Minggu, 17 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Ratusan Mahasiswi Tercatat Pernah Jadi PSK di Sunan Kuning

Ratusan Mahasiswi Tercatat Pernah Jadi PSK di Sunan Kuning

bantors Minggu, 13 Oktober 2019 10:38 WIB
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Sunan Kuning adalah lokalisasi yang cukup populer di Semarang. Di tempat ini, pernah ada 400 lebih PSK yang beroperasi. Seratusan di antaranya berstatus mahasiswi.

Sebagaimana diketahui, lokalisasi Sunan Kuning ini sudah ada sejak 19 Agustus 1966. Pada era itu, lokalisasi ini sangat populer. Saking populernya, sampai ada istilah khusus untuk mereka yang gemar berpelesir ke Sunan Kuning, eskaisme. Seperti dicatat Yapi Tambayong dalam bukunya yang berjudul 'Kamus Isme-Isme', eskaisme adalah pelafalan dari SK, singkatan dari Sunan Kuning.

Kawasan lokalisasi ini juga jadi tempat bernaung para PSK yang berstatus mahasiswi. Keberadaan PSK berstatus mahasiswi ini diuraikan dalam penelitian berjudul ''Sosiolek Pekerja Seks Komersial Berstatus Mahasiswa di Lingkungan Kampus dan Lingkungan Prostitusi' yang ditulis dalam Jurnal Dinamika Sosial Budaya, Volume 19, Nomor 1, Juni 2017. Penelitian ini ditulis oleh R Riana, S Setiadi, dan ED Pratamanti dari Fakultas Hukum, Universitas Semarang.

Disebutkan dalam penelitian ini, pada Agustus 2017 jumlah PSK yang tergabung di lokalisasi Sunan Kuning, Semarang, yaitu 457 orang. Dari total PSK tersebut, 136 di antaranya adalah PSK berstatus mahasiswi. Para PSK berstatus mahasiswi ini berkuliah di berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang. Ada pula yang mengambil studi di beberapa kampus kecil di Kendal, Kudus, dan Jepara.

Uniknya, meskipun menjadi PSK, beberapa di antara mereka ada yang terus aktif berkuliah dan punya prestasi yang baik di kampusnya. Mereka juga memiliki komunitas khusus. Informasi ini diperoleh dari salah seorang PSK yang juga mahasiswi di salah satu PTS di Semarang.

"LD merupakan PSK yang berkuliah di salah satu PTS di Semarang. Tinggal di Semarang. LD bercerita bahwa ia tergabung dalam komunitas PSK berstatus mahasiswi di Semarang. Komunitas ini beranggotakan lebih dari 10 orang dengan berbagai asal perguruan tinggi tempat kuliah para PSK. Biasanya mereka berkomunikasi melalui ponsel dan sesekali bertemu di rumah makan atau kafe," tulis penelitian tersebut.

Bahkan ada PSK berstatus mahasiswi yang sudah punya pelanggan tetap. Pelanggannya itu menjadikannya perempuan simpanan lengkap dengan jatah bulanan dan fasilitas layaknya istri.

"DL adalah mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Semarang. DL menjalani pekerjaannya lebih dari empat tahun terakhir. DL jarang melayani konsumen lepas karena mempunyai simpanan yang menjadi pelanggan tetap. DL mendapat jatah bulanan dari pelanggan tetapnya lengkap dengan bonus rumah, mobil, dan apartemen. Karena sudah mempunyai hubungan erat dengan simpanannya selayaknya suami-istri," lanjut paparan penelitian tersebut.

Namun usia lokalisasi Sunan Kuning kini tinggal menghitung hari saja. Lokalisasi ini akan ditutup pada 18 Oktober 2019. Nantinya, para PSK yang tinggal di kawasan itu akan dipulangkan ke daerah masing-masing dengan fasilitas Pemkot atau biaya sendiri. Kawasan itu tak boleh lagi dijadikan tempat prostitusi. Tentu saja, para mahasiswi yang menyambi sebagai PSK itu juga bakal pergi dan diharapkan mentas dari pekerjaan itu. (detikcom/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments