Minggu, 17 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Terbukti Terima Suap, 2 Hakim PN Jaksel Divonis 4,5 Tahun Penjara

Terbukti Terima Suap, 2 Hakim PN Jaksel Divonis 4,5 Tahun Penjara

admin Jumat, 12 Juli 2019 10:30 WIB
ANT/Dhemas Reviyanto
SIDANG PUTUSAN : Terdakwa Hakim PN Jakarta Selatan nonaktif Iswahyu Widodo (tengah) memeluk keluarganya seusai mengikuti sidang pembacaan putusan (vonis) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (11/7).
Jakarta (SIB) -Dua hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), R Iswahyu Widodo dan Irwan, divonis 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Kedua hakim itu terbukti bersalah menerima suap dari Direktur CV Citra Lampia Mandiri (CLM) Martin P Silitonga.

"Menyatakan terdakwa R Iswahyu Widodo dan Irwan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata hakim ketua Ni Made Sudani saat membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (11/7).

Iswahyu dan Irwan bersalah melanggar Pasal 12 huruf c Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 ayat (1) ke-1, Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Iswahyu dan Irwan menerima Rp 150 juta dan SGD 47 ribu dari Martin melalui pengacara Arif Fitrawan. Sedangkan Panitera Pengganti PN Jakarta Timur M Ramadhan menerima uang Rp 30 juta dari Martin.

Uang suap itu untuk mempengaruhi putusan gugatan pembatalan perjanjian akuisisi antara CV CLM dan PT Asia Pasific Mining Resources. Perkara tersebut ditangani majelis hakim Iswahyu Widodo, Irwan dan Achmad Guntur.

Hakim mengatakan Arif Fitrawan meminta bantuan Ramadhan yang sudah lama bekerja di PN Jakarta Selatan untuk 'mengurus' majelis hakim tersebut. Kemudian Ramadhan menemui Iswahyu dan Irwan di rumah makan di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan itu, Ramadhan menyampaikan Irwan dan Iswahyu agar membantu untuk mengurus perkara itu dan Arif akan menyiapkan sejumlah uang. Setelah itu, Ramadhan menyerahkan uang Rp 150 juta kepada Irwan dan Iswahyu. Dari uang tersebut diambil Ramadhan Rp 20 juta.

Kemudian Ramadhan kembali meminta Arif menyiapkan uang Rp 500 juta menjelang putusan akhir perkara itu agar bisa memenangkan pihak CV CLM. Arif yang menyanggupi permintaan Ramadhan dengan mengirimkan Rp 30 juta dan Rp 500 juta yang sebelummya ditransfer oleh Martin.

Ramadhan menerima uang Rp 10 juta untuk biaya entertaint dan Arif menerima uang Rp 20 juta.

Uang Rp 500 juta untuk kedua hakim ditukar Arif dalam bentuk SGD 47 ribu untuk diserahkan kepada Ramadhan di kediamannya. Namun saat itu petugas KPK langsung mengamankan Arif dan Ramadhan.

"Pemberian hadiah Arif kepada terdakwa melalui Ramadhan untuk mempengaruhi putusan sela maupun putusan akhir perkara gugatan perdata di PN Jaksel. Maka unsur patut menerima hadiah untuk mempengaruhi perkara ada dalam diri terdakwa," papar hakim. (detikcom/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments