Rabu, 22 Jan 2020

Ruang Kerja Imam Nahrawi Digeledah KPK

* Sekjen, Bendum KONI dan Deputi IV Kemenpora Ditahan
Admin Jumat, 21 Desember 2018 10:35 WIB
Jakarta (SIB)  -KPK menggeledah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berkaitan dengan kasus suap pengurusan dana hibah dari Kemenpora ke KONI. Salah satu ruangan yang digeledah adalah ruang kerja Menpora Imam Nahrawi.

"Ya tadi digeledah di sana (Kemenpora), termasuk ruang Menteri," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Kamis (20/12).

Selain ruangan Imam, tim KPK menggeledah ruang-ruang yang sebelumnya telah disegel. Namun Febri mengaku belum mendapatkan informasi detail tentang apa saja yang didapat dari penggeledahan itu.

"Yang lain yang sudah disegel juga digeledah," kata Febri.

KPK sebelumnya menyampaikan Imam bisa saja dipanggil apabila keterangannya diperlukan. Imam pun sudah menyampaikan niat baiknya apabila dipanggil KPK.

"Kita akan akomodatif dengan penegak hukum," ujar Imam di Solo siang kemarin.

DITAHAN
Sebelumnya Penyidik KPK menahan lima tersangka kasus suap terkait dana hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk KONI. 
Kelimanya ditahan di rumah tahanan (rutan) yang berbeda.

"Para tersangka ditahan 20 hari pertama," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (20/12).

Kelima tersangka yang ditahan tersebut adalah: Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy ditahan di Rutan Polres Jakpus, Deputi IV Kemenpora Mulyana di Rutan KPK C1, Pejabat pembuat komitmen di Kemenpora Adhi Purnomo dan Staf Kemenpora Eko Triyanto di rutan cabang KPK K-4 atau gedung baru KPK.

KPK menduga Mulyana, Adhi, dan Eko menerima suap dari Hamidy dan Johnny. Suap itu diduga merupakan fee dari pencairan dana hibah Kemenpora untuk KONI.

Menurut KPK, fee yang disepakati adalah 19,13 persen dari total hibah senilai Rp 17,9 miliar atau senilai Rp 3,4 miliar. KPK menduga Adhi, Eko, dan kawan-kawan menerima bagian suap setidaknya Rp 318 juta dari pencairan hibah tersebut.

Sementara Mulyana diduga menerima Rp 100 juta dalam ATM terkait pencairan hibah untuk KONI tersebut. Selain itu, KPK menduga ada suap berupa mobil Toyota Fortuner, uang Rp 300 juta, dan ponsel Samsung Galaxy Note 9 yang diduga diberikan sebelumnya kepada Mulyana. 

DIPERIKSA
Sementara itu, Miftahul Ulum  asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi diperiksa terkait  kasus tersebut. Miftahul ditanyai soal kaitannya dalam kasus dugaan suap dana hibah dari Kemenpora untuk KONI.

"Saya baru dapat update selain 12 orang yang diperiksa tadi. Yang ditanya memang sudah datang satu lagi, inisial MU (Miftahul Ulum). Masih diperiksa," kata Febri.

"Nanti dilihat lebih lanjut dalam pemeriksaan ini kaitannya langsung atau tidak langsung perkara suap bantuan Kemenpora ke KONI ini," sambung Febri.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan KPK saat ini belum bisa menyimpulkan ada-tidaknya keterlibatan Miftahul dalam kasus ini. Saut hanya menegaskan Miftahul punya peran signifikan.

"Saya belum bisa simpulkan itu, tapi indikasinya memang peran yang bersangkutan signifikan, ya. Kita lihat dulu, bisa saja dia membukanya. Karena kalau kita lihat jabatannya, bisa kita lihat seperti apa peranannya. Ada beberapa yang tidak confirm satu sama lain," jelas Saut.(detikcom/c)
Editor: Admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments