Sabtu, 14 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • RUU P-KS Disebut Legalkan Zina, Bamsoet: Itu Ngawur dan Omong Kosong

RUU P-KS Disebut Legalkan Zina, Bamsoet: Itu Ngawur dan Omong Kosong

admin Minggu, 17 Maret 2019 12:53 WIB
SIB/INT
Ilustrasi
Jakarta (SIB)-Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meluruskan tuduhan pemerintah akan melegalkan zina setelah RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS) disahkan. Bamsoet mengatakan tuduhan tersebut ngawur.

"Ah itu ngawur, nggak ada (pelegalan zina)," kata Bamsoet di Stadium Gelora Bung Karno, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (16/3).

Bamsoet menegaskan tidak ada satu pun pasal yang melegalkan perzinahan, terlebih soal perzinahan sejenis atau lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual (LGBT). Menurutnya tuduhan itu omong kosong.

"Saya ketua DPR RI dan saya tau persis pasal demi pasal nggak ada satu pasal pun yang berbunyi melegalkan perzinahan apalagi sejenis," tegas Bamsoet.

"Itu tidak ada itu, itu omong kosong," sambungnya.

Sebelumnya, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual ramai diperbincangkan karena diduga membuka pintu bagi praktik zina. Isu ini beredar lewat pesan WhatsApp secara berantai.

Bamsoet sendiri telah menepis kabar tersebut beberapa waktu lalu. Dia menegaskan dalam UU yang yang sedang disusun DPR saat ini, baik RUU KUHP maupun RUU P-KS, tidak ada yang membuka ruang untuk melegalkan perzinaan dan LGBT.

"Nah ini yang perlu diluruskan. Tidak ada satu kalimat pun yang memberi ruang dan peluang bagi pengesahan adanya LGBT maupun perzinaan, baik itu di KUHP maupun RUU PKS," ucap Bamsoet saat dikonfirmasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/2) lalu.

Bamsoet meminta masyarakat tetap tenang. Dia menyatakan siap mundur dari jabatannya jika ada pengesahan LGBT.

"Jadi saya yakinkan dan saya nyatakan dengan tegas tidak ada itu," tegasnya.

Isu soal pemerintah akan melegalkan zina juga sempat dibawa-bawa Tengku Zulkarnain. Belakangan Tengku sudah menarik ucapannya dan meminta maaf atas ucapannya.

"Stlh mencermati isi RUUP-KS sy tdk menemukan pasal penyediaan alat kontrasepsi oleh Pemerintah utk pasangan Remaja dan Pemuda yg ingin melakukan hubungan suami isteri. Dengan ini saya mencabut isi ceramah saya tentang hal tersebut. Dan meminta maaf krn mendapat masukan yg salah," cuit Tengku lewat akun Twitter @ustadtengkuzul.

Juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, menyatakan pihaknya menerima saja permintaan maaf Ustaz Tengku. Hanya, dia berharap Ustaz Tengku minta maaf langsung kepada Presiden Jokowi.

"Ustad @ustadtengkuzul sy secara pribadi memaafkan. Tapi akibat pernyataan Ustadz, banyak orang yang percaya atas pernyataan itu sehingga mrk memfitnah Pak @jokowi dgn isu2 yg tidak benar. Bukan hanya melalui twitter tp ceramah juga di masjid2 itu! Minta maaf ke Pak Jokowi!!!!" tulis Ace membalas cuitan Ustaz Tengku. (detikcom/h)
T#gs Bamsoet: Itu Ngawur dan Omong KosongRUU P-KS Disebut Legalkan Zina
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments