Minggu, 17 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Tak Ingin Halangi Pelantikan Presiden, BEM SI Aksi Hari Ini

Tak Ingin Halangi Pelantikan Presiden, BEM SI Aksi Hari Ini

bantors Senin, 21 Oktober 2019 10:31 WIB
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menganggap pelantikan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih merupakan momen penting. BEM SI menyatakan menghormati prosesi tersebut dan tak ingin jadi penghalang.

"Pelantikan pemerintahan baru, menjadi sebuah momen penting untuk mengubah arah bangsa. Kami memandang, bahwa pelantikan Presiden dan Wakil Presiden merupakan momen penting, hasil dari proses demokrasi yang wajib kita hormati bersama," kata Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Muhammad Nurdiyansyah, dalam keterangannya, Minggu (20/10).

"Oleh karenanya, upaya menghalangi pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, bukanlah cara penyampaian pendapat yang bermartabat dan bagian dari demokrasi yang baik. Aliansi BEM Seluruh Indonesia pun, menegaskan bahwa kami tidak terlibat dalam setiap upaya penghalangan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia" sambung Ketua BEM IPB ini.

Meski demikian, BEM SI menyatakan tak akan menghentikan eskalasi gerakan. Dia mengatakan mahasiswa akan terus bergerak menyuarakan kepentingan rakyat.

BEM SI menyatakan kecewa terhadap rencana dialog bersama Jokowi yang tidak terwujud hingga akhirnya dilantik dalam periode keduanya. Hingga kemarin BEM SI mengaku tak ada respons dari Istana terkait syarat pertemuan yang dilakukan secara terbuka dengan disiarkan secara langsung di televisi nasional.

BEM SI pun memutuskan kembali turun ke jalan sehari setelah Jokowi-Ma'ruf dilantik.

"Semua alasan di atas, baik landasan filosofis tentang demokrasi, situasi kebijakan terkini dan juga tidak adanya tindak lanjut atas pertemuan dengan Presiden Jokowi, sudah cukup bagi kami untuk tetap menjaga nafas gerakan ini. Maka, kami Aliansi BEM Seluruh Indonesia, bersepakat akan kembali turun ke jalan, tepat satu hari setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, pada 21 Oktober 2019," ungkapnya.

"Kami akan selalu berkomitmen untuk mengawal setiap kepentingan rakyat, selama pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, mulai dari awal hingga setiap kepentingan rakyat dapat terwujud. Merdeka!" tambah dia.

BEM SI juga merasa kecewa terhadap kehidupan demokrasi di Indonesia. Mereka menilai aspirasi rakyat yang mereka bawa tidak ada tindak lanjutnya karena tersumbat.

"Demokrasi Indonesia hari ini, terwakili dalam gambaran serangkaian aksi protes, sejak 24 September hingga hari ini. Tersumbatnya aspirasi publik, corong perwakilan yang tak mendengar kehendak umum, serta kongsi penguasa dan parlemen menjadi wajah politik elite kita," kata Nurdiyansyah. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments