Kamis, 14 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Sekelompok Pria Serang Anggota SPSI di PKS Aektorop Labusel, Kepala Moga Panjaitan Dibacok

Sekelompok Pria Serang Anggota SPSI di PKS Aektorop Labusel, Kepala Moga Panjaitan Dibacok

* SPSI dan Korban Minta Polsek Torgamba Tangkap Pelaku
admin Selasa, 13 Agustus 2019 10:04 WIB
Ilustrasi
Torgamba, Labusel (SIB) -Sekelompok pria menyerang anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia di PUK PKS Aektorop Desa Aekbatu Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel). Anggota SPSI, Moga Aprianto Panjaitan menjadi korban penyerangan itu yakni kepalanya dibacok.

Peristiwa pembacokan itu terjadi pada Sabtu 3 Agustus 2019 sekitar pukul 15:30 di lokasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Aektorop. Awalnya, SPSI PUK PKS Aektorop sudah berdiri 4 bulan lalu. Ketua SPSI PUK PKS Aektorop kemudian memberitahukan kepada seluruh pengusaha angkutan dan TBS, terutama ke pihak perusahaan. Selanjutnya, mereka mengadakan pertemuan dengan pimpinan PKS untuk menyepakati upah/jasa bongkar muat di PKS tersebut. Namun saat itu pimpinan menyarankan agar duduk bersama dengan pihak pemborong/kontraktor.

Pada Selasa 30 Juli 2019, SPSI PUK PKS Aektorop dan pemborong pengangkutan buah tandan sawit duduk bersama di kantor Distrik Labuhanbatu 2, dimediasi pihak perusahaan. Namun yang disetujui pemborong hanya jasa bongkar muat truk bak mati sebesar Rp13 per kilogram. Karena pengangkutan kebanyakan dumtruk, pihak pemborong tidak bersedia memberi seberapapun dengan alasan kontrak sudah berjalan. Saat itu SPSI tetap bermohon menunggu kontrak baru, memohon seberapapun yang iklas diberikan pihak kontraktor, SPSI siap menerima, asal jangan dinolkan. Namun pihak kontraktor tetap tidak mau bayar, sedangkan pihak SPSI juga tetap bekerja di lapangan dan memegang SP angkutan agar pihak pemborong memberikan jasa bongkar seberapapun.

"Pada 1 Agustus 2019, seorang supir pemborong mau menabrak salahsatu anggota SPSI yang meminta SP untuk dicatat. Anggota SPSI itu terpaksa melompat parit mengelak agar tidak kena tabrak truk. Akibat itulah beberapa anggota SPSI mengejar truk sambil melempari hingga mengenai kaca depan dan pecah, lalu membawa truk tersebut ke Polsek untuk melaporkan kejadian tersebut," sebut Oloan Sihotang, mantan anggota DPRD Labusel.

Kemudian, tambahnya, pada Sabtu 3 Agustus 2019, kelompok pria berjumlah seratusan orang tiba-tiba masuk ke lokasi PKS membawa senjata tajam, pentungan kayu dan besi menyerang 10 anggota SPSI yang berada di lokasi pabrik, sehingga buruh bongkar muat itu lari berhamburan. Seorang preman dengan brutal langsung membacok Moga Aprianto Panjaitan.

"Salahsatu pria tanpa pikir panjang langsung membacok kepala anggota SPSI, Moga Aprianto Panjaitan. Massa preman itu diduga dipimpin HEH dan AT sebagai pemilik kontrak, yang juga diduga suruhan SP, oknum pimpinan DPRD Labusel, sesuai pengakuannya saat saya konfirmasi di lapangan. Namun hingga saat ini, Kapolsek Torgamba belum menangkap pelaku pembacokan terhadap korban," sebut Oloan yang juga Ketua DPD LSM Lintar Labusel.

Pengurus SPSI PUK PKS Aektorop dan korban Moga Panjaitan dan DPD LSM LINTAR Labusel, meminta Kapolsek Torgamba serius menangani kasus penganiayaan terhadap korban, dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan nomor STPL/55/VIII/2019/SPK yang diterima Ka SPK-C Aiptu RHB Sihaliho sesuai laporan pengaduan No. LP/55/VIII/2019/SPK tanggal 4 Agustus 2019.

Kapolsek Torgamba AKP Mulyadi saat dikonfirmasi SIB, mengakui pihaknya belum menangkap pelaku pembacokan terhadap kepala korban, Moga Panjaitan.

"Kita proses. Kita masih mencari saksi-saksi siapa yang melihat (pembacokan)," sebut Mulyadi.

Katanya, banyak saksi yang melihat, namun semua saksi tidak mengetahui siapa yang membacok (korban).

"Memang banyak saksi yang melihat, namun semua saksi tidak mengetahui siapa yang membacok. Sudah kita periksa saksi-saksi, namun tidak ada satupun yang mengenali siapa pelakunya," kata Kapolsek.

Ditanya, apakah ada preman yang didatangkan dari luar? Kapolsek Torgamba menyebut, tidak tahu.

"Belum tahu juga, karena ada banyak pihak kontraktor yang datang membawa buah sawit ke pabrik," sebutnya. (BR6/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments