Jumat, 19 Jul 2019
  • Home
  • Headlines
  • RUU Penyadapan, Telepon Advokat-Klien Dilarang Disadap

RUU Penyadapan, Telepon Advokat-Klien Dilarang Disadap

admin Sabtu, 13 Juli 2019 10:10 WIB
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Dalam RUU Penyadapan, semua orang bisa disadap oleh aparat penegak hukum setelah memenuhi sejumlah syarat. Namun hal itu dikecualikan bagi percakapan advokat-klien dalam kasus yang sedang ditangani si advokat.

"Ketentuan mengenai penyadapan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini dikecualikan terhadap komunikasi yang dilakukan oleh advokat dengan kliennya," demikian bunyi Pasal 36 RUU Penyadapan sebagaimana dikutip, Jumat (12/7).

Dalam Penjelasan, dijelaskan yang dimaksud dengan 'Advokat' adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai advokat.

Lalu apa itu penyadapan? Dalam RUU itu dijelaskan yaitu Penyadapan adalah kegiatan:
1. Mendengarkan;
2. Merekam;
3. Membelokkan;
4. Menghambat;
4. Mengubah;
5. Menggandakan, dan/atau;
6. Mencatat transmisi informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik untuk memperoleh informasi yang dilakukan secara rahasia dalam rangka penegakan hukum.

"Pengaturan Penyadapan bertujuan mencegah penyimpangan pelaksanaan penyadapan dalam proses penegakan hukum; meningkatkan efektivitas pencegahan dan pemberantasan tindak pidana dalam rangka penegakan hukum yang berkeadilan; dan mengidentifikasi, menilai, menganalisis, menafsirkan, dan menyajikan informasi dan/atau dokumen elektronik sebagai alat bukti dalam penegakan hukum," demikian bunyi Pasal 3. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments