Kamis, 21 Feb 2019

Pemilu Serentak 2019

Presiden Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih

* Nasdem: Golput Berarti Tidak Bertanggung Jawab
admin Senin, 11 Februari 2019 10:24 WIB
Presiden Joko Widodo
JAKARTA (SIB) -Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih, termasuk keturunan Tionghoa agar menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu serentak 2019.

"Saya ingin pesan, 17 April 2019, kita akan ada Pileg dan Pilpres. Saya titip agar kita semuanya hadir ke Tempat Pemumutan Suara (TPS) yang ada di lingkungan bapak, ibu sekalian," kata Presiden saat memberi sambutan perayaan Imlek Nasional di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (7/2).

Presiden ingin seluruh warga tidak terpengaruh atas isu-isu yang belum tentu kebenarannya. "Jangan mendengarkan hal yang menakut-nakuti. Jangan takut ditakut-takuti. Semuanya, 100 persen harus hadir di TPS karena ini menentukan bangsa kita kedepan. Setuju?," ucap Presiden.

Mendengar pernyataan Presiden tersebut, ribuan warga keturunan Tionghoa yang hadir langsung berteriak setuju yang dibarengi dengan tepuk tangan serentak.

Presiden pun menjelaskan bahwa keamanan warga keturunan Tionghoa dalam pesta demokrasi ini akan dijamin oleh aparat TNI dan Polri. "Jangan khawatir, keamanan bapak, ibu sekalian dijamin oleh TNI dan Polri," jelas Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengaku bahwa dirinya baru pertama kali menghadiri perayaan Imlek. Sebab, pada tiga tahun sebelumnya acara Imlek selalu dibuat sendiri-sendiri. "Karena ada forum yang di sini mengadakan, ada himpunan di sini mengadakan, ada asosiasi mengadakan, terpecah-pecah. Saya sudah sampaikan saya enggak mau kalau seperti ini, saya enggak akan datang," kata Presiden.

Presiden lalu mengucapkan selamat Imlek dengan menggunakan bahasa mandarin kepada ribuan warga keturunan Tionghoa yang hadir. "Kepada suku Indonesia Tionghoa, di mana pun, saudara-saudara, bapak/ibu berada, saya ingin mengucapkan Xin Nian Kuai Le. Selamat tahun baru," ucap Presiden yang langsung disambut riuh ribuan peserta yang hadir.

Tidak hanya itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menyampaikan Gong Xi Fa Cai serta Wan Shi Ru Yi. "Gong Xi Fa Cai, semoga selalu semangat dan sejahtera, juga ingin mengucapkan Wan Shi Rui, selamat semoga semua keinginan kita terpenuhi," tutupnya.

Ketua Panitia Perayaan Imlek Nasional 2019, Sudhamek mengatakan, tema yang diambil pada perayaan ini adalah 'Merajut Kebhinekaan, Memperkokoh Persatuan'.

"Kami panjatkan puji syukur, hari ini bisa berkumpul merayakan Imlek Nasional. Kami bersyukur kepada bapak presiden berkenan hadir dalam suasana bahagia," kata Sudhamek.

Ia mengatakan, pada perayaan Imlek Nasional ini digelar berbagai tradisi Tionghoa yang disesuaikan dengan budaya Indonesia.

"Ada atraksi khas Tionghoa seperti barongsai dan juga kesenian daerah lainnya seperti reog hingga ondel-ondel, juga ada permainan alat musik klasik Guzheng yang akan mengiringi lagu-lagu kebangsaan," tutup Sudhamek.

Tidak Bertanggung Jawab
Sementara itu, Ketua Bappilu DPP Partai Nasdem Effendy Choirie atau Gus Choi mengatakan, golput tidak dilarang, namun hal tersebut menunjukkan pribadi yang tidak bertanggung jawab kepada bangsa dan negara.

"Orang tidak suka berlebihan itu kan juga sombong. Wah pilihan saya ga ada yang cocok, kan sombong sekali, seolah-olah dia paling sempurna," tukasnya di Pendopo Trunojoyo, Madura, Jawa Timur, Sabtu (9/2).

Menurutnya, mereka yang golput hanya ingin menikmati hasil pembangunan tanpa ambil andil dalam prosesnya. Padahal, untuk pergi mencoblos ke TPS saja tidak memakan waktu yang lama.

Gus Choi menegaskan, persoalan puas terhadap suatu pemerintahan adalah hal yang relatif. Sebab, tidak ada pemerintah yang sempurna, dan kekurangan pasti akan selalu ada.

"Pemerintah siapa pun gak ada kesempurnaan, tapi pemerintahan Jokowi saya kira ya termasuk pemerintahan yang baguslah sepanjang sejarah. Sederhana, gak KKN," ujarnya.

Dengan begitu, ia pun menghimbau Partai Nasdem agar mengajak dan meyakinkan masyarakat untuk mau memberikan pilihannya dalam Pilpres nanti.

"Warga negara yang baik adalah orang yang ikut terlibat, ikut datang ke TPS menyoblos, suka ga suka ya dipilihlah mana yang relatif lebih baik menurut dia," tandasnya. (KJ/liputan6.com/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments