Rabu, 11 Des 2019

Rakornas PKS akan Tegaskan Sikap Oposisi

redaksi Jumat, 15 November 2019 22:37 WIB
cnnindonesia.com
Ilustrasi Rakornas
Jakarta (SIB)
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan ada dua yang dibahas dalam rakornas kali ini. Salah satunya soal penegasan sikap PKS sebagai oposisi.

"Secara umum ada 2, satu penegasan sikap umum PKS di luar pemerintahan, kalau bahasa saya kami oposisi, insyaallah akan ditegaskan. Yang kedua paparan program setahun ke depan," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (14/11).

Mardani mengatakan pembahasan kedua yakni soal paparan program PKS setahun ke depan. Seluruh DPW PKS dengan berbagai bidang diundang dalam rakornas ini.

Kembali soal oposisi, Mardani mengatakan sistem tata negara di Indonesia memang tidak mengenal istilah oposisi. Sehingga, jadi pertanyaan sejumlah kader.

"Secara umum tata negara kita tidak mengenal oposisi, sehingga wajar kalau ada kader yang menyatakan kita kekuatan penyeimbang. Jadi mungkin Pak Iman (Presiden PKS Sohibul Iman) tetap akan menyebut kekuatan penyeimbang. Secara hakikatnya bahasa saya, oposisi," ujarnya.

Mardani menuturkan PKS tidak dalam posisi aktif mengajak partai lain untuk ikut jadi oposisi. Namun, PKS tetap dalam posisi tangan terbuka menyambut jika yang ingin bergabung jadi oposisi

"Harapannya kami oposisi yang baik, yang kuat dan besar. Bukan yang kecil. Makanya dari awal saya katakan paling baik bahwa partai pendukung Prabowo-Sandi ada di luar pemerintahan. Pemerintah akan kuat kalau oposisi kuat," tuturnya.

Musim Pelukan
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memberikan sambutan dalam pembukaan Rakornas PKS. Saat bicara soal persatuan, dia menyinggung soal momen pelukan.

Awalnya Anies bicara tentang kebinekaan dan persatuan. Menurut Anies, kebinekaan adalah fakta bahwa setiap orang berasal dari latar belakang yang berbeda. Sementara itu, persatuan perlu diikhtiarkan atau diusahakan.

"PKS memainkan peran yang penting dalam menjaga persatuan ini. Akhir-akhir ini lagi musim pelukan ya," kata Anies, Kamis (14/11).
Ucapan Anies pun disambut tawa kader PKS. Seperti diketahui, momen pelukan Presiden PKS Sohibul Iman dan Ketum NasDem Surya Paloh sempat disinggung Presiden Joko Widodo. Hingga akhirnya, Jokowi memeluk Paloh saat Kongres NasDem.

Kembali ke pidato Anies, dia bicara tentang makna simboliknya. Menurutnya, jika para petinggi menunjukkan kebersamaan, kebersamaan di rakyat akan terjaga.

"Pelukan-pelukan ini punya makna nampaknya simbolik, tapi bila di puncak terjalin hubungan, insyaallah sampai di bawah kebersamaan bisa terjaga," ucap Anies.

Anies menilai hal itulah yang dibutuhkan sekarang. PKS, katanya, bisa memainkan peran tersebut.

"Ini satu pesan yang sekarang dititipkan ke PKS. Pandangan boleh beda, kebersamaan dijaga terus sebagai bangsa, keutuhan terjaga. Harapannya, PKS bisa memainkan peran ini dengan sebaik-baiknya," ungkapnya. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments