Kamis, 14 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Prof Dr Eng Himsar Ambarita Dikukuhkan Menjadi Guru Besar USU

Prof Dr Eng Himsar Ambarita Dikukuhkan Menjadi Guru Besar USU

* 70 Menit Energi Surya Mampu Memenuhi Kebutuhan Manusia Setahun
admin Rabu, 11 September 2019 10:25 WIB
SIB/Dok
DIKUKUHKAN : Prof Dr Eng Himsar Ambarita (4 kanan) didampingi istri dan putra-putrinya foto bersama Rektor USU Prof Dr H Runtung SH MHum (3 kanan) dan Wakil I Pemred SIB Ir Parluhutan Simarmata (2 kanan) dan istri usai dikukuhkan sebagai guru besar di Gelanggang Mahasiswa USU, Selasa (10/9).
Medan (SIB) -Tiga guru besar USU dikukuhkan di Gelanggang Mahasiswa USU, Selasa (10/9). Ketiganya adalah Prof Dr Eng Himsar Ambarita ST MT menjadi Guru Besar Tetap Ilmu Energi Surya, Fakultas Teknik, Prof Dr Arlina Nurbaity Lubis SE MBA dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Prof Dr Ir Noverita S Vinolina MP dari Fakultas Pertanian. Himsar menyampaikan pidato pengukuhan berjudul "Pemanfaatan energi surya secara efektif dan efisien dengan teknologi hibrida solar termal dan photovoltaik".

Dalam pidatonya, dia menyimpulkan bahwa Tuhan telah memberikan energi surya untuk manusia. Dengan teknologi maka kebutuhan energi yang dikonsumsi manusia selama satu tahun setara dengan energi surya yang sampai ke permukaan bumi selama 1 jam 10 menit (70 menit). Jadi energi surya ini merupakan energi terbarukan bagi masa depan manusia.

Pengukuhan guru besar itu dipimpin langsung Rektor USU Prof Dr H Runtung SH MHum didampingi Wakil I Rektor serta dihadiri dewan guru besar dan sejumlah undangan, di antaranya Wakil I Pemred SIB Ir Parluhutan Simarmata dan keluarga yang merupakan tulangnya Prof Himsar Ambarita. Juga hadir tokoh-tokoh dan pengurus Punguan Ambarita Raja dan Borunya (PPARB) Medan sekitarnya di antaranya ASM Ambarita/br Simanungkalit, D Ambarita/br Simbolon, Victor Ambarita/br Tamba, JM Ambarita, Ny A Ambarita br Lumbangaol, Bachtiar Ambarita/br Sibuea, Wilson Ambarita/br Simorangkir dan lainnya.

Pada kesempatan itu Rektor mengungkapkan pesatnya perkembangan USU dalam tiga setengah tahun terakhir sejak dia memimpin USU. Termasuk jumlah profesor yang sudah mencapai 182 orang dan peringkat USU menjadi klaster satu urutan 13.

Himsar kelahiran Kampung Jagung, Sampuran Simalungun tahun 1972 itu merupakan anak pertama dari Bonar S Ambarita dan ibu Tiurlan Ruslina boru Simarmata yang meninggal dunia tahun lalu. SD dilaluinya di Simalungun, SMP Tiga Balata dan SMAN 3 P Siantar, S1 FT USU, S2 ITB dan S3 Muroran Institute of Technology Jepang. Jenjang S2 dan S3 merupakan beasiswa dari pemerintah.

Perjuangan anak desa ini patut diacungi jempol karena sejak mahasiswa dia juga sudah mengajar bimbingan untuk membantu kedua orangtuanya mendukung perkuliahannya dan keenam adik-adiknya. Ekonomi keluarga yang begitu sulit karena hanya mengandalkan seorang ibu guru SD dan ayah petani, padahal memiliki 6 orang saudara yang semuanya juga bersekolah.

Namun perjuangan itu diberkati Tuhan hingga kekhawatiran tidak akan sanggup meneruskan kuliah menjadi pupus karena ketegasan dan iman ibundanya serta tekad yang kuat untuk tetap sekolah.

Menjadi dosen di USU juga merupakan perjuangan baginya karena banyak tantangan yang dihadapi baik internal maupun eksternal, tetapi Tuhan selalu menolongnya.

Sejumlah prestasi sudah diraihnya sejak menjadi dosen, baik penghargaan nasional maupun internasional. Di antaranya Juara I Nasional Kontes Mobil Hemat Energi 2012, Medali Emas tingkat Asia Pasifik 2014 di Manila, Medali Perak 2015 di Manila, Medali Perunggu 2016 di Manila, Best Advisor 2016 dan penulis karya ilmiah terbaik USU 2017 serta sejumlah prestasi dan penghargaan ilmiah lainnya.

Keberhasilan Himsar juga tidak terlepas dari dukungan istrinya Dr Ir Nauas Domu Marihot Romauli br Hutabarat, dosen Fakultas Pertanian USU. Himsar juga menjadi penyunting/editor berbagai jurnal internasional dan menjadi anggota profesi International Solar Energy Society, International Association of Engineers, METI dan Auditor Energi Industri. Dia juga kerap mengikuti seminar ilmiah nasional dan internasional di antaranya di Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Jerman, Washington, Ottawa, Jepang dan Belanda. Tercatat memiliki 52 publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan journal international. (R4/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments