Kamis, 21 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Prodi PPKn FKIP dan Alumni Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Sepakati Pendidikan Moral Pancasila Masuk Kurikulum

Pendidikan Dinilai Alami Degradasi Moral dan Etika

Prodi PPKn FKIP dan Alumni Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Sepakati Pendidikan Moral Pancasila Masuk Kurikulum

admin Kamis, 19 September 2019 12:21 WIB
SIB/Dok
BEDAH KURIKULUM : Dekan FKIP UNITA Dr Meslin Silalahi MPd, didampingi Ketua Prodi Dra Ida L Pasaribu MPd, Sekretaris Prodi Melina SSi MHum beserta dosen foto bersama dengan user dan alumni Prodi PPKn, usai rapat bedah kurikulum di Kampus UNITA di Silangit, Kabupaten Taput, Sabtu (14/9).
Tapanuli Utara (SIB) -Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) dan alumni sama-sama menghendaki Pendidikan Moral Pancasila masuk kurikulum 2019/2020.

Hal itu disampaikan pimpinan rapat Ketua Prodi Dra Ida L Pasaribu MPd dalam rapat bedah kurikulum bersama alumni melalui rilis yang diterima SIB, Senin (16/9) di Kampus UNITA, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Saat itu, keduanya berdiskusi menjawab pertanyaan bertema "Pendidikan Mengalami Degradasi Moral dan Etika".

Dari para user dan alumni, menurut Ida sudah diperoleh informasi telah terjadi degradasi nilai-nilai etika dan moral dari peserta didik secara drastis. Penurunan tersebut ditandai sikap anak didik yang sulit diatur dan tata krama dan sopan santun yang minim.

Penurunan tersebut juga disebabkan banyak faktor di antaranya Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak yang diakui menyebabkan terjadinya kegamangan para pendidik dalam menertibkan dan mendisiplinkan anak. Kemudian kurangnya pemahaman mendasar tentang etika dan moral dari pendidik dan anak didik.

Selanjutnya, kurikulum harus dirancang berdasarkan relevansinya dengan tujuan, cakupan dan keterampilan kepribadian dan perilaku yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi dan kondisi.

Untuk itu, katanya, kurikulum harus dievaluasi dan dibedah secara berkala, setidaknya lima tahun sekali. Sebab, kurikulum Pendidikan Tinggi (PT) adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi, bahan kajian, maupun bahan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di institusi PT.

Ditambahkannya, diskusi juga membahas bagaimana mahasiswa memiliki kemampuan mengajar yang mengakar dengan memanfaatkan media pembelajaran yang senantiasa berkembang terutama di era industri 4.0 dengan mata kuliah pengembangan kurikulum dan bahan ajar PPKn agar peserta didik tidak mengalami kekacauan identitas di era industri 4.0.

Dengan demikian, untuk menjawab degradasi nilai-nilai etika dan moral tersebut lanjutnya, user dan alumni sepakat mengusulkan kepada prodi PPKn untuk memunculkan mata kuliah yang dapat mendorong peningkatan nilai-nilai etika dan moral di sekolah.

Adapun mata kuliah yang dimunculkan untuk kebutuhan tersebut yakni, Pendidikan Moral Pancasila di sekolah dan pembangunan karakter pendidik dan peserta didik. Kedua mata kuliah tersebut untuk melengkapi mata kuliah terkait yang sebelumnya telah ada yakni pendidikan nilai dan moral, pendidikan demokrasi dan (Hak Azasi Manusia (HAM) dan pendidikan generasi muda.

Dijelaskan, mata kuliah Pendidikan Moral Pancasila di sekolah juga merupakan mata kuliah yang baru sama sekali, sedangkan mata kuliah pembangunan karakter pendidik dan peserta didik merupakan pengembangan dan pendalaman dari mata kuliah pembangunan karakter.

Oleh karenanya, agar lebih spesifik dan mendalam mata kuliah pendidikan demokrasi dan HAM dibagi menjadi dua, yakni mata kuliah pendidikan HAM dan mata kuliah pendidikan demokrasi.

Ia berharap, bedah kurikulum yang telah dilaksanakan dapat menjawab kebutuhan sekolah sesuai dengan konteks masyarakat yang senantiasa berhadapan dengan perubahan, karena dampak perubahan tersebut tidak bisa dihindari baik positif maupun negatif.

"Hasil rapat diharapkan dapat menjawab dan mengantisipasi dampak negatif, serta mengapresiasi, mengeksplorasi dan memanfaatkan dampak positif. Yang pasti Prodi PPKn akan mengusahakan dan mengupayakan yang terbaik untuk kemajuan pendidikan masyarakat Tapanuli," ujarnya.

Maka dengan itu, pihaknya mengundang para lulusan SMA sederajat dan yang belum sarjana untuk kuliah di UNITA dan memilih Prodi PPKn, untuk bersama-sama membangun etika dan moral bangsa serta mengikuti perubahan tanpa melupakan jati diri yang hakiki.

Rapat bedah kurikulum itu dipimpin Ketua Prodi PPKn Ida L Pasaribu didampingi Sekretaris Prodi Melina SSi MHum dan para dosen di antaranya Dinata Lumban Gaol SPd MSi, Torus Manusun Sianturi SPd dan Benyamin Nababan SPd MM.

Sedangkan unsur dari user yakni kordinator wilayah pagaran Dinas Pendidikan Taput Ranto PS Siregar MPd, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Pagaran Damos Siahaan MPd, Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 5 Siborongborong Torus Manuntun Nababan SPd MPd, Kepsek SMP Negeri 4 Siborongborong Jojor Silitonga SPd dan alumni yang berprofesi sebagai guru yakni Tunggul Sianturi SPd, Yanajein Simanjuntak SPd, Pritles Lumbantoruan SPd dan Marhasil J Siregar SPd.

Rapat bedah kurikulum tersebut berlangsung baik diisi dengan diskusi yang serius, alot tapi bersahabat dengan penuh semangat. Rapat ditutup Dekan FKIP Dr Meslin Silalahi MPd. (Rel/G01/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments