Kamis, 14 Nov 2019
  • Home
  • Headlines
  • Praktisi Hukum Dukung Kapoldasu Terapkan Pasal Kelalaian Terhadap Ketua Ormas

Praktisi Hukum Dukung Kapoldasu Terapkan Pasal Kelalaian Terhadap Ketua Ormas

* Ketua PP Medan Johor Bantah Lakukan Penyerangan
admin Rabu, 11 September 2019 10:06 WIB
Sastra SH
Medan (SIB) -Praktisi hukum yang juga tokoh pemuda asal Kota Medan Sastra SH MKn mendukung pihak kepolisian menindak tegas anggota ormas pelaku bentrok, termasuk pimpinannya.

"Saya sangat setuju dan mendukung penuh pihak kepolisian dalam menindak anggota ormas pelaku bentrok," kata Sastra kepada SIB, Selasa (10/9) saat dimintai tanggapannya mengenai instruksi Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto kepada Polres maupun jajaran soal rencana penerapan pasal kelalaian kepada para ketua organisasi kepemudaan (OKP) yang anggotanya terlibat bentrok dan mengakibatkan adanya korban.

Ditanya lebih jauh pendapatnya, ketua DPD organisasi Banteng Muda Indonesia Sumut ini berharap penerapan pasal kelalaian tersebut bisa lebih menyadarkan anggota maupun ketua ormas untuk lebih bertanggungjawab dalam menjaga ketertiban dan kondusifitas di tengah-tengah masyarakat. Tanggung jawab tersebut bukan hanya menyangkut pidana tetapi juga tanggung jawab moral.

"Saya setuju, bahwa itu merupakan tanggung jawab seorang pemimpin, sehingga dia harus mampu menertibkan anggotanya bilamana melakukan pelanggaran (tindakan kriminal)," tambah Sastra.

Namun ia berharap kebijakan yang dianggap positif tersebut bukan sekedar wacana dan bisa diterapkan sepenuhnya di lapangan. Pasalnya, lanjut Sastra, bentrokan antar OKP yang mengakibatkan korban jiwa maupun materil di Sumatera Utara khususnya Kota Medan bukan kali ini saja terjadi, tetapi sudah berulang kali. "Implementasinya di lapangan harus jelas. Bilamana terjadi tindakan-tindakan kriminal oleh anggota ormas, maka pihak kepolisian jajaran Polda Sumut harus tegas, tidak pandang bulu menindak," tutup dia.

Bantah Lakukan Penyerangan
Sementara itu, Ketua Pemuda Pancasila (PP) Medan Johor, Noval membantah melakukan penyerangan terlebih dulu hingga terjadi bentrokan dengan salah satu kelompok organisasi kepemudaan (OKP) hingga menelan korban luka di Jalan Eka Rasmi Medan Johor pada Minggu (8/9).

Menurut dia, awalnya sejumlah pengurus PP Medan Johor melaksanakan rapat pemilihan pengurus (RPP) tingkat anak ranting. Kemudian, usai RPP sembari terpilihnya ketua yang baru, para pengurus memilih duduk-duduk (nongkrong) di warung yang kebetulan berada tepat di depan rumah salah satu ketua OKP di Medan Johor.

"Setibanya di warung secara tiba-tiba massa OKP lain mendatangi kami dan terjadi cekcok mulut. Lalu, tidak berapa lama datang ketua OKP Medan Johor tersebut dan kemudian kericuhan pun terjadi," tuturnya, Selasa.

Noval juga mengungkapkan, massa PP tidak ada yang membawa senjata tajam sebagaimana pemberitaan telah beredar.
"Tidak ada kami bawa senjata tajam. Memang saat bertemu jumlah massa kami sangat banyak karena baru selesai mengadakan RPP. Bahkan, saya juga membawa para srikandi PP nongkrong di warung dan bertemu para rekan dari OKP lain," ungkapnya sembari mengaku sangat menyayangkan aksi penyerangan tersebut.

"Perlu diketahui selama ini hubungan antara Pemuda Pancasila dan OKP lainnya di Kecamatan Medan Johor berjalan baik dan harmonis. Namun, sore kemarin tanpa diduga dan diharapkan terjadi aksi penyerangan," ujarnya

Noval menambahkan akibat bentrokan itu menyebabkan dua anggotanya menjadi korban. Bahkan kata dia, seorang yang mengalami luka tersebut masih kritis hingga saat ini.

"Kalaulah kami dari PP yang melakukan penyerangan seharusnya massa dari OKP itu pasti ada yang terluka. Tetapi, kenyataannya justru kami yang terluka dan tidak ada juga warung maupun rumah warga yang rusak akibat bentrok tersebut," pungkasnya.

Terakhir Noval memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang berhasil meredam dan bergerak cepat menangkap sejumlah pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kerusuhan tersebut. (M18/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments