Rabu, 11 Des 2019
  • Home
  • Headlines
  • Protes Jalan Rusak, Masyarakat Tanam Pohon Pisang di Jalan Purbatua Rambah

Protes Jalan Rusak, Masyarakat Tanam Pohon Pisang di Jalan Purbatua Rambah

redaksi Kamis, 14 November 2019 16:01 WIB
Sib/Mey Hendika Girsang
Masyarakat Desa Purbatua Rambah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun menanam pohon pisang di ruas jalan menuju desa itu, Rabu (13/11). Hal tersebut dilakukan sebagai aksi protes lantaran sekira 20 tahun jalan itu dibiarkan rusak tanpa ada perbaikan.

Simalungun (SIB)
Masyarakat Desa Purbatua Rambah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun menanam pohon pisang di ruas jalan menuju desa itu, Rabu (13/11). Hal tersebut sebagai bentuk protes mereka, lantaran sekira 20 tahun jalan itu dibiarkan rusak tanpa ada perbaikan.


Pohon pisang ditanam warga di permukaan jalan yang dipenuhi air, dengan kedalaman bervariasi mulai 5 Cm sampai 20 Cm. Jalan tersebut terlihat seperti kubangan kerbau yang kerap membuat pengendara terjatuh, khususnya saat melintas di malam hari.


"Jalan rusak itu sudah terjadi 20 tahun, namun tidak pernah tersentuh pembangunan. Kabarnya, akan dibangun di tahun 2019 dan sudah dilakukan pengukuran, tapi pembangunannya tak terealisasi," kata warga itu di antaranya Jamsarius Sipayung, Arifin Purba dan Robert Sipayung dan Juliandi Purba.


Jamsarius menerangkan, jalan rusak kurang lebih sepanjang 4 Km. Bupati Simalungun pun sudah pernah datang ke desa itu. Namun sampai sekarang jalan itu tetap tidak dibangun. Akibatnya, pemasaran hasil pertanian terganggu.


"Selain mengganggu pemasaran barang, jalan rusak juga membuat anak sekolah sering terlambat, lantaran menempuh waktu 1 jam di perjalanan. Padahal, kalau jalan bagus, waktu tempuh hanya 10 menit dari Saribudokok. Namun karena jalan rusak, membutuhkan waktu 1 jam," ujarnya.


Selain memperpanjang waktu tempuh, ongkos angkutan pun naik gara-gara jalan rusak ini, dari Rp 4 ribu menjadi Rp 8 ribu per orang. Hal ini sangat memberatkan warga, tambahnya seraya menyebut, jumlah penduduk desa sekira 1.000 jiwa, yang mayoritas hidup dari sektor pertanian.


Warga berharap, melalui aksi ini Pemkab Simalungun membuka hati untuk membangun Jalan Purbatua Rambah, agar aktifitas masyarakat lancar. (S06/t)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments