Minggu, 20 Okt 2019
  • Home
  • Headlines
  • Soal Kemungkinan Gerindra Jabat Mentan, Golkar: Menyalahi Akal Sehat

Soal Kemungkinan Gerindra Jabat Mentan, Golkar: Menyalahi Akal Sehat

* Waketum PPP Setuju Mentan Diisi Gerindra
admin Kamis, 10 Oktober 2019 10:32 WIB
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Partai Gerindra bicara kemungkinan menduduki kursi Menteri Pertanian (Mentan) jika konsep soal swasembada pangan diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi). Partai Golkar sebagai salah satu partai koalisi pendukung Jokowi menilai Gerindra menyalahi akal sehat jika isu partai yang diketuai Prabowo Subianto menawarkan diri masuk kabinet itu benar.

"Jika kabar bahwa Gerindra menawarkan diri masuk kabinet dalam pemerintahan Jokowi-Kiai Ma'ruf ini benar, sungguh menyalahi akal sehat demokrasi kita. Bagaimana mungkin partai yang selama ini menjelek-jelekkan pemerintahan Jokowi, partai yang selama ini berkampanye dengan tawaran visi dan misi yang berbeda dengan Presiden Jokowi, sekarang ini meminta jatah kabinet," kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily saat dihubungi, Rabu (9/10).

Ace mengatakan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi soal penunjukan menteri di kabinet. Menurut Ace, partai-partai di KIK justru tak pernah meminta jatah menteri kepada Jokowi.

"Untuk apa ada kontestasi pilpres jika yang kalah malah meminta jatah kursi kabinet. Kami saja dalam KIK yang sudah bekerja keras memenangkan Jokowi-Kiai Ma'ruf tidak pernah meminta jatah kabinet. Apakah tidak malu kepada rakyat Indonesia kalau yang selama ini teriak-teriak negatif tentang Jokowi malah minta-minta jatah kabinet?" ujarnya.

Soal konsep swasembada pangan, menurut Ace, Gerindra sebetulnya tidak perlu menawarkan konsep itu karena Jokowi sendiri sudah memiliki konsep yang disebutnya lebih diterima masyarakat. Ace menyebut tawaran konsep dari Gerindra bisa saja diterima atau tidak oleh Jokowi.

"Itu kan baru keinginannya Gerindra untuk menawarkan diri dengan konsep pertaniannya. Namanya juga tawaran kan bisa diterima dan juga bisa tidak diterima oleh Presiden Jokowi," ucap Ace.

"Kalau soal konsep, saya kira dalam pilpres kemarin kita sudah menawarkan konsep visi dan misi kepada rakyat. Dan visi dan misi yang ditawarkan kepada rakyat jauh lebih bisa diterima rakyat sehingga Jokowi-Kiai Ma'ruf terpilih. Acuannya itu saja dari konsep lainnya," lanjut dia.

Sebelumnya, Gerindra masih menanti respons Jokowi soal konsep yang ditawarkan ke pemerintah. Salah satu titik tekan di konsep yang ditawarkan partai berlambang kepala burung Garuda itu adalah soal swasembada pangan. Gerindra pun bicara kemungkinan menduduki kursi Menteri Pertanian (Mentan).

"Ya kalau diterima, ya, mungkin pos itu yang diberikan," kata Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menjawab kemungkinan partainya mendapat kursi Mentan dalam wawancara dengan wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/10).

Namun Dasco menegaskan Gerindra tak dalam posisi meminta kursi ke Jokowi. Gerindra hanya menawarkan konsep, dan jika konsep itu diterima, tentunya berharap bisa mengawal pelaksanaan konsep tersebut.

Waketum PPP Setuju
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PPP Amir Uskara setuju jika kader Partai Gerindra menempati posisi Menteri Pertanian (Mentan). Menurut Amir, kesejahteraan rakyat harus jadi prioritas dalam periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Bagi PPP kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas dalam pemerintahan periode kedua Pak Jokowi. Sehingga siapapun yang dianggap punya kompetensi di bidangnya atau kementerian yg akan dibentuk oleh Pak Jokowi kami pasti setuju, termasuk apabila Presiden yang punya hak prerogatif memilih kader dari Partai Gerindra," kata Amir kepada wartawan, Rabu (9/10).

Menurut Amir, penunjukan menteri kabinet adalah hak prerogatif Presiden. Amir mengatakan dirinya tetap setuju Gerindra menempati pos menteri meskipun partai berlambang kepala burung garuda itu tak berjuang bersama Jokowi saat Pilpres 2019 lalu.

"PPP tetap setuju karena itu adalah hak prerogatif Presiden. Dan tentu Pak Jokowi punya pertimbangan yang matang sebelum menentukan para pembantunya di kabinet," ujarnya.

Sementara itu, Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan belum ada kepastian soal kemungkinan masuknya partai baru dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pendukung Jokowi-Ma'ruf. Arsul menyebut Jokowi belum berbicara soal kemungkinan Gerindra masuk dalam kabinet.

"Soal masuknya atau bertambahnya parpol baru dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) statusnya masih kemungkinan saja, belum kepastian. Artinya bisa ya, bisa juga tidak. Sampai dengan saat ini, soal ini belum pernah disampaikan oleh Pak Jokowi selaku presiden terpilih kepada partai-partai KIK," ungkap Arsul.

"Jadi PPP tidak ingin berspekulasi soal itu (kemungkinan Gerindra duduki kursi Mentan). Kami menyerahkannya saja kepada Pak Jokowi karena memang menjadi hak prerogatif beliau," imbuhnya.

Menurut Arsul, keputusan soal kabinet ada di tangan Jokowi. Partai koalisi disebutnya hanya akan memberi masukan soal kabinet jika diminta.

"Lho, itu bukan soal legawa atau tidak legawa, semuanya terpulang kepada presiden terpilih. Partai-partai koalisi paling jauh memberikan masukan saja kalau nanti diminta," tuturnya. (detikcom/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments