Senin, 27 Jan 2020
Iklan Banner Header
Banner Menu
Detail Utama 1
  • Home
  • Headlines
  • Survei Alvara: Jokowi-Maruf 54,3 Persen, Prabowo-Sandi 35,1 Persen

Survei Alvara: Jokowi-Maruf 54,3 Persen, Prabowo-Sandi 35,1 Persen

* PDIP Masih Berjaya Atas Gerindra dan Golkar
admin Sabtu, 12 Januari 2019 10:58 WIB
Iklan Detail Content Top
Jakarta (SIB)-Lembaga survei Alvara Research Center mengeluarkan survei terbaru jelang Pilpres 2019. Dua kandidat, yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diadu elektabilitasnya. Siapa unggul?

Survei Alvara dilakukan periode 11-24 Desember 2018 dengan metode multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka (face-to face interview) kepada 1.200 responden terpilih dari 34 provinsi Indonesia. Hasilnya, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dengan selisih sekitar 19%.

"Elektabilitas pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin pada bulan Desember 2018 sebesar 54,3%, sementara elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebesar 35,1%," ujar Founder and CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali dalam keterangannya, Jumat (11/1).

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga di survei Alvara kali ini mengalami kenaikan. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf pada periode Oktober 2018 berada di angka 54,1% yang artinya mengalami kenaikan 0,2% di periode Desember menjadi 54,3%.

Sedangkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga di Desember mengalami kenaikan 1,2% di mana keduanya pada Oktober 2018 hanya mendapat angka 33,9%.

"Dibanding survei bulan Oktober 2018, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, keduanya mengalami kenaikan," kata Hasanuddin.

Masih Berjaya
Alvara Research Center juga mengeluarkan hasil survei elektabilitas partai politik di Indonesia jelang Pemilu 2019. Hasilnya, PDI Perjuangan masih tetap mengungguli para kontestan Pileg 2019.

Dalam survei ini, PDIP unggul dengan elektabilitas 28,3% diikuti Partai Gerindra dengan 17,3% elektabilitas dan Partai Golkar dengan 9,9% elektabilitas.

"PDI Perjuangan mendapatkan elektabilitas tertinggi, disusul oleh Partai Gerindra, Partai Golkar, PKB, dan Partai Demokrat," ujar Hasanuddin.

Elektabilitas tiga partai tersebut diikuti PKB (7,3%) dan Partai Demokrat (6,4%). Partai lain mendapat elektabilitas di kisaran 4% dan masih ada yang berkutat di nol koma.

Hasanuddin mengatakan, yang menarik di akhir 2018 adalah merangkaknya elektabilitas dari partai-partai menengah. Partai papan atas, kata Hasanuddin, cenderung stagnan.

"Seiring dengan kampanye parta-partai dan calegnya terlihat bahwa ada pergerakan kenaikan dari partai-partai menengah, sementara partai kelas atas mulai mengalami stagnasi" sebut Hasanuddin.

Hasanuddin memandang partai politik masih harus mewaspadai swing voters lantaran masih ada 54,8% pemilih yang kemungkinan masih akan mengubah pilihannya. Performa caleg, katanya, menjadi faktor utama yang mempengaruhi Pemilu Legislatif 2019 dibandingkan Partai.

Berikut ini elektabilitas partai politik jelang Pileg 2019 versi survei Alvara:
PDIP: 28,3%,
Gerindra: 17,3%,
Golkar: 9,9%,
PKB: 7,3%,
Demokrat: 6,4%,
NasDem: 4,0%,
PKS: 3,3%,
PPP: 2,8%,
PAN: 1,7%,
Perindo: 1,3%,
Hanura: 0,7%,
PBB: 0,3%,
PKPI: 0,3%,
Garuda: 0,2%, dan
PSI: 0,2% (detikcom/f)

Iklan Detail Content Bottom
T#gs Prabowo-Sandi 351 Persen3 PersenSurvei Alvara: Jokowi-Maruf 54
Iklan Detail Utama 2
Berita Terkait
    Iklan Detail Utama 2
    Komentar
    Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    FB Comments
    Iklan Detail Utama 4