Kamis, 06 Agu 2020
  • Home
  • Headlines
  • Puluhan Orang Demo Tolak Pemakaman Pelaku Bom Bunuh Diri

Puluhan Orang Demo Tolak Pemakaman Pelaku Bom Bunuh Diri

redaksi Selasa, 19 November 2019 10:22 WIB
Sib/Roy Surya D
TOLAK JENAZAH DIMAKAMKAN : Koodiantor Aksi yang juga Presidium Garuda Merah Putih Community Sumut,Dedi Harvisyahari melakukan orasi sekitar TPU Islam Sei Sikambing D Jalan Gatot Subroto Medan sebagai bentuk menolak jenazah pelaku bom bunuh diri yang rencananya akan dimakamkan,Senin (18/11).

Medan (SIB)
Puluhan orang menggelar aksi demo di sekitar tempat pemakaman umum (TPU) Islam Sei Sikambing D Jalan Gatot Subroto Medan sebagai bentuk menolak jenazah pelaku bom bunuh diri yang rencananya dimakamkan, Senin (18/11).


Massa yang juga membagi-bagikan selebaran itu mengajak warga dan pengguna jalan untuk mengutuk aksi teror yang terjadi di depan gedung Bag Ops Mapolrestabes Medan belum lama ini.

Selain itu massa membentangkan sejumlah poster bertulis penolakan pemakaman jasad pelaku di lokasi.


Dalam orasinya, Koordinator Aksi yang juga Presidium Garuda Merah Putih Community (GMPC) Sumut, Dedi Harvisyahari mengatakan, masyarakat Kota Medan menolak dikebumikannya pelaku teror bom bunuh diri di Kota Medan.

Masyarakat juga mengutuk dan mengecam keras tindakan radikal bom bunuh diri.


"Sebagai warga Kota Medan, saya dan masyarakat lainnya punya hak untuk menolak jenazah pelaku teror tersebut dikuburkan di Medan. Sebab kalau pelaku teror diberi ruang, akan menjadi preseden buruk karena akan terus menumbuhkan faham radikalisme," katanya


"Kalau mau menjalankan farduh kifayah sambungnya, silahkan saja. Tapi kami sebagai warga Medan juga punya hak untuk menolak mayat pelaku teror dikuburkan di Medan. Penolakan ini akan memberikan efek moral bagi masyarakat. Kami mengingatkan kepada masyarakat bahwa pelaku teror tidak layak dikuburkan di Medan," ujarnya.


Saat orasi berlangsung, sejumlah warga sekitar melakukan protes dengan aksi demo itu sehingga cekcok mulut antara pendemo dan warga sekitar tidak terelakkan. Salah seorang warga, Amin Tanjung mengatakan ia dan warga sekitar tidak menolak jika mayat pelaku bom bunuh diri itu dikebumikan di TPU Islam Sei Sikambing D.


"Sebagai seorang muslim, wajib hukumnya melaksanakan farduh kifayah menguburkan mayat seorang Muslim, kami tidak menolak. Mau kalian kena azab Allah?Kuburkan secepatnya. Jangan mengadu domba sesama Muslim. Kami menunggu agar jenazah segera dikuburkan. Kami tidak ada yang keberatan," sebutnya.


Seketika itu juga suasana di lokasi kembali memanas. Sejumlah petugas kepolisian dari Polsek Medan Baru yang berjaga di lokasi langsung bersiaga. Salah seorang warga sempat melontarkan kata-kata kalau aksi ini dilakukan oleh massa bayaran.


Spontan koordinator aksi menanggapinya kalau aksi ini tidak ada yang dibayar. Dedi Harvisyahari menyebut demi Allah tidak ada yang membayar mereka melakukan aksi. Ia mengungkapkan ini murni karena rasa simpatik mereka yang tidak ingin Medan diobrak-abrik teroris.


Usai melaksanakan demo, massa akhirnya memilih meninggalkan lokasi dengan tertib menggunakan mobil angkot dan pulang ke rumahnya masing-masing.


Dimakamkan
Sementara itu jenazah Rabbial Muslim Nasution, akhirnya dimakamkan. Warga tampak mengikuti pemakaman di TPU Sei Sikambing.


Pantauan wartawan, sekitar pukul 19.30 WIB, jenazah Rabbial tiba di TPU Sei Sikambing menggunakan mobil ambulans. Warga yang tahu tentang pemakaman ramai-ramai ke lokasi.


Tampak juga ayah kandung dari Rabbial, Irwansyah. Dia duduk di sebelah makam anaknya sambil berdoa bersama warga yang mengantarkan jenazah.


Jenazah sempat disalatkan di musala Taqwa, Jalan Jangka, Kelurahan Sei Putih Barat.


"Prosesi pemakaman berjalan dengan lancar. Masyarakat nampak ramai juga yang menghadiri. Kita tetap menunaikan kewajiban untuk menguburkan jenazah. Tidak ada yang keberatan," kata Kepala Lingkungan 3 Ardiansyah Putra kepada wartawan.


"Tadi permintaan keluarga dan warga minta agar jenazahnya disalatkan di musala. Kita siapkan semuanya dan tunaikan," sebut Ardiansyah.


Atas nama keluarga Rabbial, Ardiansyah menyampaikan permohonan maaf kepada korban, masyarakat, pemerintah terkait aksi yang dilakukan Rabbial.


"Mewakili keluarga, mohon maaf yang sebesarnya, terutama keluarga korban, masyarakat, dan pemerintah, atas tindakan yang dilakukan almarhum," tuturnya.


Rabbial Muslim Nasution meledakkan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11). Menggunakan jaket ojek online, pria berusia 24 tahun itu terpantau masuk ke Mapolrestabes Medan sekitar pukul 08.15 WIB.


Petugas jaga meminta Rabbial membuka jaket, tasnya ikut diperiksa. Tapi tak ada benda yang mencurigakan.


Rabbial pun masuk ke Mapolrestabes Medan hingga ke halaman dekat kantin ruang SKCK. Sekitar pukul 08.45 WIB, Rabbial meledakkan bom yang disebut polisi dililitkan ke tubuhnya. (M16/detikcom/c)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments