Selasa, 29 Sep 2020
  • Home
  • Headlines
  • SBY Geram Kebakaran Hutan Tak Segera Ditangani dengan Tuntas

SBY Geram Kebakaran Hutan Tak Segera Ditangani dengan Tuntas

* Ubah Jadwal, SBY Terbang ke Riau Pimpin Penanganan Kabut Asap, * Warga Riau Dukung SBY Ambil Alih Penanganan Kabut Asap
Sabtu, 15 Maret 2014 11:44 WIB
Presiden SBY
Semarang (SIB)- Presiden SBY geram dengan pemerintah daerah Provinsi Riau. Kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap tidak segera ditangani dengan baik.

"Ini terjadi lagi, Riau lagi. Saya tahu, ini disebabkan oleh kesalahan kita sendiri," ujar SBY dengan nada tinggi di Mapolda Jateng saat memimpin rapat via teleconference, Jumat (14/3/2014).

"Sebagian dari saudara kita di Riau kembali melakukan pembakaran di atas ladang yang ada. Saya tahu cuaca ekstrim, api mudah menjalar, tapi biang keladinya ada tindakan pembakaran, yang semestinya bisa dicegah, wali kota, bupati, camat, mestinya bisa dilakukan pencegahan paling tidak mengurangi, tapi kejadian sudah seperti ini," paparnya.

SBY memimpin rapat ini untuk mencari solusi, mengambil langkah tanggap darurat dan meningkatkan apa yang sudah dilakukan saat ini. SBY yakin BNPB, TNI, Polri sudah bekerja mengatasinya, namun hasilnya belum maksimal.

"Tapi karena skalanya besar harus saya katakan upaya kita belum berhasil, tahun lalu kita kerahkan 1 barikade TNI dengan segala peralatan yang ada, kita beri sasaran 1 minggu, jadi ini bukan hal baru bagi Riau, bagi kita secara nasional," tegasnya.

Instruksikan
Presiden SBY marah penanganan kabut asap di hutan Riau tidak maksimal. Presiden SBY menginstruksikan peningkatan operasi tanggap darurat kabut asap.

"Saya akan keluarkan instruksi hari ini untuk dilaksanakan semua, kalau situasi memungkinkan saya ingin langsung datang, namun saya minta dilakukan peningkatan operasi tanggap darurat," ujar SBY.

SBY meminta laporan dari BNPB dan sejumlah pihak terkait mengenai apa saja yang sudah dilakukan dan apa yang belum dalam penanganan kebakaran hutan. "Dari situ akan kita putuskan, apa saja yang kita lakukan," tuturnya.

SBY terus memantau pemberitaan di media massa soal keluhan masyarakat Riau. Dirinya juga menerima laporan dari media sosial soal keresahan dan kemarahan masyarakat Riau.

"Ada 9.000 yang masuk ke sosial media, marah, ada yang beralasan, ada yang kurang beralasan, kita perlukan solusi hari ini, saya berusaha menyampaikan ke saudara-saudara di Riau, ini ada yang membakar, sampai kapanpun kalau setiap tahun sebagian penduduk Indonesia, melakukan pembakaran, ratusan uang negara dikeluarkan, saudara jadi korban, anak-anak tidak bisa sekolah, karena memang, ada orang tidak bertanggungjawab," ungkapnya.

"Ini menjadi tugas gubernur, walikota untuk mengingatkan, bencana ini dibuat sendiri, mari kita mendidik bangsa ke depan, agar jika ada kebiasaan main bakar harus hentikan," tutupnya.

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 15 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

T#gs HutankebakaranSBY
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments