Selasa, 07 Jul 2020
PalasBappeda

    Polisi Pertemukan Korban Perampokan, Roy Simorangkir dengan Tiga Tersangka

    Roy Simorangkir Berterimakasih Kepada Polisi dan Berharap Tangkap 3 Pelaku Lainnya

    Sabtu, 13 September 2014 09:38 WIB
    SIB/Bob sembiring
    PERTEMUKAN KORBAN: Kapolsek Deli Tua Kompol Anggoro Wicaksono SH MH mempertemukan tersangka Jo dan TM dengan Roy Marisi Simorangkir, Jumat (12/9).
    Medan (SIB)- Polsek Deli Tua mempertemukan korban perampokan yang merupakan wartawan Harian SIB, Roy Marisi Simorangkir, dengan tiga dari 5 tersangka perampok yang diamankan polisi. Ketiganya adalah Jo (24) alias Jon Badak, TM dan Her.

    Kepada wartawan di Mapolsek Deli Tua, Jumat (12/9), Kapolsek Deli Tua Kompol Anggoro Wicaksono SH MH mengatakan, awalnya pihaknya mengamankan 4 tersangka, Her, TM, Gus dan DMD, Jumat (5/9).

    “Dari pengembangan penyidikan, kami berhasil menangkap tersangka Jo, Senin (8/9). Dari pengakuan Jon diketahui, dirinya bersama Her dan TM merupakan 3 dari 6 pelaku perampokan wartawan SIB, Roy Marisi Simorangkir,” ujarnya.

     Ditegaskannya, saat ini pihaknya masih terus mengejar 3 pelaku lainnya FR, PG dan RV. Dari penangkapan kelima tersangka, pihaknya menyita barang bukti 2 unit senjata jenis Airsoft gun, 1 alat setrum listrik, 7 unit sepedamotor, 1 senjata tajam, serta 11 pasang plat nomor kendaraan.

     “Dari hasil pemeriksaan, hingga saat ini tersangka sudah melakukan aksinya di 43 tempat kejadian perkara (TKP), antara lain di wilayah Polsek Delta, sunggal, Medan Baru dan Helvetia. Mereka kerap beraksi di daerah Jalan Ngumban Surbakti dan Gagak Hitam Ring Road. Saat ini 3 tersangka lain sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) dan masih dalam pengejaran,” jelasnya.

     Kepada wartawan, Jo (24) warga Komplek Pemda mengaku, telah beraksi di 43 TKP. Disebutkan, FR merupakan otak pelaku perampokan, yang memerintahkan komplotannya merampok Roy Simorangkir saat itu. Diakui, sebelumnya pihaknya tidak menargetkan atau berencana merampok Roy.

     “Saat itu, kami hanya kebetulan melintas. Namun, saat melihat korban yang melewati daerah itu, saya diperintahkan si Fredi untuk melakukan perampokan. Saya sempat bilang kalau korban seperti polisi, tapi FR terus mendesak dan memukul kepala saya,” ucap Jo.

    Dikatakannya, pelaku penganiayaan dan penembakan Roy adalah FR dan PG. Saat kejadian, akunya, dirinya berperan memepet dan mencabut kunci sepedamotor korban. “Memang saya yang mematikan kunci sepedamotor korban, sebelumnya kami memang sudah dilatih FR melakukan hal itu,” tambahnya.

    Menurutnya, ia mendapat bagian Rp1,8 juta dari hasil penjualan sepedamotor korban senilai Rp13 juta kepada penadah. Namun, menjawab wartawan, Jo mengaku tidak mengetahui secara pasti identitas penadah yang disebut berinisial M. Terkait penjualan hasil perampokan, hanya FR sendiri yang menjual.
    TN mengaku mendapat bagian Rp1,2 juta dari penjualan sepedamotor Kawasaki Ninja Warior milik korban.

     Diceritakan TM, perampok sepedamotor saat ini mulai menggunakan Softgun dalam melakukan aksinya. Saat beraksi tambahnya, tugasnya mengawasi sekitar lokasi. Diakuinya, setiap kali beraksi, komplotannya selalu menggunakan Soft gun.

    “Setiap kali berpapasan dengan kelompok lain, mereka juga mengeluarkan Softgun. Dari situ, kami tahu mereka kelompok lain. Rata-rata hampir semua kelompok memakai senjata Soft Gun. Senjata kami disuplai oleh FR, saya tidak tahu dapatnya darimana,” sebutnya.

     Sementara itu, Roy mengucapkan terimakasih kepada polisi, khususnya Polsek Deli Tua yang berhasil mengungkap perampokan yang dialaminya. Ia berharap, Polsek Helvetia dibantu Polsek Deli Tua dan Polresta Medan mampu menangkap 3 pelaku lainnya dan mengamankan sepedamotor miliknya. “Saya menghargai kinerja dan upaya kepolisian mengungkap kasus saya,” ujarnya. (A28/A23/d)


    T#gs
    Komentar
    Komentar
    Silakan Login untuk memberikan komentar.
    FB Comments