Jumat, 17 Jan 2020
  • Home
  • Headlines
  • Selain Disadap, Kapal yang Hendak Dinaiki Jokowi Pernah Meledak

Elite PDIP Diimbau Waspada

Selain Disadap, Kapal yang Hendak Dinaiki Jokowi Pernah Meledak

Selasa, 25 Februari 2014 10:32 WIB
SIB/Int
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Gangguan yang dialami Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) tak hanya berhenti di aksi penyadapan. Jokowi rupanya pernah mengalami beberapa aksi teror lainnya.

Menurut kabar yang beredar, aksi teror Jokowi yang pertama dialaminya pada tahun lalu. Saat itu, Jokowi hendak pergi ke Kepulauan Seribu.

Namun, beberapa jam sebelum keberangkatannya, kapal penyeberangan yang akan digunakan Jokowi meledak hebat.

Saat dikonfirmasi kabar itu, Jokowi tak membantah.

"Tahun kemarin, ya sudah itu sudah kejadian tahun kemarin," kata Jokowi di Jalan S Parman, Jakarta Barat, Senin (24/2).

Dia mengaku dirinya tak mau memikirkan itu lagi dan lebih memilih sibuk mengerjakan tugasnya sebagai gubernur ibu kota.

"Saya sekarang ini ngurusi kartu jakarta pintar, ngurusi genangan, ngurusi pasar," katanya.

Elite PDIP Diimbau Waspada
Tak hanya disadap, Gubernur DKI Jakarta Jokowi ternyata juga diteror. Ketua DPP PDIP Puan Maharani pun mengimbau elite PDIP untuk waspada.

"Lebih baik kita waspada, ini tahun politik. Segala sesuatu bisa terjadi," imbau Puan.

Puan juga mengimbau lawan politik untuk bersaing secara sehat, tidak melakukan berbagai upaya yang meresahkan.

"Kita lebih baik bersaing sehat, dengan etika, tanpa teror-teror yang membuat ketidaknyamanan di tahun politik," harapnya.

Ketua MPR: Motifnya Politis
Ketua MPR yang juga politikus PDIP Sidharto Danusubroto menyatakan penyadap Gubernur DKI Joko Widodo merupakan penyadap profesional. Latar belakangnya adalah politik.

"Keterlaluan itu! Itu bukan omong kosong, itu betul-betul," kecam Sidharto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin.

Sidharto bisa memastikan bahwa pelaku tindak sabotase itu adalah orang profesional berdasarkan penuturan Jokowi. Namun segala pernik penyadap di rumah dinas Gubernur DKI kini sudah dibersihkan.

"Dua bulan lalu saya dengar dari beliau sendiri. Itu betul-betul orang profesional dan sekarang sudah dibersihkan oleh profesional juga," kata pria 77 tahun ini.

Motif politis disinyalir menjadi latar belakang aktivitas spionase ini. Tak seharusnya orang seperti Jokowi disadap. Penyadapan akan lebih tepat dilakukan terhadap koruptor, separatis, dan teroris.

"(Alat sadap) Bukan dari Glodok. Saya sudah dengar dari Jokowi dua bulan lalu. Saya kira itu soal alasan politik, kompetitor," ujar senior PDIP itu.

Jokowi memang tak melapor. Namun, menurut Sidharto, pihak yang berwajib sudah tahu masalah ini.

"Pak Jokowi sendiri tak berniat melapor dan melempar ke publik. Bukan pencitraan, tidak. Polisi tahu ini kok," ucapnya.

Dishub DKI: Bukan Karena Sabotase
Sebuah kapal milik Pemprov DKI Jakarta terbakar pada 2012 lalu saat akan digunakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Kepala Seksi Prasarana dan Angkutan Laut Dinas Perhubungan DKI Jakarta Kamaru Zaman menjelaskan terbakarnya kapal tersebut bukan karena sabotase.

"Isu ledakan sabotase itu yang diisukan orang tidak benar, dan kasus itu sudah dilaporkan ke polisi dengan berita acara kebakaran," ujar Kamaru saat dikonfirmasi, Senin (24/2).

Kamaru meluruskan isu yang beredar soal kapal Pemprov DKI yang terbakar sebagai teror terhadap Jokowi. Dia menuturkan, peristiwa kebakaran kapal itu terjadi pada Sabtu (22/12) silam sekitar pukul 22.00 WIB. Sekitar 2 bulan setelah Jokowi dilantik sebagai gubernur DKI Jakarta.

Kapal yang terbakar merupakan kapal patroli 2 milik Dinas Perhubungan. Padahal sehari sebelum akan digunakan Jokowi, kapal tersebut sudah dilakukan pengecekan sesuai SOP.

"Sebelum kapal berangkat, pukul 21.30 WIB saya antar minuman dan saya sendiri yang masukan itu ke kapal ABK yang lagi bersih-bersih di dalam kapal, habis mengantar minuman saya kembali ke dermaga 15," paparnya.

Sekitar 20 menit setelah meninggalkan dermaga, Kamaru mengatakan ditelepon ABK. "Saya ditelepon ABK dan disuruh kembali ke kapal, dan sampai di lokasi kapal sudah terbakar seperempatnya," jelasnya.

Menurutnya, kebakaran tersebut terbakar akibat korsleting listrik aki sehingga api menyambar. Namun tidak ada ledakan. Padahal kapal tersebut akan digunakan Jokowi untuk kunjungan ke Kepulauan Seribu.

"Saat itu memang benar kapal kebakaran sampai habis," tuturnya.

Ruhut Pengalihan Isu
Gubernur DKI Joko Widodo dilanda soal penyadapan dan sabotase. Menurut Ruhut Sitompul, isu penyadapan sengaja dimunculkan menjadi kambing hitam gara-gara problem Jakarta menumpuk.

"Ya mungkin Jokowi sudah pening dia. Banjir terus, macet nggak ketulungan, bikin MoU dengan KPK tapi sekarang soal Busway (Bus Trans Jakarta) belum juga dilaporkan ke KPK. Ya, pengalihan isu (penyadapan)," tutur Juru Bicara Partai Demokrat ini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin.

Ruhut juga menilai isu penyadapan dimunculkan gara-gara PDIP sedang dirundung masalah internal dari Surabaya. Seperti diketahui, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dikabarkan sedang galau lantaran bermasalah dengan Wawali Whisnu Sakti Buana yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya.

"Belum lagi jeruk makan jeruk, banteng seruduk banteng di Surabaya. Makin pening dia," ujar Ruhut.

Ruhut menilai persoalan penyadapan ini lucu. Karena penyadapan ini diungkap oleh Jokowi sendiri. Dia membandingkan kasus lainnya yang menimpa Presiden SBY, penyadapan terhadap SBY diungkap oleh Edward Snowden, bukan SBY sendiri.

"Lucu itu," kata Ruhut sambil tertawa. (detikcom/d)
T#gs Jokowi
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments