Jumat, 03 Apr 2020

Di Garda Terdepan Hadapi Corona

Tenaga Medis Pahlawan

* Ketua DPRDSU Ingatkan Gubernur Beri Insentif dan APD ke Para Dokter dan Perawat
redaksisib Kamis, 26 Maret 2020 09:16 WIB
STR/AFP

PAHLAWAN : Dokter melihat layar saat memeriksa pasien yang terinfeksi virus corona COVID-19 di salah satu rumah sakit.Kepala BNPB Doni Monardo menyebut tenaga medis adalah pahlawan di garda terdepan dalam menangani pandemi Corona.

Jakarta (SIB)
Indonesia masih menangani wabah virus Corona (COVID-19). Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo menyebut, tenaga medis adalah garda terdepan dalam menangani pandemi Corona.

Dia menjelaskan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menangani wabah COVID-19 ini. Peran serta masyarakat dan relawan dibutuhkan ketika menghadapi virus ini.

Doni mengungkapkan, tenaga medis, seperti dokter, perawat, hingga sopir ambulans, adalah pahlawan. Dia pun ingin agar orang-orang dengan profesi tersebut diprioritaskan dalam anggaran untuk penyelenggaraan upaya pencegahan.

"Mereka ini adalah garda terdepan kita hari ini, sebagai prajurit yang menghadapi virus. Mereka adalah orang terdepan, merekalah pahlawan-pahlawan kemanusiaan yang harus kita dukung, yang harus kita bantu setiap hari, setiap saat. Agar mereka, termasuk juga keluarganya, mendapatkan dukungan moril dari kita semua," kata Doni dalam keterangannya, Rabu (25/3).

Doni ingin tenaga medis tidak bekerja sendiri dalam menangani virus Corona ini. Dia berharap para akademisi, lembaga usaha, TNI, Polri, masyarakat dan media massa juga bekerja sama dengan pemerintah dalam menangani pandemi Corona ini.

"Demikian juga komunitas, terutama dari kalangan relawan sendiri. Termasuk tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, budayawan," lanjut Doni.

Koordinator Relawan Gugus Tugas Andre Rahardian menyampaikan program dukungan terhadap tenaga medis. Dia menjelaskan gugus tugas telah memanggil banyak relawan untuk membantu tenaga medis yang sedang bekerja dalam menangani COVID-19.

"Jadi kita sudah mendengar, banyak pada saat ini relawan medis yang dibutuhkan karena tenaga medis yang ada di rumah sakit sudah harus masuk isolasi," ujar Andre.

Dia pun berharap agar pengusaha atau pelaku usaha memberikan dukungan kepada petugas medis yang ada. Dukungan, kata Andre, bisa berupa makanan agar tenaga medis bisa tetap fit.

"Makanan yang bergizi tinggi agar tenaga kesehatan ini juga dalam memerangi pandemi ini bisa tetap kuat. Kita support begitu juga dengan vitamin dan suplemen-suplemen lain. Hal ini juga akan mencakup relawan-relawan yang didistribusikan," pungkas dia.
Ingatkan Gubernur

Sementara itu, Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting mengingatkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi agar jangan mengabaikan keselamatan para dokter dan seluruh tenaga medis yang menangani pasien virus corona atau Covid-19, karena mereka memertaruhkan nyawa dalam menjalankan tugas mulianya.

"Perlu ada perhatian khusus dari pemerintah daerah kepada para dokter dan perawat agar semangat mereka tidak kendor melaksanakan tugasnya," ujar Baskami Ginting kepada wartawan, Rabu (25/3), menyikapi kerja keras para dokter/tenaga medis melawan virus Corona di beberapa rumah sakit umum di Medan.

Baskami mengakui, melayani kesehatan dan memberikan pertolongan bagi warga masyarakat memang merupakan tugas para dokter dan perawat, tapi menangani Covid-19 saat ini sangat berat dan berisiko tinggi, sehingga perlu ada perhatian khusus dari pemerintah daerah.

"Kalau perlu, para dokter dan perawat yang menangani pasien virus Corona diasuransikan atau diberi insentif, sebab merekalah ujung tombak dalam menghadapi virus berbahaya ini. Saat ini para tenaga medis separuh nyawanya sudah terancam virus Corona setiap melayani pasien yang terpapar,” ujarnya.

Menurut politisi PDI Perjuangan Sumut itu, para dokter dan tenaga medis harus dilengkapi APD (alat pelindung diri), agar virus yang sangat mematikan tersebut bisa dihindari penularannya.

"Kalau para dokter dan perawat tidak dilindungi dengan peralatan APD yang lengkap, tidak akan bisa menangani pasien secara maksimal. Dokter dan perawat juga manusia yang tidak kebal dari serangan virus. Dari hasil investigasi kita ke sejumlah rumah sakit, APD sangat minim. Bahkan ada yang tidak memiliki APD, karena harganya mencapai Rp700 ribu dan hanya digunakan sekali pakai," tegasnya.

Menurut anggota dewan Dapil Medan ini, untuk pengadaan APD ini, Pemprov Sumut bisa menggunakan anggaran bencana tanggap darurat yang telah dialokasikan di APBD Sumut Rp18 miliar. Jika kurang, bisa digunakan dana pendahuluan yang nantinya akan dialokasikan di P-APBD 2020.

"Kalau untuk menyelamatkan rakyat, tidak masalah diambil anggaran pendahuluan, karena situasi sudah emergency gawat darurat dan dewan siap membantu dan mendukung anggaran tersebut pada pembahasan P-APBD 2020," tegasnya Baskami.(detikcom/M03/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments