Senin, 24 Feb 2020
  • Home
  • Headlines
  • Serangan Harimau Liar Sisakan Trauma, Masyarakat Kurangi Aktivitas di Hari Lebaran

Serangan Harimau Liar Sisakan Trauma, Masyarakat Kurangi Aktivitas di Hari Lebaran

admin Minggu, 09 Juni 2019 08:55 WIB
SIB/Ashari Hasibuan
BERBINCANG: Kepala Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun, Palas, Sangkot Hasibuan (tengah) berbincang dengan SIB, di kediamannya, Sabtu (8/6).
Ulu Barumun ( SIB) -Serangan harimau liar yang menewaskan seorang warga Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padanglawas ( Palas) ASH dan sempat membuat kritis FH warga Desa Pagaranbira Jae, Kecamatan Sosopan beberapa waktu lalu, menyisakan trauma yang mendalam bagi masyarakat di dua desa tersebut. Bahkan akibat kejadian itu, di hari Lebaran Idul Fitri saat ini, masyarakat lebih memilih berdiam diri di kediaman masing - masing dan mengurangi aktivitas mereka, tidak seperti hari raya ( lebaran) tahun - tahun sebelumnya.

"Masyarakat saat ini mengurangi aktivitas. Silaturrahmi di hari lebaran ini, hanya dari rumah - ke rumah warga dan tidak keluar desa, seperti tahun - tahun yang lalu. Hal itu mungkin disebabkan masyarakat sebagian besar, masih trauma atas kejadian beberapa waktu lalu", kata Kepala Desa Siraisan Sangkot Hasibuan saat berbincang dengan SIB, di kediamannya, Sabtu (8/6).

Meski terus dilakukan pemantuan oleh aparat TNI dan Polri, terhadap keberadaan harimau liar tersebut lanjut Sangkot, masyarakat di kedua desa dan sejumlah desa tetangga lainnya, di penghujung lebaran hari ke empat saat ini, masih takut beraktivitas ke lokasi lahan pertanian masing - masing. Baik ke lahan perkebunan karet, sawit dan persawahan.

Selain menyerahkan keamanan masyarakat kepada aparat TNI dan Polri dari prediksi akan adanya serangan susulan harimau liar itu sambung Sangkot, hingga saat ini masyarakat masih melakukan ronda malam untuk membantu aparat TNI dan Polri di dua desa tersebut.

"Kami di sini masih melakukan kegiatan ronda malam bersama para aparat yang ditugaskan memantau posisi harimau itu. Karena dari informasi orang pintar akan ada serangan susulan harimau itu hingga makan korban sebanyak tujuh orang lagi," sambung Sangkot.

Terkait perasaan trauma dan kecemasan warga, akan adanya serangan susulan harimau liar di kedua desa tersebut, Sangkot meminta masyarakat luas supaya turut mendoakan keselamatan bagi masyarakat yang tinggal di desa itu dan desa tetangga lainnya.

"Kepada masyarakat luas, tolong doakan kami supaya terhindar dari bahaya ancaman harimau ganas yang masih berkeliaran itu". Dan tolong doakan supaya harimau yang membahayakan nyawa masyarakat itu, segera dapat ditangkap hidup atau mati, oleh instansi pemerintah terkait atau aparat TNI dan Polri", tambahnya.(G07/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments