Sabtu, 04 Apr 2020
  • Home
  • Headlines
  • Spanduk 'Selamat Datang di Provinsi Termiskin Se-Sumatera' Bikin Heboh di Aceh

Spanduk 'Selamat Datang di Provinsi Termiskin Se-Sumatera' Bikin Heboh di Aceh

redaksisib Sabtu, 18 Januari 2020 10:31 WIB
news.detik.com
Spanduk kritik soal angka kemiskinan di Aceh.
Banda Aceh (SIB)
Sejumlah spanduk berisi kritik terhadap Aceh yang masih bertahan sebagai provinsi termiskin di Sumatera tersebar di sejumlah tempat. Keberadaan spanduk tersebut viral di media sosial.

Berdasarkan foto beredar yang dilihat, Jumat (17/1), salah satu spanduk yang dipasang di kawasan Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, bertulisan 'Selamat Datang di Provinsi Termiskin Se-Sumatera'. Spanduk berlatar biru itu dipasang di jalan yang terletak tidak jauh dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda.

Selain itu, beberapa spanduk juga dipasang di Banda Aceh seperti di kawasan Simpang Lima dan di atas jembatan penyeberangan orang (JPO). Spanduk tersebut bertulisan 'Selamat & sukses kepada Pemerintah Aceh Atas Prestasi Menjadi Juara Bertahan sebagai Provinsi Termiskin di Sumatera'.

Kata 'termiskin' di spanduk dibuat berwarna merah sehingga cukup mencolok. Sementara di bawahnya terdapat tulisan kecil bertulisan 'dari Rakyat Aceh'.

Belum diketahui pemasang spanduk tersebut. Namun pada siang tadi, spanduk di Simpang Lima sudah dicabut.

Wartawan mencoba meminta tanggapan pemerintah Aceh terkait beredarnya spanduk tersebut. Namun Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto belum memberikan jawaban.


Seperti diketahui, Provinsi Aceh masih termiskin di Sumatera dengan jumlah penduduk miskin mencapai 810 ribu orang atau 15,01 persen. Berdasarkan data dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, jumlah penduduk miskin di Serambi Mekah pada September 2019 berkurang sembilan ribu orang dibanding Maret yang mencapai 819 ribu orang atau 15,32 persen. Dari jumlah itu, angka kemiskinan Aceh turun 0,31 persen.

Kepala BPS Aceh Wahyudin mengatakan komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di pedesaan, di antaranya beras, rokok, dan ikan tongkol/tuna/cakalang. Sedangkan komoditi bukan makanan yang berpengaruh besar yaitu biaya perumahan, bensin, dan listrik.

"Penurunan angka kemiskinan Aceh nomor 7 terbesar di Indonesia. Tapi posisi kita karena provinsi lain juga sama-sama ingin supaya angka kemiskinan terus mengalami penurunan, ya kita tetap masih nomor enam secara nasional dan nomor satu di Sumatera. Masih tertinggi di Sumatera," kata Wahyudin kepada wartawan dalam konferensi pers di Kantor BPS Aceh, Rabu (15/1). (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments