subsider 5 bulan kurungan. Sebelumnya Khairul Anwar dituntut JPU selama 6 tahun penjara. (A13/w)
 
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments