Kamis, 02 Jul 2020
PalasBappeda
  • Home
  • Headlines
  • Revitalisasi Pasar Horas, Polda Sumut Tetapkan Benny Sihotang Sebagai Tersangka

Revitalisasi Pasar Horas, Polda Sumut Tetapkan Benny Sihotang Sebagai Tersangka

* Benny Sihotang Belum Tahu Ditetapkan Tersangka
admin Jumat, 13 September 2019 09:40 WIB
Pasar Horas Pematangsiantar
Medan (SIB) -Penyidik Subdit II Harta Benda Bangunan dan Tanah (Harda Bangtah) Ditreskrimum Polda Sumut menetapkan mantan Dirut PD Pasar Horas Benny Harianto Sihotang dan Fernando Nainggolan alias Moses sebagai tersangka terkait proyek revitalisasi Pasar Horas yang berbuntut terjadinya dugaan penipuan.

"Sudah kita tetapkan dua orang sebagai tersangka Benny Harianto Sihotang (BHS) dan Fernando Nainggolan alias Moses," kata Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian kepada SIB, Kamis (12/9).

Dikatakannya, dalam kasus dugaan penipuan ini, anggota DPRD Sumut terpilih ini merupakan otak pelaku. "Memang dia (BHS) yang dilaporkan (otak pelakunya). Sedangkan Fernando ikut serta dalam kasus ini. Dia (Fernando) merupakan orang suruhan Benny," tegas dia.

Sementara itu, Kasubdit Harda Bangtah AKBP Edison Sitepu menjelaskan, penetapan tersangka itu setelah pihak kepolisian melakukan gelar perkara. "Penetapan tersangka setelah dilakukan gelar perkara dan memeriksa beberapa saksi sebelumnya," sebutnya.

Langkah yang akan dilakukan pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) selanjutnya melakukan pemanggilan terhadap Benny sebagai tersangka pada Senin (16/9). "Pemanggilan pertama nanti kita lakukan hari Senin," jelas dia.

Dalam kasus ini, sebagai pelapor Rusdi Taslim melaporkan Benny Harianto Sihotang ke Mapolda Sumut. Korban (pelapor) merasa dirugikan sebesar Rp1.7 miliar.

Sementara itu, Benny Harianto Sihotang yang dikonfirmasi wartawan terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan ini, mengaku belum mengetahui. Namun, mantan Dirut PD Pasar Kota Medan ini tak menampik dirinya dilaporkan ke Polda Sumut terkait kasus dugaan penipuan.

"Oh enggak tahu saya (jadi tersangka), biar aja proses sesuai hukum yang berlaku," ucapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler.

Disinggung apabila dipanggil penyidik untuk hadir menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, Benny belum bisa memastikan. "Karena saya baru tahu dari anda. Nanti saya tanya dulu dengan pengacara saya harus seperti apa dan bagaimana langkah selanjutnya," kata dia.

Sebelumnya, penyidik Subdit II Harta Benda Bangunan dan Tanah (Harda Bangtah) Ditreskrimum Polda Sumut telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi terkait proyek revitalisasi Pasar Horas yang berbuntut terjadinya dugaan penipuan. Saksi tersebut di antaranya Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah Noor dan Sekda Pematangsiantar Budi Utari Siregar.

Informasi diperoleh, proyek revitalisasi Pasar Horas Pematangsiantar diproyeksikan tahun 2018 dengan pagu sebesar Rp24 miliar. Oleh pihak PD Pasar Horas yang kala itu Dirutnya Benny Harianto Sihotang, memenangkan satu perusahaan milik Fernando Nainggolan alias Moses bersama Rusdi Taslim.

Seiring berjalannya waktu, Benny meminta uang kepada rekanan (Rusdi Taslim). Oleh Rusdi Taslim menyuruh anggotanya bernama Didit Cemerlang yang kemudian uang diberikan kepada Fernando Nainggolan alias Moses.

Oleh Fernando Nainggolan alias Moses mengirim lewat rekening kepada BHS. Akan tetapi, proyek pembangunan Pasar Horas tidak ada alias fiktif. Akibat kejadian itu, Rusdi mengaku mengalami kerugian Rp1,7 miliar.

Karena menjadi korban penipuan, ia melaporkan kasus itu ke Poldasu ditangani Subdit IV/Renakta. Tapi karena dinilai penanganannya terkesan lambat sehingga diserahkan ke Subdit II/Harda-Bangtah. (M18/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments