Selasa, 20 Agu 2019

Ruas Jalan Provinsi Tarutung-Garoga Kupak Kapik

* Bupati Taput Minta Pemprovsu Segera Perbaiki
admin Senin, 11 Februari 2019 10:35 WIB
SIB/Bongsu Batara Sitompul
LONGSOR: Ruas jalan provinsi Tarutung-Garoga di Hite Tano Dusun Hutagurgur Desa Onan Runggu I Kecamatan Sipahutar yang sudah setahun longsor tak kunjung diperbaiki.
Taput (SIB) -Kondisi jalan provinsi Tarutung-Garoga yang kupak kapik tak kunjung diperbaiki. Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan yang dimintai tanggapannya, Sabtu (9/2), meminta kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar segera memperbaiki jalan tersebut. Sebab sudah bertahun- tahun tidak ada perbaikan dan sangat mengganggu arus perdagangan hasil bumi masyarakat khususnya dari Garoga ke Pangaribuan.

" Kalau memang provinsi tidak sanggup lagi, kita disurati saja Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk memperbaiki jalan tersebut atau diserahkan kepada Pemerintah Pusat," ujar Nikson.

Pantauan SIB di lapangan, kerusakan jalan provinsi jurusan Tarutung-Garoga butuh perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Mengingat status jalan provinsi, kondisi jalan sungguh tak layak untuk dilalui kendaraan.

Puluhan kilometer jalan provinsi Tarutung-Garoga kondisinya kupak kapik. Ruas jalan dipenuhi lobang-lobang besar dan tak ada bedanya seperti jalan ke kebun.

Titik - titik kerusakan terlihat di ruas jalan jurusan Tarutung- Sipahutar lebih kurang sepanjang 15 Km. Ruas jalan yang rusak mulai dari simpang empat Hutabarat Tarutung sampai Dusun Hutagurgur Desa Onan Runggu I Kecamatan Sipahutar yang sudah parah kerusakannya hampir lima tahun tak kunjung dilakukan pengaspalan.

Kemudian ruas jalan jurusan Sipahutar-Pangaribuan lebih kurang sepanjang 5 Km yakni ruas jalan di Desa Siabalabal menuju Pangaribuan dan ruas jalan Pangaribuan-Garoga lebih kurang sepanjang 20 Km mulai dari Desa Lumban Sormin Kecamatan Pangaribuan sampai Batu Hapur Kecamatan Garoga kondisinya juga sangat memprihatinkan.

Selain itu juga, ruas jalan di Hite Tano Desa Onan Runggu I Kecamatan Sipahutar yang sudah setahun longsor tak kunjung diperbaiki. Padahal kondisi ruas jalan tersebut sangat membahayakan para pengendara yang melintas apalagi saat hujan.

Pemeliharaan rutin yang dilakukan setiap tahun hanya sebatas penambalan ruas jalan yang berlobang dengan campuran pasir dan batu (Sirtu) lalu disiram dengan cairan aspal. Ketahanannya pun hanya 2 bulan.

Camat Garoga Josua Situmeang kepada SIB juga mengharapkan, ruas jalan Pangaribuan-Garoga bisa diperbaiki oleh Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara. Kondisi jalan sudah sangat membahayakan bagi pengendara roda empat.

" Ruas jalan yang rusak parah dan ada dua titik jalan longsor lokasinya di Batu Hapur. Kemudian ruas jalan Aek Tangga menuju Sibaganding sampai Padang Siandomang juga kondisi ruas jalannya sangat rusak. Mobil roda empat saja sudah sangat sulit untuk melintas. Begitu juga dengan kendaraan roda enam untuk mengangkut hasil bumi ke Pangaribuan dan Tarutung sering terkendala karena kondisi jalan yang membahayakan," ungkapnya.

Kepala UPT Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara Wilayah Tarutung Wesly Sidabutar ketika dikonfirmasi SIB via telepon selulernya mengatakan, anggaran untuk pemiliharaan jalan provinsi Tarutung - Garoga nilainya sangat minim.

" Anggaran pemeliharaan jalan hanya Rp 35 ribu permeternya. Tahun 2019, anggaran untuk perbaikan infrastruktur di jalan provinsi Sumatera Utara mengalami penurunan hanya Rp 800 miliar. Yang diusulkan kemarin Rp 1 triliun namun yang disetujui hanya Rp 800 miliar," ungkapnya

Wesly juga mengungkapkan, untuk perbaikan infrastruktur jalan Tarutung-Garoga tahun 2019 ini ada namun anggarannya terbatas. Untuk pengaspalan ada dilaksanakan. Begitu juga perbaikan ruas jalan yang longsor di Hite Tano sudah dianggarkan sebesar lebih kurang Rp 1 miliar.

"Terkait dengan permintaan Bupati Taput supaya perbaikan jalan Garoga yang rusak diperbaiki oleh Pemkab Taput atau Pemerintah Pusat, kita sifatnya fleksibel. Kalau memang anggaran Pemkab Taput cukup untuk memperbaikinya, kita tidak merasa keberatan. Di Kabupaten Samosir juga sudah terjadi hal yang demikian. Ada ruas jalan provinsi diambil alih perbaikannya oleh Pemkab Samosir," ungkapnya. (G03/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments